Nasib Siswi Makassar yang Dikabarkan Dicoret dari Seleksi Paskibraka Nasional, Kini dapat Beasiswa
Amalia Husnul A May 30, 2026 07:25 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana dikabarkan dicoret dari seleksi Paskibraka nasional tahun 2026 asal Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ramai menjadi sorotan usai kabar terkait pencoretan nama Cathlyn Yvaine Lesmana.

Nama Cathlyn Yvaine Lesmana menjadi viral lantaran diduga seleksi Paskibraka Nasional dari Provinsi Sulsel tidak transparan.

Siswi asal SMA Swasta Cerdas Bangsa Makassar ini kemudian diganti dari daftar kuota nasional oleh peserta lain.

Baca juga: Penjelasan Pemprov Sulsel soal Siswi Makassar Dicoret dari Paskibraka Nasional

Usai dikabarkan dicoret, kini Cathlyn dikabarkan mendapatkan beasiswa S1 dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Sekretaris Jenderal PP Perhimpunan INTI, Hardy Stefanus membenarkan hal tersebut.

Selain Cathlyn, pihaknya juga memberikan beasiswa kepada Meivylicha Putri Aurelia Kamal, yang sebelumnya juga bersama agar bisa menembus Paskibraka nasional.

Hardy tidak ingin kegagalan menjadi pematah semangat keduanya.

“Ini adalah bentuk dukungan moral. Kami ingin memastikan bahwa pengalaman ini tidak melemahkan semangat mereka, justru menjadi penguat untuk terus berprestasi,” ujarnya, dikutip dari TribunMakassar.com, Sabtu (30/5/2026).

Hardy dalam kesempatannya juga mendesak panitia seleksi untuk transparan.

“Proses ini perlu dijelaskan secara proporsional dan transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tutupnya.

Albertus Yap, Ketua Pengurus Daerah INTI Sulsel turut memberikan komentarnya terkait polemik yang sudah terjadi.

"Saya atas nama Pengurus Daerah INTI Sulawesi Selatan, menyesalkan jika benar terjadi dugaan diskriminasi atau rasisme terhadap Cathlyn, calon Paskibraka Nasional asal Makassar," katanya, dikutip dari Instagram @perhimpunaninti.

Albertus melanjutkan, ini bukan hanya menyakiti individu, tetapi juga mencederai nilai luhur persatuan dan semangat kebangsaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa.

"Kami menegaskan keberagaman adalah kekuatan Indonesia. Tidak ada tempat bagi rasisme dalam bentuk apa pun."

"Kami mendesak pihak terkait untuk bersikap transparan, objektif, dan profesional dalam setiap tahapan seleksi, serta melakukan klarifikasi dan investigasi menyeluruh agar keadilan dapat ditegakkan," tegasnya.

Terakhir, Albertus mengatakan PD INTI Sulsel berkomitmen akan terus berdiri bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, menolak segala bentuk diskriminasi, dan memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.

Penjelasan Kesbangpol

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel, Bustanul Arifin mengatakan bahwa seleksi Paskibraka telah berjalan sesuai aturan.

Kesbangpol di tingkat daerah sendiri berfungsi sebagai koordinator utama dan panitia pelaksana seleksi Paskibraka yang nantinya akan dikirimkan ke tingkat nasional.

Bustanul Arifin membantah adanya kecurangan atau diskriminasi dalam penentuan peserta.

"Dari awal kami pastikan pelaksanaan seleksi utusan kabupaten/kota ke provinsi berjalan objektif dan transparan. Tidak ada titipan, apalagi diskriminasi rasial," kata Bustanul Arifin, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Diketahui, seleksi Paskibraka 2026 tingkat provinsi dinilai dari hasil TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelijensi Umum), kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), keterampilan, dan kepribadian peserta.

Ia menuturkan, penilaian tersebut dilakukan langsung oleh tim seleksi pusat yang terdiri dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI Pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

Bustanul juga menampik adanya isu diskriminasi etnis dalam perekrutan Paskibraka.

"Yang agak lucu kenapa yang dipersoalkan adalah utusan kota Makassar yang kebetulan etnis Tionghoa.

Padahal Kota Makassar mengirim tiga utusan putri, dan dari hasil seleksi utusan putri dari Makassar, utusan yang lain lebih tinggi (nilainya) dari utusan dimaksud (Cathlyn), harusnya yang lebih tinggi nilainya itu yang diperjuangkan"

"Tidak ada menganulir sepihak atau penggantian, logikanya kalau ada anggapan menganulir pengumuman atau ada penggantian, harusnya ada pengumuman awal dan diganti dengan pengumuman baru, tunjukkan ke saya mana pengumuman yang dianulir atau diganti tersebut" katanya.

Baca juga: Viral Siswi Makassar Dicoret dari Calon Paskibraka Nasional, DPRD Sulsel Segera Panggil Kesbangpol

(Tribunnews.com/Endra/Renald)(Tribun-Timur.com/Muh Ainun Taqwa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.