Wakapolda Maluku Ajak Suporter Sepak Bola Jaga Kondusifitas: Boleh Fanatik, Asal Jangan Ricuh
Aurora Nightingale May 30, 2026 11:03 AM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, mengimbau para penggemar sepak bola agar turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di Kota Ambon yang dikenal memiliki antusiasme tinggi terhadap tim nasional (Timnas) favorit.

“Jangan sampai karena membela tim kesayangan kita justru terlibat keributan, buat apa juga,” ujar Brigjen Pol. Imam Thobroni saat ditemui di ruang kerjanya di Mapolda Maluku, Jumat (29/5/2025).

Ia menegaskan bahwa ajang besar Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang merupakan pesta olahraga yang seharusnya dinikmati dengan suasana damai tanpa gesekan antarsuporter.

Menurutnya, perbedaan pilihan tim yang dijagokan adalah hal yang wajar dan justru menjadi bagian dari keindahan sepak bola. Fanatisme pun sah-sah saja, asalkan disalurkan secara positif.

“Boleh beda dukungan, tapi setelah pertandingan selesai kita tetap bersatu,” tambahnya.

Perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 itu juga berencana menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia di Lapangan Tahapary Ambon dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ia berharap kegiatan nobar tersebut dapat membawa dampak positif bagi pelaku usaha lokal.

“Harapan kita, melalui nobar ini suasana Ambon semakin kondusif. Sekaligus menjadi momen untuk menggerakkan kembali sektor UMKM,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai tim nasional favoritnya, Wakapolda menyebut bahwa dirinya menjagokan Prancis.

“Saya menjagokan Prancis,” ungkapnya dengan mantap.

Ia menjelaskan alasannya, bahwa Prancis merupakan tim kuat dengan catatan prestasi gemilang. “Dari lima kali Piala Dunia terakhir, mereka tiga kali lolos ke final. Selalu ada pemain besar yang lahir dari sana; Zinedine Zidane, Thierry Henry, dan lainnya. Sekarang ada Kylian Mbappe, idola saya juga. Di usia 27 tahun, dia sudah matang dan kini menjadi kapten tim,” ujarnya.

Brigjen Thobroni menilai, Mbappe akan menjadi pemain yang banyak diwaspadai lawan. “Dia pasti jadi target man, tapi kalau dia bisa lepas dan didukung pemain muda lainnya, itu bisa jadi ancaman serius,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa Timnas Prancis selalu menampilkan permainan menarik dengan pola yang rapi, pergerakan pemain yang lincah, serta postur tubuh yang ideal. Hal ini, menurutnya, akan menjadi tantangan berat bagi lawan dan tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola.

Didier Deschamps, pelatih Les Bleus yang juga mantan pemain dengan segudang pengalaman, diyakininya memahami karakter setiap anak asuhnya dengan baik.

Deschamps disebut memiliki ambisi besar untuk membawa Prancis kembali ke final Piala Dunia sebagai persembahan terakhirnya bersama tim nasional.

“Dia mantan pemain, jadi tahu betul karakter para pemainnya,” tutur Wakapolda.

Ia pun memprediksi Prancis akan melangkah jauh di turnamen tersebut. “Paling tidak sampai semifinal,” ujarnya optimistis.

Diketahui, Piala Dunia 2026 akan diikuti oleh 48 tim nasional yang akan bersaing mengolah si kulit bundar. Turnamen ini menjadi yang terbesar dalam sejarah dari segi jumlah peserta dan untuk pertama kalinya digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.