Fase Armuzna Berakhir, Menhaj Tegaskan Jamaah Haji Wajib Tuntaskan Thawaf Ifadhah Sebelum Pulang
Sakinah Sudin May 31, 2026 12:22 PM

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH – Berakhirnya fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tidak serta-merta menandai selesainya seluruh rangkaian ibadah haji jamaah Indonesia.

Karena itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menginstruksikan seluruh petugas haji memastikan tidak ada jamaah yang pulang ke Tanah Air sebelum menuntaskan thawaf ifadhah.

Instruksi tersebut disampaikan setelah seluruh jamaah Indonesia yang mengikuti nafar awal maupun nafar tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

"Kami telah memerintahkan seluruh petugas untuk memastikan bahwa setiap jamaah yang belum melaksanakan thawaf ifadhah dapat menyelesaikannya sebelum kembali ke Tanah Air," ujar Gus Irfan dalam konferensi pers di Kantor Daerah Kerja Makkah, Sabtu (30/5/2026) malam.

Menurutnya, thawaf ifadhah merupakan salah satu rukun haji yang wajib ditunaikan sehingga penyelesaiannya menjadi prioritas utama setelah jamaah kembali dari Mina.

Untuk itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diminta melakukan pendampingan dan pemantauan secara intensif, terutama bagi jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jamaah dapat menyempurnakan ibadah hajinya dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan syariat.

Pada kesempatan yang sama, Gus Irfan menyampaikan bahwa Sabtu, 13 Dzulhijjah 1447 H, menjadi penanda berakhirnya fase Mina bagi seluruh jamaah haji Indonesia. jamaah yang mengambil nafar awal telah kembali ke hotel sejak 12 Dzulhijjah

Sementara jamaah nafar tsani diberangkatkan dari Mina menuju Makkah pada Sabtu sore.

"Sebelumnya, jamaah yang mengambil nafar awal telah kembali ke hotel masing-masing di Makkah pada 12 Dzulhijjah," kata Gus Irfan.

"Alhamdulillah, hari ini kami memastikan bahwa pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jamaah haji Indonesia yang berada di Mina telah diberangkatkan kembali menuju hotel masing-masing di Makkah," jelasnya.

Fokus penyelenggaraan haji selanjutnya beralih pada penyelesaian ibadah di Masjidil Haram, termasuk thawaf ifadhah, serta persiapan pemulangan jamaah ke Tanah Air.

Gus Irfan menegaskan, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan jamaah dan kesiapan layanan menjelang fase pemulangan yang akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M memperoleh kuota sebanyak 221.000 jamaah. Setelah seluruh rangkaian puncak haji berjalan dengan baik, pemerintah kini bersiap memasuki fase pemulangan secara bertahap.

Pemulangan gelombang pertama dari Jeddah menuju Indonesia dijadwalkan mulai 1 Juni 2026.

Sementara gelombang kedua akan dimulai 16 Juni 2026 setelah jamaah menyelesaikan rangkaian ibadah dan kunjungan ke Madinah. 

Seluruh proses pemulangan dijadwalkan berakhir pada 30 Juni 2026, dengan kedatangan terakhir jamaah di Tanah Air pada 1 Juli 2026.

Bagi pemerintah, berakhirnya fase Armuzna bukan akhir pelayanan haji.

Justru pada fase inilah perhatian petugas difokuskan untuk memastikan setiap jamaah menuntaskan rukun hajinya dengan sempurna dan dapat kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat, aman, serta membawa predikat haji mabrur. (hasim arfah/mch 2026)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.