Reaksi Manajemen Terminal Bungurasih Usai Viral Komika Fico Fachriza Alami Dugaan Premanisme
Putra Dewangga Candra Seta May 30, 2026 09:32 PM

 

SURYA.co.id, SIDOARJO – Video curhatan komika Fico Fahriza terkait pengalaman kurang menyenangkan di Terminal Purabaya atau Terminal Bungurasih, Surabaya, viral di media sosial.

Video tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah melalui akun TikTok pribadinya, @ficofahriza.

Dalam unggahannya, Fico mengaku kecewa dengan situasi keamanan saat menjemput ibundanya pada dini hari.

Ia bahkan melontarkan kritik keras terhadap kondisi di salah satu terminal tersibuk di Indonesia tersebut.

Curhatan itu memicu beragam respons dari warganet.

Sebagian menyayangkan dugaan tindakan tidak menyenangkan yang dialami Fico, sementara lainnya menyoroti pentingnya peningkatan keamanan di area terminal, terutama pada malam hingga dini hari.

Fico menyebut dirinya merasa tidak nyaman dengan situasi di sekitar jalur masuk terminal. Ia juga menilai masih ada oknum yang membuat pengguna jasa transportasi merasa tidak aman.

Pihak Terminal Purabaya Sampaikan Permintaan Maaf

KECEWA - Komika Fico Fahriza viral usai mengaku mengalami dugaan premanisme saat berada di Terminal Purabaya Bungurasih. Fico menyebut HP miliknya sempat diambil ketika menjemput ibunya pada dini hari.
KECEWA - Komika Fico Fahriza viral usai mengaku mengalami dugaan premanisme saat berada di Terminal Purabaya Bungurasih. Fico menyebut HP miliknya sempat diambil ketika menjemput ibunya pada dini hari. (Surya.co.id/Fatkhul Alam)

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Terminal Tipe A Purabaya Bungurasih akhirnya buka suara.

Humas Terminal Tipe A Purabaya, Sarah Abigail, menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang diduga dialami Fico Fahriza.

“Atas kejadian tersebut, kami sudah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Mas Fico,” kata Humas TTA Purabaya, Bungurasih, Sarah Abigail, Jumat (29/5/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Pihak terminal juga melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV untuk mengetahui kronologi kejadian yang dimaksud.

Rekaman CCTV Ungkap Interaksi di Jalur Masuk Terminal

Berdasarkan hasil pemeriksaan CCTV, Fico terlihat memasuki area terminal menggunakan sepeda motor melalui salah satu akses gang kampung yang terhubung dengan jalur masuk bus terminal.

“Dan setelah kita lakukan pemeriksaan CCTV, Yang bersangkutan (Fico) memang terlihat berinteraksi dengan seseorang di sisi jalan masuk ke arah kampung di jalur masuk bus terminal,” ungkap Sarah.

Dalam rekaman tersebut, Fico tampak berhenti dan berbincang dengan seseorang selama kurang lebih satu menit. Namun, posisi kamera CCTV yang cukup jauh membuat detail kejadian tidak terlihat secara jelas.

“Namun bagaimana perampasan yang disebutkan oleh yang bersangkutan, tidak terlihat jelas karena situasi malam hari dan pantauan CCTV yang cukup jauh,” ujar Sarah.

Pihak terminal menyebut, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, orang yang berinteraksi dengan Fico diduga bukan petugas maupun bagian dari operasional terminal.

Dugaan Oknum dari Lingkungan Sekitar Terminal

tarif resmi bus mudik Lebaran 2026. Besaran tarif Lebaran tersebut sudah disepakati seluruh PO bus.
tarif resmi bus mudik Lebaran 2026. Besaran tarif Lebaran tersebut sudah disepakati seluruh PO bus. (Surya.co.id/Nuraini Faiq)

Sarah menjelaskan, oknum tersebut diduga berasal dari lingkungan sekitar yang sering berada di area gang kampung dekat jalur masuk terminal.

“Dari pengakuan yang bersangkutan, hpnya diambil ketika yang bersangkutan bertanya, tapi tidak sampai cekcok, HP nya dikembalikan lagi,” kata Sarah.

Meski demikian, pihak pengelola terminal memastikan akan meningkatkan pengawasan demi menjaga keamanan pengguna jasa transportasi.

