Fakta Mengejutkan Terbongkar! LPDP Benarkan Sosok Pemalsu Riset di Denmark Pernah Terima Beasiswa
Eri Ariyanto May 29, 2026 06:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Fakta mengejutkan kembali mencuat dalam dunia pendidikan Indonesia setelah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan klarifikasi terkait sosok yang diduga terlibat dalam kasus pemalsuan riset di Denmark.

Nama Prihartini diketahui sebelumnya dikabarkan pernah menerima beasiswa LPDP untuk menempuh pendidikan di luar negeri.

Pengakuan ini langsung memicu perhatian publik karena menyangkut integritas penerima beasiswa negara.

LPDP menegaskan bahwa penerima beasiswa wajib mematuhi standar akademik dan etika penelitian yang ketat selama studi berlangsung.

Namun, kasus dugaan pemalsuan riset ini disebut terjadi setelah masa penerimaan beasiswa tersebut.

Pihak LPDP juga menyatakan sedang menelusuri lebih lanjut informasi yang berkembang terkait rekam jejak penerima beasiswa tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran mengenai pengawasan dan seleksi ketat terhadap penerima beasiswa di masa mendatang.

Di sisi lain, publik menyoroti pentingnya transparansi dalam penanganan kasus yang dapat mencoreng nama baik lembaga pendidikan.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas karena dinilai dapat berdampak pada kepercayaan internasional terhadap kualitas akademik Indonesia.

Baca juga: Heboh Peneliti Palsukan Hasil Riset Demi Jalan-jalan Gratis di Denmark, Mendiktisaintek Ungkap Fakta

Seperti diketahui, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membenarkan bahwa Prihartini, salah satu nama yang diduga terlibat dalam pemalsuan riset di konferensi internasional International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang digelar di Kopenhagen, Denmark, pernah menerima beasiswa LPDP.

"Berdasarkan pengecekan awal data internal, yang bersangkutan atas nama Prihantini tercatat sebagai alumni penerima beasiswa LPDP yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2022," kata Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi M Lukmanul Hakim, kepada Kompas.com, Kamis (28/5/2026).

Kendati demikian, Lukmanul mengatakan, LPDP masih perlu mendalami dan menelaah informasi yang beredar, termasuk melakukan verifikasi terhadap data dan fakta yang relevan.

"LPDP akan melakukan penelaahan lebih lanjut terkait kepatuhan terhadap kewajiban kontrak beasiswa serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk perguruan tinggi, guna memperoleh kejelasan yang komprehensif," ujar dia.

Lukmanul mengatakan, hasil dari proses pendalaman ini akan menjadi dasar bagi LPDP dalam menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

LPDP menegaskan komitmennya untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan etika akademik.

Pihaknya juga menegaskan tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran dalam aktivitas ilmiah.

"LPDP mengapresiasi perhatian publik dan berkomitmen untuk terus menjaga akuntabilitas serta kehormatan komunitas akademik Indonesia di tingkat global," ungkap dia.

Logo Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Logo Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). (DOK. LPDP)

Dugaan manipulasi riset

Jagat media sosial dihebohkan oleh dugaan manipulasi riset yang dilakukan oleh sejumlah peneliti asal Indonesia dalam konferensi internasional tentang pneumonia di Kopenhagen, Denmark.

Mulanya kasus mencuat setelah akun X (Twitter) @mandharabrasika membeberkan sejumlah kejanggalan yang diduga terjadi di hadapan ribuan ilmuwan dunia.

Salah satu pelanggaran yang disorot adalah aksi penipuan identitas oleh oknum peserta saat melakukan presentasi.

"Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir... salah seorang peserta diduga berganti identitas saat presentasi, termasuk mengganti nama, jilbab, dan nametag," tulis akun @mandharabrasika.

Selain pemalsuan identitas, penelitian yang dipaparkan juga diduga kuat merupakan hasil fabrikasi.

Oknum peneliti tersebut ditengarai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memalsukan data, gambar, hingga seluruh isi tulisan ilmiah.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh dugaan manipulasi riset yang dilakukan oleh sejumlah peneliti asal Indonesia dalam konferensi internasional tentang pneumonia di Kopenhagen, Denmark.

Peneliti asal Indonesia tersebut diduga melakukan aksi penipuan identitas oleh oknum peserta saat melakukan presentasi.

Selain pemalsuan identitas, penelitian yang dipaparkan juga diduga kuat memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memalsukan data, gambar, hingga seluruh isi tulisan ilmiah.

Menurut akun pengunggah, modus tersebut diduga sengaja dilakukan demi mendapatkan dana bantuan perjalanan (travel grant) agar para pelaku bisa pergi ke luar negeri secara gratis.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.