TRIBUNTRENDS.COM - Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyoroti rencana perluasan pembelajaran Bahasa Perancis di sekolah yang didorong pemerintah.
Menurutnya, kebijakan tersebut perlu diiringi dengan kesiapan sumber daya pendidikan agar pelaksanaannya berjalan efektif.
Hetifah mengingatkan agar sekolah tidak dibebani program baru tanpa dukungan tenaga pengajar yang memadai.
Ketersediaan guru yang kompeten dinilai menjadi faktor utama yang harus diperhatikan sebelum kebijakan diterapkan secara luas.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penyediaan sarana dan materi pembelajaran yang cukup untuk mendukung proses belajar siswa.
Hetifah menyebut kejelasan skema implementasi juga diperlukan, mengingat penguatan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib baru mulai dijalankan pada tahun ini.
Menurut dia, pemerintah perlu memastikan seluruh kebutuhan pendukung telah tersedia sebelum program dijalankan.
Meski demikian, Komisi X DPR mendukung upaya peningkatan kemampuan bahasa asing bagi peserta didik sebagai bekal menghadapi persaingan global. '
Hetifah menilai penguasaan bahasa asing dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia.
Namun, pembelajaran bahasa asing harus dirancang secara menarik dan menyenangkan agar dapat diterima dengan baik oleh siswa.
Baca juga: Prabowo Instruksikan Wajib Belajar Bahasa Prancis, DPR Sentil soal SDM: Ada atau Tidak Gurunya?
Hetifah menyampaikan, pihaknya mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing peserta didik sebagai bekal menghadapi persaingan global.
Dia menyebut, pembelajaran bahasa asing harus dibuat menarik dan menyenangkan bagi siswa.
"Pendekatan melalui percakapan, permainan, musik, film, budaya, dan teknologi digital akan lebih efektif dibandingkan metode yang terlalu menekankan hafalan dan teori," ucap Hetifah.
Baca juga: Soal Hewan Kurban Prabowo dari APBN, Habiburokhman Klaim Sesuai UU, PBNU: Bukan Kurban, tapi Sedekah
Menurut Hetifah, keberhasilan pembelajaran bahasa asing tidak ditentukan oleh banyaknya bahasa yang diajarkan, tetapi oleh kualitas pengajaran, kesiapan guru, dan minat siswa.
Oleh karena itu, kata politikus Golkar ini, pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan berjalan bertahap dan realistis.
"Dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik," imbuhnya.
Baca juga: Prabowo Wajibkan Belajar Bahasa Perancis, DPR Khawatir Sekolah Terbebani Gara-gara Ambisi Baru
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto kembali mengharuskan anak-anak sekolah mempelajari bahasa asing.
Terbaru, Prabowo ingin anak-anak diajarkan Bahasa Perancis, setelah pada Oktober 2025 menginstruksikan Bahasa Portugis jadi mata pelajaran di sekolah.
Permintaan itu Prabowo sampaikan saat bertemu dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, pada Kamis (28/5/2026) kemarin.
"Sekarang, saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar Bahasa Perancis, melihat perkembangan dunia ke depan," ujar Prabowo.
(TribunTrends.com/Kompas.com)