Grid.ID - Kronologi sapi kurban terjebur ke dalam sumur di Klaten hebohkan publik. Bahkan insiden itu sampai membuat petugas damkar (pemadam kebakaran) terjun untuk mengevakuasi.
Usut punya usut, kronologi sapi kurban terjebur ke dalam sumur terjadi tepatnya di Dukuh Tinggen, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Selasa (26/5/2026). Peristiwa itu bahkan sampai menerjunkan petugas gabungan.
Yakni mulai dari Satpol PP Damkar Klaten, BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat sejak sore hingga malam hari.
Kronologi Sapi Kurban Tercebur ke Sumur di Klaten
Mulanya sapi seharga Rp 24 juta itu hendak diantar ke wilayah Solo Baru setelah laku terjual ke pembeli. Sang pemilik sapi Tunggono (63), mengatakan sapi mendadak giras saat hendak dinaikkan ke atas mobil sekitar pukul 15.30 WIB.
Bahkan sapi milik Tunggono itu juga sempat masuk ke dalam rumah sebelum akhirnya meloncat ke sumur. Tunggono sendiri sebenarnya sudah mencoba menahan tubuh sapi tatkala bagian belakang hewan itu berada di bibir sumur.
Namun karena sapi menyepak, Tunggono mengalami luka ringan di kaki dan tangannya. Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, mengatakan petugas awalnya mencoba menaikkan sapi dengan cara mengisi sumur menggunakan air agar tubuh sapi terangkat.
"Ternyata terkendala, sumur itu banyak menyerap air," ucap Sumino dikutip Grid.ID dari TribunSolo.com.
Namun cara tersebut tetap tak berhasil membuat sapi terangkap hingga akhirnya satu petugas bahkan turun langsung ke dalam sumur untuk mengikat tali ke tubuh sapi.
"Akhirnya kami menggunakan teknik kedua, dengan cara mungkin ditarik dari atas," jelasnya.
Tapi nahasnya, cara itu juga gagal usai tali putus saat penarikan pertama dilakukan.
"Pada saat kita menarik dua tali sempat putus, sehingga kita sempat gagal," imbuh Samino.
Sampai pada akhirnya terkait kronologi sapi kurban terjebur ke dalam sumur, petugas tetap mengulangi proses penarikan hingga sapi berhasil diangkat dari sumur.
Namun nahasnya, sapi tersebut terangkap sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
"Untuk kondisi sapi mohon maaf, kami tidak bisa mampu menyelamatkan sapi. Sehingga sapi dalam keadaan sudah tidak bernyawa," kata Sumino dikutip dari Kompas.com.
Menurutnya, proses penyelamatan sulit dilakukan karena diameter sumur hanya sekitar 150 sentimeter dengan kedalaman mencapai 10 meter.
"Untuk kesulitan karena sumurnya terlalu sempit, kemudian sapinya juga cukup besar," tandasnya.