Terminal Purabaya juga berencana memperkuat koordinasi dengan pihak terkait serta melakukan patroli rutin, khususnya di area jalur masuk terminal yang dinilai rawan pada malam hari.

Kronologi Kejadian

Sebuah video curhatan komika, Fico Fahriza, terkait pengalamannya saat berada di Terminal Purabaya, atau yang lebih populer disebut Terminal Bungurasih viral di media sosial.

Fico mengunggah video di akun TikTok pribasinya @ficofahriza, ia meluapkan kekesalannya atas perlakuan tidak menyenangkan saat menjemput sang ibunda pada dini hari.

Dalam video tersebut, Fico tidak ragu memberikan label negatif pada salah satu terminal tersibuk di Indonesia itu.

Fico mengaku kecewa dengan situasi keamanan dan sikap orang-orang di area terminal yang dinilainya sangat minim empati.

Kejadian bermula ketika Fico tiba di kawasan Terminal Purabaya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari untuk menjemput ibunya yang baru saja tiba.

Karena kondisi terminal yang luas, ibunya mengirimkan foto lokasi keberadaannya agar mudah ditemukan.

Fico kemudian mencoba bertanya kepada seseorang di lokasi tersebut dengan cara yang sopan.

Namun, alih-alih mendapatkan petunjuk, Fico justru mengalami tindakan yang menjurus pada aksi premanisme.

"Kalau ada yang bilang Surabaya kota ter-L itu Bikmoh bukan gue, dan dia udah minta maaf. Tapi buat gue pribadi, Bungurasih dan Purabaya. Premannya L. Najis," tegas Fico dalam video tersebut.

Ia melanjutkan kronologi saat ponselnya tiba-tita direbut dari tangannya.

"Semalam gue jemput nyokap gue jam 2. Nyokap gue foto dia ada dimana. Gue tanya ke orang situ. Sopan gue. ‘Bang ini dimana ya? Coba liat.’ Diambil HP gue," tuturnya dengan nada kesal.

Tak hanya masalah HP yang sempat diambil, Fico juga menyoroti respons orang-orang sekitar yang seolah mewajarkan kondisi tersebut dengan alasan masa lalu yang lebih kelam.

Hal inilah yang membuatnya merasa geram karena merasa keamanan penumpang saat ini tetap tidak terjamin.

"Gue ceritain. Katanya aman itu 10 tahun lalu lebih parah. Gak punya empati. Jadi Bungurasih dan Purabaya itu terminal paling L, dan gue gak bakal minta maaf," ujar Fico menutup pernyataannya dalam video tersebut.

Unggahan Fico tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet.

Banyak netizen yang setuju dan membagikan pengalaman pahit serupa saat berada di Bungurasih.

"Emang sama saya juga," tulis salah satu akun di kolom komentar.

Namun, ada pula perdebatan mengenai lokasi administratif terminal tersebut.

Beberapa netizen mengingatkan bahwa Terminal Purabaya secara geografis berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo, bukan Kota Surabaya.

"Bungurasih/Purabaya itu di Sidoarjo mas," tulis seorang netizen.

Menanggapi hal tersebut, Fico memberikan jawaban singkat namun menohok.

"Yang ngelola Dishub Surabaya."

Secara historis, meski terletak di Sidoarjo, Terminal Purabaya memang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Namun, merujuk pada data terbaru, pengelolaan terminal Tipe A terbesar di Jawa Timur ini telah resmi beralih ke tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI sejak Maret 2022.

Penyerahan ini dilakukan untuk meningkatkan standarisasi pelayanan transportasi darat yang melayani rute Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP).

Terminal Purabaya merupakan urat nadi transportasi utama di Jawa Timur.

Setiap harinya, ribuan penumpang dari berbagai penjuru Pulau Jawa masuk dan keluar melalui terminal ini.

Sebagai Terminal Tipe A, perannya sangat vital dalam mendukung konektivitas metropolitan Surabaya Raya.

Meski status pengelolaannya kini di bawah Satuan Pelayanan (Satpel) Terminal Tipe A Purabaya (Kemenhub), keluhan mengenai praktik premanisme dan keamanan di area terminal masih sering jadi keluhan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.