BPJS Ketenagakerjaan Banuspa Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan
Anak Agung Seri Kusniarti May 29, 2026 06:24 AM

TRIBUN-BALI.COM - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, di wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa) tidak sekadar seremoni. Walaupun diperingati 1 Mei 2026, namun hari buruh menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi pekerja. 

BPJS Ketenagakerjaan Banuspa, justru memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja, terutama sektor informal yang masih rentan. Karena ada jaminan dan santunan serta beasiswa jika terjadi resiko pekerjaan. 

"Langkah ini menunjukkan, bahwa perlindungan sosial tidak lagi terbatas pada pekerja formal. Program jaminan sosial kini mulai menjangkau perangkat lingkungan dan pekerja sektor informal, yang selama ini kerap terabaikan,” kata Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banuspa, Kuncoro Budi Winarno dalam siaran persnya.

May Day menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha atau tripartit, sekaligus memperkuat sinergisitas dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan ke depan,” ungkapnya.

Baca juga: Sepanjang Januari- April 2026 BPJS Ketenagakerjaan Gianyar Bayarkan Klaim Beasiswa Rp651 Juta Lebih!

Baca juga: Antisipasi Tingginya Kasus Kriminalitas, DPRD Badung Usul Regulasi Pengamanan Terpadu Kawasan Wisata

Melalui peringatan May Day ini, Kuncoro berharap terbangun komitmen bersama seluruh pihak untuk terus menjaga iklim ketenagakerjaan yang kondusif, serta mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja sebagai bagian dari pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

“Harapan kita untuk pekerja skala kecil menengah besar, minimal sudah mengikuti tiga program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT), kemudian ada juga Jaminan Pensiun (JP),”ujarnya. 

“Sebenarnya kalau kita bicara manfaat ini, sudah sangat lengkap. Apalagi ditambah dengan kehilangan pekerjaan kalau memang ada pemutusan hubungan kerja,” ungkapnya.

Di samping itu Kuncoro mengatakan, sinergitas pemerintah dengan stakeholder diharapkan memberikan perlindungan jaminan sosial pada seluruh pekerja di wilayah Banuspa akan tercapai, dan pelayanan terhadap peserta akan lebih baik lagi.

“Momentum Hari Buruh menjadi kesempatan bagi kami untuk tidak hanya memberikan layanan administratif, tetapi juga menghadirkan pengalaman positif bagi peserta. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen pekerja serta meningkatkan pemahaman terkait manfaat dan kemudahan layanan BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya. 

Ia juga menambahkan, bahwa inovasi layanan seperti antrean online Lapak Asik merupakan upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam menjawab kebutuhan pekerja akan layanan yang cepat, mudah, dan transparan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan Banuspa berharap dapat terus membangun hubungan yang harmonis dengan pekerja serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.