Perang Makin Dekat ke NATO, Drone Rusia Hantam Apartemen Lukai Warga Sipil di Rumania
Tiara Shelavie May 30, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan perang Rusia-Ukraina memasuki babak baru setelah sebuah drone Rusia menghantam gedung apartemen di kota Galați, Rumania, pada Jumat (29/5/2026).

Kota Galați berada dekat Sungai Danube dan hanya berjarak beberapa kilometer dari perbatasan Ukraina, menjadikannya salah satu wilayah NATO yang paling rentan terdampak perang.

Dilansir BBC, drone tersebut menghantam atap gedung apartemen bertingkat sebelum meledak dan memicu kebakaran besar di lantai 10 bangunan.

Ledakan itu melukai seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun dan seorang perempuan berusia 53 tahun yang kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Sekitar 70 penghuni apartemen dievakuasi ketika petugas pemadam kebakaran berusaha mengendalikan api yang membakar bagian atas gedung.

Otoritas darurat Rumania menyatakan seluruh muatan peledak drone meledak saat benturan terjadi.

Pertama Kalinya Warga NATO Jadi Korban

Insiden ini langsung memicu perhatian internasional karena menjadi kasus pertama sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 yang menyebabkan warga sipil negara anggota NATO terluka akibat drone yang terkait dengan perang.

Selama empat tahun terakhir, serpihan drone Rusia memang beberapa kali ditemukan di wilayah Rumania.

Baca juga: Drone Rusia yang Diluncurkan ke Ukraina Jatuh di Rumania, Disebut Insiden Terburuk, Dikecam NATO

Namun sebelumnya tidak pernah menimbulkan korban luka.

Kementerian Pertahanan Rumania mengungkapkan radar militer sempat melacak drone tersebut memasuki wilayah udara negara itu.

Militer hanya memiliki waktu sekitar empat menit sejak objek terdeteksi hingga akhirnya menghantam bangunan permukiman.

Dua jet tempur F-16 dan satu helikopter tempur langsung diterbangkan untuk memantau situasi.

NATO Langsung Bereaksi Keras

Insiden itu memicu alarm serius di markas NATO.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, langsung menghubungi Presiden Rumania dan menegaskan kesiapan aliansi militer tersebut.

"NATO siap mempertahankan setiap inci wilayah sekutu," tegas Rutte.

Ia juga menyebut tindakan Rusia sebagai perilaku sembrono yang membahayakan seluruh kawasan Eropa.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa NATO memandang insiden di Galați sebagai ancaman serius terhadap keamanan kolektif aliansi.

Rumania Sebut Ini Eskalasi Paling Serius

Presiden Rumania, Nicușor Dan, segera menggelar rapat darurat Dewan Pertahanan Nasional.

Ia menyebut serangan drone tersebut sebagai insiden paling serius yang pernah menimpa wilayah Rumania sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

Pemerintah Rumania juga memanggil duta besar Rusia untuk meminta penjelasan resmi.

Baca juga: China Vs NATO, Beijing Lancarkan Peperangan Elektronik Terhadap Kapal Perang Belanda di LCS

Menteri Luar Negeri Rumania, Oana Țoiu, bahkan mengancam akan mendorong langkah-langkah diplomatik baru dan sanksi tambahan terhadap Moskow di tingkat Eropa.

Bucharest juga meminta NATO mempercepat pengiriman sistem pertahanan anti-drone guna melindungi wilayah perbatasannya.

Uni Eropa dan Inggris Kompak Kecam Moskow

Gelombang kecaman segera datang dari berbagai ibu kota Eropa.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan perang agresi Rusia telah kembali melampaui batas.

Menurutnya, serangan ke wilayah negara anggota Uni Eropa menunjukkan ancaman perang yang semakin meluas.

Uni Eropa berjanji meningkatkan langkah pencegahan dan keamanan di perbatasan timur blok tersebut.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menilai insiden ini memperlihatkan kesediaan Rusia untuk terus meningkatkan eskalasi konflik.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap wilayah udara NATO.

Baca juga: NATO Kian Melemah, Negara-negara Eropa Mulai Rancang Aliansi Pertahanan Baru Tanpa Amerika

Menteri Luar Negeri Prancis juga mengutuk apa yang disebutnya sebagai tindakan Rusia yang tidak bertanggung jawab.

Putin Bantah, Muncul Versi Berbeda

Di tengah tekanan internasional yang meningkat, Presiden Rusia, Vladimir Putin, memilih meragukan tuduhan yang diarahkan kepada negaranya.

Putin mengatakan dirinya baru mengetahui insiden tersebut dan meminta puing-puing drone diserahkan kepada Rusia untuk diperiksa.

Tanpa menyertakan bukti, ia menyiratkan kemungkinan drone itu merupakan milik Ukraina yang melenceng dari sasaran setelah terkena tembakan pertahanan udara.

Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan kejadian di Rumania membuktikan bahwa agresi Rusia kini menjadi ancaman nyata bagi seluruh Eropa, bukan hanya Ukraina.

Insiden di Galați terjadi ketika Rusia terus meningkatkan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah Ukraina.

Dalam beberapa pekan terakhir, kota-kota di dekat perbatasan NATO menjadi sasaran gelombang serangan yang semakin intens.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.