Peserta BPJS di Pulau Sebatik Dialihkan ke Puskesmas Sei Taiwan tak Lagi di RSU, Begini Alasannya 
Junisah May 30, 2026 07:35 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Kabar penting bagi warga Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).  Mulai 1 Juni 2026, status pelayanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Sebatik mengalami perubahan besar.

Peserta JKN yang sebelumnya terdaftar di RSU Sebatik dipastikan tidak lagi berada di fasilitas kesehatan tersebut, melainkan telah dialihkan otomatis ke Puskesmas Sei Taiwan, Pulau Sebatik.

Perubahan ini menyusul berakhirnya kerja sama RSU Sebatik sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pratama (FKTP)BPJS Kesehatan dan saat ini rumah sakit tengah berproses menjadi Rumah Sakit Umum Kelas D atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Plh Direktur RSU Sebatik Kelas D, Akhmad Rijal, meminta masyarakat tidak panik lantaran pelayanan kesehatan dipastikan tetap berjalan selama masa transisi.

Baca juga: 3 Kali Berturut PKM di Nunukan Juara I Kinerja Terbaik, Puskesmas Sei Taiwan di Perbatasan Sebut ini

“Pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan, khususnya untuk pasien emergency atau gawat darurat tetap dilayani secara optimal dan gratis bagi peserta JKN,” jelas Akhmad Rijal dalam keterangannya.

Meski peserta BPJS dialihkan, masyarakat tetap masih bisa memperoleh pelayanan kesehatan di RSU Sebatik, terutama untuk rawat jalan, rawat inap hingga persalinan, yang disebut masih berlangsung sebagaimana biasanya.

Namun demikian, masyarakat diminta memahami alur pelayanan terbaru agar tidak kebingungan saat membutuhkan pengobatan non-darurat.

“Peserta JKN yang sebelumnya terdaftar di FKTP RS Sebatik telah dialihkan secara otomatis ke Puskesmas Sei Taiwan mulai 1 Juni 2026. Masyarakat juga dapat melakukan perpindahan fasilitas kesehatan sesuai domisili masing-masing,” ujarnya.

Saat ini, kata Akhmad Rijal, manajemen RSU Sebatik tengah melakukan percepatan pemenuhan syarat akreditasi dan kredensial tenaga medis spesialis agar kerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan bisa segera aktif kembali.

Baca juga: Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan Terbaru BPJS Kesehatan

Pihak RSU Sebatik pun meminta bantuan pemerintah kecamatan, desa, puskesmas hingga klinik di Pulau Sebatik untuk membantu menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat.

Dengan perubahan ini, warga Sebatik diimbau lebih dulu memastikan status fasilitas kesehatannya agar pelayanan medis tetap berjalan lancar.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.