Penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung Ditunda, Kontraktor Belum Siap
Cak Sur May 31, 2026 12:32 AM

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Rencana penutupan Jembatan Gondang 1 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), yang semula dijadwalkan pada Jumat (29/5/2026) pukul 16.00 WIB resmi ditunda.

Penundaan dilakukan, karena pihak kontraktor belum siap memulai pekerjaan, akibat keterlambatan kedatangan alat berat yang akan digunakan dalam proyek penggantian jembatan.

Sebelumnya, penutupan jembatan telah diumumkan kepada masyarakat dan instansi terkait, sebagai bagian dari pelaksanaan proyek pembangunan jembatan baru yang menggantikan struktur lama.

Namun hingga waktu yang telah ditetapkan, pekerjaan belum dapat dimulai, sehingga penutupan ditunda dan dijadwalkan ulang pada Selasa (2/6/2026) pukul 14.00 WIB. Penutupan direncanakan berlangsung hingga 11 Desember 2026.

TINJAUAN TERAKHIR - Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila melakukan tinjauan terakhir sebelum penutupan Jembatan Gondang 1, jembatan di jalan nasional Tulungagung-Trenggalek, Jawa Timur, yang akan dimulai dibongkar pada Jumat (29/5/2026) ini hingga 11 Desember 2026. Masyarakat diminta memperhatikan jalur alternatif yang sudah disiapkan.
TINJAUAN TERAKHIR - Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila melakukan tinjauan terakhir sebelum penutupan Jembatan Gondang 1, jembatan di jalan nasional Tulungagung-Trenggalek, Jawa Timur, yang akan dimulai dibongkar pada Jumat (29/5/2026) ini hingga 11 Desember 2026. Masyarakat diminta memperhatikan jalur alternatif yang sudah disiapkan. (Surya.co.id/David Yohanes)

Baca juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Resmi Ditutup Mulai Hari Ini Hingga Desember 2026

Alat Berat Terlambat Datang

Humas PT Permata Alam Sakti selaku kontraktor proyek, Yanto, menjelaskan keterlambatan alat berat menjadi penyebab utama mundurnya jadwal pelaksanaan.

Menurut dia, alat berat jenis jack hammer ekskavator yang dibutuhkan dalam proses pembongkaran jembatan, sebelumnya dijadwalkan tiba di lokasi proyek pada Kamis (28/5/2026).

Namun, alat tersebut harus mengantre karena masih digunakan dalam sejumlah proyek lain.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya, penundaan ini karena keterlambatan alat berat," ujar Yanto.

Ia menambahkan, alat berat akhirnya tiba di lokasi proyek pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, dan saat ini hanya disiagakan di area pekerjaan.

"Untuk sementara alat berat standby dulu di lokasi. Proyek baru akan dilaksanakan tanggal 2 Juni nanti," katanya.

Aparat dan Instansi Sudah Bersiap

Penundaan mendadak tersebut, membuat sejumlah instansi yang sebelumnya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas harus melakukan penyesuaian.

Satlantas Polres Tulungagung, Dinas Perhubungan, hingga Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung, sebelumnya telah menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan untuk mengantisipasi dampak penutupan jembatan.

Bahkan koordinasi lintas daerah juga telah dilakukan dengan berbagai pihak.

Persiapan yang Sudah Dilakukan

  • Satlantas Polres Tulungagung melakukan plotting personel di titik rawan.
  • Koordinasi dilakukan dengan Polres Trenggalek terkait pengalihan arus.
  • Terminal Gayatri berkoordinasi dengan Terminal Trenggalek untuk pengaturan keberangkatan bus.
  • Sosialisasi rekayasa lalu lintas dilakukan oleh jajaran Polsek di wilayah terdampak.
  • Personel Polres Trenggalek disiagakan di Simpang Tiga Durenan untuk pengalihan kendaraan berat.

"Kami sudah plotting personel di titik-titik rawan dan berkoordinasi dengan Polres Trenggalek. Tapi hari ini dibatalkan," kata KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Zainudin.

Menurut Zainudin, informasi penutupan telah disampaikan jauh-jauh hari kepada masyarakat dan seluruh instansi terkait.

"Hari ini kami semua sudah siap, tapi pihak kontraktor yang tidak siap," ujarnya.

Proyek Senilai Rp15,9 Miliar

Jembatan Gondang 1 akan dibongkar dan diganti dengan konstruksi baru, untuk meningkatkan keselamatan serta kapasitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Proyek ini merupakan satu paket pekerjaan bersama pembangunan Jembatan Kaliombo 1 di Kabupaten Kediri.

Total nilai proyek mencapai Rp15,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026.

Dengan jadwal baru yang telah ditetapkan, masyarakat diharapkan memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus yang akan kembali diberlakukan saat penutupan resmi dimulai pada 2 Juni mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.