TRIBUNNEWS.COM - Hasil babak pertama final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Arsenal selesai dengan skor 1-0 berkat gol Kai Havertz, Sabtu (30/5/2026) malam di Puskas Arena, Budapest, Hungaria.
The Gunners menuju sejarah baru yang belum pernah terukir. Tinggal 45 menit lagi babak kedua dalam penentuan gelar Liga Champions pertama mereka.
Arsenal memulai pertandingan. Laga belum satu menit, lini pertahanan PSG mendapat cobaan dari situasi bola mati Arsenal menyusul pelanggaran Hakimi terhadap Trossard.
Tapi bola sundulan Gabriel hanya menghasilkan tendangan gawang.
PSG kemudian mendominasi permainan dengan melakukan umpan-umpan pendek di lini pertahanan mereka untuk memancing para pemain Arsenal melakukan presing.
Pada menit keenam, pencetak gol di final Liga Champions tahun 2021, Kai Havertz mencatatkan namanya di papan skor pertandingan.
Berawal dari clearence Marquinhos yang membentur Trossard, bola berbalik arah ke area pertahanan PSG dan kemudian didapatkan oleh Havertz.
Mantan pemain Chelsea itu kemudian menggiring bola ka kotak penalti dan melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang gagal diantisipasi Safonov.
Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal.
Untuk diketahui, Kai Havertz menjadi pemain ketiga yang mencetak gol di dua final Liga Champions untuk dua klub berbeda, Chelsea dan Arsenal setelah Cristiano Ronaldo (Man United dan Real Madrid), dan Mario Mandzukic (Munchen dan Juventus).
PSG yang tertinggal satu gol menguasai permainan di antar lini dan posisi. Tim asuhan Luis Enrique mengalirkan bola dengan cepat dari antarpemainnya.
Pada menit ke-11, Gabriel melakukan clearence gemilang dengan menggagalkan peluang Kvaratskhelia di kotak penalti.
Dua menit berselang, PSG kembali melakukan percobaan.
Umpan terobosan Nuno Mendes mengarah ke Fabian Ruiz yang berlari menerobos antar lini pertahanan Arsenal.
Ia kemudian melepaskan umpan mendatar, namun gagal dikonversikan menjadi gol karena tidak ada pemain PSG di kotak 16 pass.
Hingga menit ke-15 Arsenal unggul 1-0 atas PSG.
Tak ada peluang yang tercipta setelah itu sampai interval babak pertama pada menit ke-23.
PSG semakin menguasai pertandingan, mendominasi penguasaan bola dalam tempo yang lama, namun mereka belum berhasil menciptakan peluang emas pertama di laag ini.
Lini pertahanan Arsenal di berbagai sisi bermain dengan stabil dan solid sejauh ini.
Pada menit ke-25, laga sempat terhenti karena insiden yang dialami kiper PSG, Safonov.
Berawal dari umpan silang Saka dari sisi kanan, Trossard melakukan tekanan kepada Marquinhos di sisi tengah kotak penalti.
Marquinhos yang hendak menghalau bola di saat bersamaan berbenturan dengan kepala Safonov yang keluar dari areanya.
Safonov mendapatkan tindakan medis dan laga terhenti untuk beberapa menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Pada menit ke-36, Dembele coba melepaskan tembakan percobaan dari sudut kotak penalti di sisi kanan.
Tendangan kaki kiri mantan pemain Barcelona itu dapat diblok oleh Gabriel Magalhaes.
Arsenal tak banyak melakukan upaya di sepertiga akhir lapangan karena ketika mendapat momentum jumlah pemain mereka tak lebih banyak daripada pemain PSG.
Opsi pemain dan ruang minim sehingga berhasil dikuasai oleh pemain PSG.
Tim asuhan Mikel Arteta lebih bertahan.
Sementara di sisi peamin PSG yang berada dalam tekanan bermain dengan kontak fisik. Nuno Mendes melakukan pelanggaran terhadap Saka, dan Hakimi terhadap Havertz.
Jelang jeda turun minum, PSG memiliki peluang dari sundulan Fabian Ruiz dari jarak dekat di kotak penalti. Namun sayang, bola sundulannya masih melambung di atas mistar gawang Raya.
Di masa injury time, Havertz memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan Arsenal. Dia terlepas dari adangan pemain PSG untuk masuk ke kotak penalti.
Tapi sayang, tembakan jarak dekatnya dapat diblok oleh Marquinhos.
Enam menit tambahan waktu berakhir, Arsenal mampu mempertahankan keunggulan satu gol atas PSG.
PSG
Safonov, Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes, Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz, Doucore Doure, Dembele, Kvaratskhelia.
Pelatih: Luis Enrique
Arsenal
Raya, Hincapie, Gabiel magalhaes, Saliba, Mosquera, Lewis-Skelly, Declan Rice, Saka, Odegaard, Trossard, Kai Havertz.
Pelatih: Mikel Arteta
(Tribunnews.com/Sina)