TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN – Euforia menyambut gelaran Piala Dunia 2026 ternyata belum berdampak signifikan terhadap peningkatan permintaan Sablon jersey sepak bola di sejumlah usaha printing dan Sablon di Tanjung Selor.
Salah satunya dirasakan oleh Kayos usaha printing dan sablon jersey custom yang telah beroperasi sejak 2019 di Tanjung Selor.
Staff Kayos, Puput, mengatakan hingga saat ini belum ada lonjakan pesanan jersey bertema Piala Dunia maupun jersey tim peserta turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
"Kalau untuk Piala Dunia sendiri sejauh ini belum ada. Paling ada yang sekadar tanya-tanya saja, tapi belum sampai pesan," ujar Puput saat ditemui TribunKaltara.com, Sabtu (30/5/2026).
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Jersey di Rara Sport Tanjung Selor Meningkat, Portugal dan Jerman Favorit
Menurutnya, sebagian besar masyarakat yang menginginkan jersey tim nasional atau klub sepak bola cenderung membeli produk yang sudah jadi dibandingkan mencetak secara custom.
Hal itu karena desain jersey resmi Piala Dunia memiliki detail khusus yang sulit ditiru secara persis melalui sistem cetak mandiri.
"Kalau jersey Piala Dunia kan ada desain khususnya. Kalau dicetak sendiri memang tidak bisa sangat persis. Mungkin mereka lebih memilih beli yang sudah jadi atau yang original," katanya.
Puput menjelaskan, selama ini permintaan jersey di tempat usahanya lebih banyak berasal dari kebutuhan kegiatan instansi, sekolah, desa maupun komunitas.
Jenis pesanan tersebut jauh lebih mendominasi dibandingkan jersey bertema olahraga profesional.
"Biasanya jersey kegiatan kantor, kegiatan desa, kaos kelas, atau komunitas. Kalau jersey olahraga yang berkaitan dengan Piala Dunia belum ada," ujarnya.
Baca juga: Ketua KONI Bulungan Prediksi Prancis Juara Piala Dunia 2026: Persaingan Semakin Ketat dan Merata
Sebagai usaha yang fokus pada produk custom, Kayos memang tidak menyediakan jersey tim nasional maupun klub sepak bola yang siap jual.
Sebaliknya, pelanggan dapat memesan desain sesuai kebutuhan masing-masing.
Untuk jersey full printing, harga yang ditawarkan mulai dari Rp120 ribuan per potong untuk baju saja. Sementara paket jersey lengkap dengan celana dibanderol mulai Rp185 ribuan.
"Bahannya biasanya menggunakan Dry Fit Milano dan sudah bisa custom desain," jelasnya.
Meski belum merasakan dampak euforia Piala Dunia, Kayos tetap melayani pesanan dari berbagai daerah di Kalimantan Utara.
Selain pelanggan dari Tanjung Selor, pesanan juga datang dari wilayah Malinau, Kabupaten Tana Tidung (KTT), hingga luar daerah melalui jaringan cabang yang berada di Tarakan dan Berau.
Dalam kondisi normal, pengerjaan pesanan dapat diselesaikan dengan cepat. Namun waktu produksi tetap menyesuaikan antrean yang sedang berjalan.
"Kalau pengerjaan sebenarnya bisa cepat, sehari juga bisa selesai. Tapi biasanya menyesuaikan antrean. Paling cepat sekitar tiga hari, kalau memungkinkan dan masih bisa dikejar, tetap kami ambil," tandasnya
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu