Detik-Detik Waisak 2026 Jam Berapa? Ini Jadwal dan Rangkaian Acara Lengkap
Abu Hurairah May 31, 2026 12:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM - Perayaan Hari Raya Waisak tahun ini akan jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026. 

Hari Raya Waisak merupakan peringatan suci bagi umat Buddha yang dirayakan setiap tahun pada saat bulan purnama di bulan Waisak, yaitu sekitar April, Mei, atau awal Juni dalam kalender Masehi.

Adapun perayaan Waisak 2026 di Indonesia akan diselenggarakan di kompleks Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah sebagai lokasi utama.

Dalam rangkaian puncak kegiatan perayaan Waisak terdapat detik-detik Waisak yang jadi momen sakral. 
Lantas, Detik-detik Waisak 2026 dimulai jam berapa?Berikut ulasan lengkapnya.
 
Dilansir dari Tribunnews, setiap tahun, ribuan umat Buddha dari berbagai negara berkumpul di lokasi ini untuk mengikuti rangkaian acara Waisak yang sarat makna, mulai dari kegiatan sosial hingga ritual keagamaan yang berlangsung khidmat.

Rangkaian Acara Waisak 2026 di Candi Borobudur

Perayaan Waisak 2026 telah dimulai sejak awal Mei dengan sejumlah kegiatan pendukung yang melibatkan umat Buddha dan masyarakat luas.

Salah satu rangkaian paling sakral adalah kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. 

Prosesi ini dilakukan dengan berjalan kaki secara tertib sambil membawa simbol-simbol suci dalam suasana hening.

Kirab ini bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi melambangkan perjalanan hidup manusia menuju kesadaran dan kebijaksanaan. 

Sepanjang perjalanan, para peserta menjaga sikap tenang, penuh perhatian, dan menghormati setiap langkah sebagai bentuk latihan spiritual langsung. 

Suasana ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang menyaksikan pembukaan perayaan Waisak di Borobudur.

Detik-Detik Waisak

Momen paling sakral dalam seluruh rangkaian Waisak adalah detik-detik Waisak, ketika umat Buddha melakukan meditasi dan doa bersama dalam suasana yang sangat hening, dikutip dari injourney.id.

Pada saat ini, seluruh aktivitas berhenti dan fokus tertuju pada refleksi spiritual mendalam.

Detik-detik Waisak 2570 BE pada tahun 2026 diperkirakan jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 15.44.44 WIB. 

Momen ini menjadi puncak peribadatan umat Buddha yang menandai inti dari seluruh rangkaian perayaan.

Festival Lampion “Lentera Perdamaian”

Setelah ritual utama selesai, perayaan dilanjutkan dengan Festival Lampion Lentera Perdamaian, yang menjadi salah satu momen paling dinantikan masyarakat.

Pelepasan lampion dilakukan pada malam 31 Mei 2026, setelah detik-detik Waisak. 

Dua sesi kegiatan:

  • Sesi I: 18.00 WIB
  • Sesi II: 22.00 WIB

Ribuan lampion diterbangkan ke langit sebagai simbol harapan, doa, dan pelepasan beban batin. 

Sebelum dilepaskan, peserta biasanya menuliskan harapan pribadi pada lampion, menjadikan momen ini penuh makna sekaligus visual yang sangat memukau.

Kehadiran Biksu Thudong di Borobudur

Perayaan Waisak di Borobudur juga semakin bermakna dengan kehadiran Biksu Thudong, yaitu para bhikkhu yang melakukan perjalanan kaki lintas negara sebagai bentuk latihan spiritual.

Pada tahun 2026, perjalanan ini dilakukan dari Bali menuju Borobudur dalam program Indonesia Walk for Peace. 

Perjalanan panjang tersebut mencerminkan kesederhanaan, disiplin, dan keteguhan dalam menjalankan ajaran Buddha, sekaligus menjadi inspirasi bagi umat yang menyaksikannya.

Makna Sejarah Hari Raya Waisak

Waisak bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga momentum spiritual yang mengingatkan umat Buddha pada perjalanan hidup Siddharta Gautama. 

Dari kelahiran, pencapaian pencerahan, hingga wafatnya Buddha, seluruh rangkaian Trisuci Waisak menjadi simbol pembelajaran tentang ketekunan, kebijaksanaan, dan pembebasan dari penderitaan.

Di Indonesia, tradisi Waisak telah berkembang sejak lama dan rutin dipusatkan di Candi Borobudur sejak 1929, dikutip dari https://paud.fip.unesa.ac.id/.

Selain ritual keagamaan, perayaan ini juga diisi dengan kegiatan sosial seperti bakti sosial, meditasi, ziarah, hingga pertukaran doa dan kebajikan antarumat.

Melalui rangkaian Waisak 2026 di Candi Borobudur, nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan kebersamaan kembali ditegaskan. 

Perayaan ini tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjalani hidup dengan kesadaran, welas asih, dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 20 Pantun Hari Raya Waisak 2026 sebagai Referensi Ucapan di Media Sosial

Baca juga: 30 Ucapan Hari Raya Waisak 2026 dari Kutipan Nasihat Bijak Buddha Gautama

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.