Iran Tebar Keistimewaan di Selat Hormuz, Kapal China-Rusia Diprioritaskan: Dapat Perlakuan Khusus
Eri Ariyanto May 31, 2026 01:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dikabarkan memberikan perlakuan khusus bagi kapal-kapal yang berasal dari China dan Rusia saat melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk prioritas bagi negara-negara yang dianggap memiliki hubungan strategis dan tidak bersikap bermusuhan terhadap Teheran di tengah konflik yang masih berlangsung.

Sejumlah laporan menyebut Iran membuka akses dan memberikan kemudahan koordinasi pelayaran bagi kapal China dan Rusia, sementara lalu lintas kapal dari negara lain tetap menghadapi pengawasan ketat dan berbagai pembatasan.

Pernyataan itu disampaikan sejumlah pejabat Iran yang menegaskan bahwa kerja sama dengan Beijing dan Moskow akan terus diperkuat sebagai bagian dari kepentingan nasional dan kemitraan strategis jangka panjang.

Langkah Iran tersebut langsung menyita perhatian dunia karena Selat Hormuz merupakan jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global, sehingga setiap kebijakan di kawasan itu berpotensi memengaruhi pasar energi internasional.

Di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil, arus kapal yang melintasi Selat Hormuz memang masih jauh di bawah kondisi normal sebelum konflik pecah.

Keputusan Teheran memberikan prioritas kepada kapal China dan Rusia pun memunculkan spekulasi mengenai perubahan peta kekuatan ekonomi dan politik di kawasan Teluk.

Sejumlah pengamat menilai kebijakan ini menjadi sinyal bahwa Iran semakin mengandalkan dukungan negara-negara mitra strategisnya untuk menghadapi tekanan dari Barat.

Jika diterapkan secara luas, langkah tersebut berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap jalur perdagangan internasional sekaligus mempertegas rivalitas geopolitik yang kini semakin tajam di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Detik-detik Kerbau Kurban Mengamuk di Johor, Satu Pria Tewas Tragis dan Seorang Lagi Terluka

Seperti diketahui, Rusia dan China akan termasuk sejumlah negara yang menikmati hak istimewa saat melintas di Selat Hormuz, kata Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Iran, Ebrahim Azizi.

"Negara-negara strategis, seperti China dan Rusia, akan terus menikmati perlakuan istimewa dan syarat yang menguntungkan pada hal-hal terkait Selat Hormuz," kata Azizi, Sabtu (30/5/2026), dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, Rusia dan China senantiasa mendukung Iran dan bekerja sama dengannya, serta secara konsisten bersama Teheran di masa-masa tersulit.

Oleh karena itu, kata Azizi, kedua negara akan mendapat perhatian khusus saat kapal-kapalnya melintas di Selat Hormuz.

Hak tersebut akan diberikan untuk kapal dagang ataupun tanker asal Rusia dan China.

Lebih lanjut, ketua komisi Parlemen Iran itu menegaskan, Teheran memiliki hak penuh untuk membuat keputusan apapun terkait Selat Hormuz, dan tidak ada satu pihak pun yang boleh mempertanyakan hak tersebut.

"Selat Hormuz memiliki kepentingan geopolitik yang terkhusus bagi kami," kata dia.

"Kawasan tersebut adalah bagian dari perairan teritorial dan geografis kami. Karena itu, Iran memiliki hak untuk membuat keputusan apapun yang dianggap perlu terkait Selat Hormuz, dan tidak ada yang boleh mempertanyakan hak ini," demikian Azizi.

ILUSTRASI KAPAL KONTAINER - Pemerintah Iran dilaporkan mulai menerapkan kebijakan tarif tol untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. (freepik.com/Slon.Pics)

Iran hanya akan buka Selat Hormuz dengan syarat

Pihak Teheran juga menegaskan, pembukaan kembali Selat Hormuz tidak akan dilakukan tanpa syarat. 

Menurut laporan Fars, Iran baru akan membuka selat tersebut setelah blokade AS dicabut, sebagaimana dilansir India Today, Jumat (29/5/2026).

Selain itu, pembukaan Selat Hormuz pun mesti bawah pengaturan Iran sendiri yang bisa mencakup pengawasan, inspeksi kapal, layanan maritim, serta langkah-langkah keamanan.

Fars juga menolak klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengeklaim Iran akan membongkar atau menghancurkan material nuklirnya. 

Sumber-sumber yang dikutip media tersebut menyebutkan, pernyataan Trump tidak berdasar dan menegaskan tidak ada klausul semacam itu dalam memorandum yang tengah dibahas.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.