WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan kemajuan signifikan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka.
Pemprov Sultra memborong penghargaan bergengsi dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Hotel Claro, Kendari, Sultra, Jumat (29/5/2026).
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi langsung kepada kepala daerah yang berprestasi di empat bidang utama, yaitu penanganan pengangguran, kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing.
Provinsi ini berhasil menduduki 5 peringkat terbaik nasional dalam penurunan tingkat pengangguran di tingkat kota dan kabupaten. Selain itu, Sultra juga meraih peringkat 2 terbaik tingkat provinsi dalam kategori Creative Financing.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Gubernur Andi Sumangerukka dalam mendorong inovasi keuangan daerah dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus mempercepat penurunan angka pengangguran di seluruh wilayah Sultra.
Baca juga: Wanita Tewas dalam Kamar Hotel di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi
Dengan raihan penghargaan ini, Sulawesi Tenggara semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu provinsi yang sedang mengalami akselerasi pembangunan dan kemajuan nyata di era kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, acara tersebut adalah penghargaan untuk kepala daerah berprestasi di empat bidang.
Baca juga: Sambut HUT ke-499 Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Mulai 8 hingga 19 Juni 2026
"Dimulai di bidang penanganan pengangguran, kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, dan satu lagi creative financing," kata Tito dalam sambutannya.
Penghargaan ini juga merupakan bagian untuk memberikan insentif kepada kepala daerah yang berprestasi.
Pemerintah pusat juga memberikan insentif berupa bantuan sebesar Rp3 miliar untuk peraih Terbaik I, Rp2 miliar bagi Terbaik II, dan Rp1 miliar untuk Terbaik III.
Penghargaan berbasis regional ini, kata Tito, dibuat agar penilaian berlangsung lebih proporsional karena setiap daerah memiliki karakteristik, kapasitas, dan tantangan pembangunan yang berbeda.
Sebelumnya, Region Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara- Maluku sudah digelar dan beberapa waktu yang lalu. Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di wilayah Jawa-Bali dan Papua.
Dijelaskan Tito, pemenang dinilai secara objektif dengan mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).