TRIBUN-MEDAN.com - Putri Anies Baswedan, Mutiara Baswedan meraih gelas master of education (master pendidikan) dari Universitas Harvard AS.
Gelar ini ddapat setelah menjalani studi selama satu tahun.
Mutiara yang biasa disapa Tia saat ini menginjak usia 29 tahun, mengantongi gelar Master of Education dari Harvard Graduate School of Education.
Diketahui, Tia memperoleh beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI dan diterima di Harvard University, dengan mengambil program Master of Education (M.Ed) in Education Policy and Analysis atau Master Pendidikan dalam bidang analisis dan kebijakan pendidikan.
Tia sendiri tergabung dalam angkatan 257 LPDP atau PK-257, Dala Mawarani.
Bangga dan syukur disampaikan oleh Anies kala satu-satunya anak perempuan dari empat anaknya itu memperoleh ijazah sembari menapaki awal-awal kehidupan keluarga kecilnya bersama sang suami, Ali Saleh Alhuraiby, dan putra yang baru dilahirkannya pada 20 Juni 2025, Ibrahim.
Baca juga: Sindir Prabowo soal Bahasa Prancis, Djarot: Nanti ke Afrika, Bahasa Afrika juga Harus Diajarkan
Baca juga: Sindir Prabowo soal Bahasa Prancis, Djarot: Nanti ke Afrika, Bahasa Afrika juga Harus Diajarkan
Anies tidak menafikan bahwa menjalani studi di salah satu universitas bergengsi di dunia sembari menjadi orang tua baru yang jauh dari keluarga besar adalah hal yang tidak mudah.
Namun, eks Rektor Universitas Paramadina tersebut bangga, Tia berhasil melalui fase-fasenya.
Hal ini disampaikan Anies Baswedan melalui unggahan di akun resminya di media sosial X (dulu Twitter), @aniesbaswedan, pada Sabtu (30/5/2026).
Dalam unggahannya, pria yang meraih gelar PhD di bidang Kebijakan Publik dari Northen Illinois University, AS ini menyaksikan langsung putrinya itu naik ke panggung wisuda sambil menggendong Ibrahim.
"Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung," tulis Anies Baswedan.
Akademisi kelahiran Kuningan, Jawa Barat 7 Mei 1969 ini juga mengenang masa-masa saat Tia dan keluarga kecilnya akan berangkat ke Negeri Paman Sam pada akhir Juli 2025 atau satu tahun lalu.
Anies mengaku, sempat khawatir. Meskipun demikian, ia bersyukur, putrinya beserta suami dapat melalui perjuangan meraih level lebih lanjut dari studinya.
"Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan," kata Anies. "Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi."
"Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini."
"Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui."
Anies yang pernah maju sebagai Calon Presiden (Capres) di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 menyebut, ijazah Tia Baswedan adalah lambang akademik yang berbuah dari kesabaran, kerjasama, dan keteguhan yang dimiliki Tia beserta keluarga kecilnya.
"Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda," tulisnya.
Anies lantas menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakan dan mendukung perjalanan keluarga kecil Tia selama setahun di Negeri Paman Sam.
Ia berharap, pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi Tia dan Ali untuk berkontribusi bagi bangsa dan lingkungan sekitar.
"Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini," tutur Anies.
"Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra."
Dikutip dari anisebaswedan.com, Mutiara Annisa Baswedan lahir di Jakarta pada 20 Mei 1997 dan memiliki tiga adik laki-laki, yakni Mikail Azizi Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan, dan Ismail Hikam Baswedan.
Sebelumnya, Mutiara Baswedan mengambil pendidikan Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).
Ia lulus pada Agustus 2020.
Saat berkuliah di UI, Tia terpilih mewakili universitasnya dalam ajang Harvard National Model United Nations di Boston, Amerika Serikat pada 2018.
Ajang ini adalah sebuah simulasi sidang PBB yang mempertemukan berbagai generasi muda dari seluruh dunia.
Selain itu, Tia menjadi satu dari 10 wakil duta muda Indonesia dalam program Indonesia-USA 70th Youth Ambassador (2019).
Indonesia-USA Youth Ambassador adalah program kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dengan program Outstanding Youth for the World (OYTW) dan Pemerintah Amerika Serikat dengan Program International Leadership Visitor Program (IVLP).
Pada 2019 pula, perempuan yang kini berusia 28 tahun tersebut menjadi finalis Top 10 untuk Duta Muda ASEAN-Indonesia 2019 (DMAI).
DMAI adalah program yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri dan bertujuan untuk mencari sosok pemuda dan pemudi Indonesia yang memiliki wawasan luas tentang ASEAN serta memiliki ketertarikan untuk mempromosikan ASEAN kepada masyarakat luas.
Saat duduk di bangku sekolah menengah di SMA Labschool Kebayoran, Tia pernah mengikuti pertukaran pelajar di Denmark pada 2014 melalui program AFS dan Bina Antarbudaya.
Saat masih mengenyam pendidikan di Al-Izhar Pondok Labu, Tia juga ikut bersama Pengajar Muda yang ditempatkan di Majene, Sulawesi Barat dalam kegiatan Program Indonesia Mengajar yang dirintis ayahnya.
(*/tribun-medan.com)