TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, tampak berbeda dari biasanya, Minggu (31/5/2026).
Meskipun warga mulai berdatangan sejak pagi hari, terpantau banyak lapak ikan yang kosong.
Arus kendaraan yang keluar masuk kawasan pelelangan menambah kesibukan di lokasi tersebut.
Suara pedagang yang menawarkan dagangan berpadu dengan aktivitas tawar-menawar pembeli, menciptakan suasana khas pasar rakyat. Aroma ikan segar pun langsung tercium saat memasuki area TPI.
Namun, di balik sibuknya aktivitas tersebut, pedagang mengaku penjualan ikan belum mengalami peningkatan signifikan.
Momen Hari Raya Idul Adha disebut turut memengaruhi daya beli masyarakat terhadap ikan.
Salah seorang pedagang ikan di TPI Tenda, Ali A Isa, mengatakan bahwa minat masyarakat untuk membeli ikan menurun.
Kondisi ini membuat transaksi penjualan tidak seramai hari-hari biasanya.
"Ikan masih mahal, pembeli juga kurang," kata Ali saat ditemui di TPI Tenda.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ibu dan Anak di Talaga Jaya Gorontalo Dilaporkan Hilang Sejak 22 Mei
Ia menjelaskan, momentum Idul Adha menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat mengurangi konsumsi ikan.
"(Karena) Kurban juga ini sepi orang membeli," ujarnya.
Selain jumlah pembeli berkurang, harga ikan di pasaran saat ini juga cenderung melonjak dibanding kondisi normal.
Ali menyebutkan, harga ikan tuna saat ini mencapai Rp42 ribu per kilogram (kg).
Padahal dalam kondisi normal, harga ikan tersebut biasanya berada di kisaran Rp35 ribu per kg.
"Padahal biasanya di harga normal hanya Rp35 ribu per kg," katanya.
Sementara itu, ikan oci dijual seharga Rp50 ribu per kg, sedangkan ikan cakalang berada di kisaran Rp40 ribu per kg.
Menurut Ali, harga ikan di TPI sangat bergantung pada pasokan dan permintaan pasar yang dapat berubah setiap hari.
"Biasanya kalau murah rata-rata harganya hanya kisaran Rp20-25 rb per kg," jelasnya.
Ia menuturkan, salah satu penyebab harga ikan masih tinggi adalah pasokan dari nelayan yang belum sepenuhnya normal. Sejumlah kapal penangkap ikan dilaporkan belum banyak yang bersandar membawa hasil tangkapan.
Meski demikian, Ali menegaskan bahwa kondisi harga tidak selalu bergantung pada jumlah kapal yang masuk. Dalam beberapa situasi, harga tetap bertahan tinggi meskipun pasokan tersedia karena dipengaruhi oleh mekanisme pasar.
Menurutnya, setiap jenis ikan memiliki peminat masing-masing, sehingga permintaan di pasar selalu berubah mengikuti kebutuhan masyarakat.
"Kalau jenis ikan yang sering laku beda-beda, semua ada pasarnya pak," pungkasnya. (*)