Dugaan Penyebab Satu Keluarga Tewas Saat Camping di Posong Temanggung, Polisi Temukan Fakta Ini
Odi Aria May 30, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM- Misteri kematian satu keluarga yang ditemukan tewas di dalam tenda glamping di kawasan Taman Wisata Alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih terus diselidiki polisi.

Penyelidikan sementara mengarah pada dugaan korban terpapar gas karbon monoksida (CO) saat tidur di dalam tenda yang tertutup rapat setelah melakukan aktivitas barbeque (BBQ) pada malam hari.

Empat korban yang merupakan satu keluarga asal Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (27/5/2026) sore.

Mereka adalah Ali Munawar (52), Magfiroh Alvira (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alfino Evan Hakiki (16).

Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya dua kemungkinan penyebab kematian.

"Dari hasil pemeriksaan sementara dari tim kedokteran forensik sudah menjelaskan bahwa kemungkinan dugaannya ada dua, yaitu dari keracunan makanan atau keracunan gas akibat pembakaran masak-masak yang dilakukan oleh satu keluarga tersebut," ujarnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan satu set kompor gas portabel dan tungku berbahan tanah liat untuk membakar briket.

Kedua benda tersebut berada di area depan tenda atau teras tenda yang digunakan korban selama berkemah.

Menurut Komang, posisi kompor berada tepat di dekat pintu masuk tenda.

Sementara saat para korban beristirahat, seluruh akses udara di dalam tenda diketahui tertutup rapat.

"Posisi kompor gas di dekat mulut pintu. Pintu tertutup rapat. Ventilasi di kiri kanan tenda juga tertutup rapat," katanya.

Polisi menduga asap hasil pembakaran saat aktivitas BBQ tidak terbuang sempurna dan terakumulasi di dalam area tenda.

Apalagi, kondisi cuaca dingin di kawasan Posong membuat para korban menutup seluruh ventilasi saat tidur.

"Jadi di teras tersebut kemungkinan karena tenda ini kedap air atau kedap udara, sehingga setelah bakar-bakar asap ini mungkin terkumpul di dalam tenda tersebut," jelas Komang.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian keempat korban.

Penyidik masih menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan sampel makanan yang dilakukan Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

Selain itu, sejumlah saksi juga masih dimintai keterangan untuk mengungkap secara pasti penyebab tragedi yang menewaskan satu keluarga tersebut.

Sebelumnya, petugas wisata sempat mendatangi tenda korban untuk mengingatkan jadwal check out pada Rabu siang.

Namun tidak ada respons dari dalam tenda.

Karena curiga, petugas kembali mendatangi lokasi dan akhirnya membuka tenda pada sore hari.

Saat itulah seluruh anggota keluarga ditemukan sudah meninggal dunia di dalam tenda dan kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.