BGN Kurangi Pembagian MBG Kini Hanya 5 Hari, Pangkas Anggaran Rp 67 Triliun
Salomo Tarigan May 29, 2026 06:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mengurangi jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari dalam sepekan untuk siswa sekolah.

Kebijakan ini merupakan bagian dari efisiensi anggaran BGN.

Langkah mengubah durasi distribusi BGN seiring dengan efisiensi anggaran sebesar Rp67 triliun.

Namun, BGN memastikan pemangkasan jatah MBG tidak mengurangi porsi dan nilai gizi siswa.

Distribusi MBG Kini Hanya Saat Hari Sekolah

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya mengatakan perubahan pola distribusi dilakukan agar program lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” ujar Sony, Senin (26/5/2026).

Menurut Sony, konsep utama program MBG adalah pemberian makanan bergizi kepada peserta didik saat mereka berada di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar.


Karena itu, distribusi tidak lagi dilakukan ketika siswa sedang libur atau tidak berada di lingkungan sekolah.

“Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” jelasnya.
 
BGN menegaskan perubahan pola distribusi tersebut bukan bentuk pengurangan manfaat program, melainkan penyesuaian mekanisme agar penggunaan anggaran negara lebih optimal.

Sony memastikan tidak ada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas makanan yang diterima siswa penerima manfaat Program MBG.

Menurutnya, efisiensi hanya dilakukan pada sisi tata kelola dan sistem distribusi.

“Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

 

Pastikan Tepat Sasaran

Penyesuaian distribusi MBG menjadi lima hari dinilai sebagai langkah untuk memastikan program berjalan lebih tepat sasaran sekaligus menghindari pemborosan anggaran ketika siswa tidak berada di sekolah.

Dengan sistem baru tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan program MBG tetap berjalan optimal, kualitas pemenuhan gizi peserta didik tetap terjaga.

Namun pengelolaan anggaran negara bisa dilakukan secara lebih efisien dan terukur.

Pangkas Anggaran

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memangkas sekitar Rp67 triliun anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026.

Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, efisiensi MBG telah dilakukan dan sementara ini mencapai Rp268 triliun.

Anggaran ini dipangkas dari semula Rp335 triliun yang semua ditetapkan tahun ini.

Baca juga: Awal Terungkapnya Pelecehan Santriwati oleh Pengasuh Pemondokan Korban 20 Lebih, Penjelasan Kapolres

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: TribunTrends/Kompas 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.