Menag: Sekolah Tidak Ada Guru Agama, Murid akan Dititipkan ke Gereja hingga Masjid
Facundo Chrysnha Pradipha May 31, 2026 04:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengatakan murid yang di sekolahnya tidak punya guru Pendidikan Agama akan dititipkan di rumah ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.

Pasalnya saat ini jumlah guru agama di daerah-daerah di Indonesia masih terbatas.

"Memang kemampuan kita untuk mengangkat guru itu punya keterbatasan," kata Nasaruddin di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (30/05/2026) malam.

Namun, supaya murid tetap dapat belajar agama, pemerintah punya solusi.

"Misalnya daerah-daerah minoritas, guru agamanya di sana enggak ada Muslim, kita titipkan di pengurus masjid ya, untuk diajari mereka. Guru-guru Kristen tidak ada guru agamanya di situ, kita titipkan ke pendeta untuk diberikan penilaian juga. Kemudian juga Katolik, Hindu, Buddha," ujarnya.

Menurut Nasaruddin, keterbatasan jumlah siswa dengan agama tertentu di sebuah sekolah kerap menjadi kendala dalam pengadaan guru agama.

Karena itu, Kementerian Agama menggandeng rumah-rumah ibadah dan tokoh agama setempat untuk membantu proses pembelajaran agama bagi para siswa.

“Tapi yang penting jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak mengenal agama. Harus dengan cara kita sendiri seperti itu," ujar Nasaruddin.

"Insyaallah pemerintah berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anak bangsanya sendiri," pungkasnya.

Pernyataan Nasaruddin ini sendiri merespons permintaan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara dalam jabatannya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) periode 2026-2031.

Baca juga: Menteri Agama Ajak Umat Jadikan Iduladha sebagai Momentum Kepedulian Sosial

Ara baru saja dilantik di GPIB Paulus Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu malam.

Acara itu dihadiri Nasaruddin dan juga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Lewat sambutannya, Ara menyinggung ihwal kurangnya guru-guru agama Kristen di sejumlah daerah.

Ia meminta Kementerian Agama memberi perhatian terhadap kebutuhan guru agama Kristen di sekolah-sekolah agar siswa dapat memperoleh pendidikan sesuai keyakinannya.

"Kelihatannya masih banyak umat Kristen, pak guru-guru juga, Bapak Menteri Agama tolong kalau boleh sekolah-sekolah juga diberikan kesempatan mendapatkan guru-guru agama Kristen yang bisa mengajarkan,” ujar Ara.

“Saya yakin Bapak adalah Menteri Agama yang adil sehingga anak-anak kami juga bisa mendapatkan kesempatan mendapatkan pengajaran agama Kristen di daerah-daerah. Saya doakan kebijakan itu bisa dijalankan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.