Kisah Anggota Gada Membaca Ciamis, Rela Naik Ojek Jarak Jauh demi Borong Novel Tere Liye Gratis
Dedy Herdiana May 30, 2026 09:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Semangat membaca terus ditunjukkan para anggota Komunitas Gada Membaca di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. 

Meski harus menempuh jarak yang cukup jauh, mereka tetap rutin datang untuk meminjam buku dan menambah wawasan melalui berbagai koleksi bacaan yang tersedia secara gratis.

Salah satunya adalah Ruba Fajria Restu, anggota Gada Membaca asal Desa Darmaraja, Kecamatan Lumbung. 

Ruba mengaku rutin meminjam dua hingga tiga buku setiap dua minggu sekali. Jarak yang cukup jauh dari rumah menuju Gada Membaca tidak menyurutkan niatnya untuk datang, meski harus menggunakan jasa ojek.

Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh sejak menjadi anggota. 

Selain menambah pengetahuan, ia juga semakin mengenal berbagai karya sastra dan novel dari penulis ternama Indonesia.

"Saya jadi banyak tahu buku-buku novel yang tersedia di Gada Membaca, seperti karya Tere Liye, Fira Basuki, Ken Ariestyani dan penulis lainnya. Pokoknya saya harus ke Gada Membaca karena banyak buku yang bisa dipinjam secara gratis," ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Kok Perpustakaan di Ciamis Bisa Berbagi Kurban? Kisah Inspiratif Gada Membaca Kawali

Hal serupa disampaikan Arini Haifha Nurhafizah, siswi kelas IX SMP Negeri 1 Kawali yang telah menjadi anggota Gada Membaca sejak masih bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Winduraja.

Pemilik nomor anggota 77 itu mengaku banyak mendapatkan manfaat dari aktivitas membaca yang dilakukannya di komunitas tersebut.

"Manfaat menjadi anggota Gada Membaca, saya bisa mencari ilmu dari buku maupun dari internet yang saya baca. Itu menambah wawasan baru dan kreativitas saya," katanya.

Pembina sekaligus Relawan Gada Membaca Kawali, Agus Munawar, mengatakan kehadiran perpustakaan komunitas tersebut bertujuan memberikan akses literasi yang mudah dan gratis bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.

Menurut Agus, kebiasaan membaca perlu terus ditanamkan sejak dini karena dapat membentuk pola pikir kritis, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan belajar generasi muda.

"Kami sangat mengapresiasi semangat para anggota yang tetap datang meminjam buku meskipun rumahnya jauh. Ini menunjukkan bahwa minat baca di kalangan anak-anak dan pelajar masih tumbuh dengan baik. Gada Membaca hadir untuk menyediakan ruang belajar, ruang membaca, dan ruang bertumbuh bagi masyarakat," ujarnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Gada Membaca. 

Selain koleksi buku yang terus bertambah, komunitas tersebut juga rutin menggelar berbagai kegiatan edukatif untuk mendorong budaya literasi di tengah masyarakat.

"Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga bagaimana seseorang mampu memahami informasi, berpikir kritis, dan mengembangkan kreativitasnya. Kami ingin Gada Membaca menjadi rumah belajar yang terbuka untuk siapa saja," pungkas Agus.(*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.