BGN Bongkar Fokus Sebenarnya Program MBG, Bukan Murid Sekolah yang Jadi Prioritas Utama
Tommy Kurniawan May 31, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diperuntukkan bagi siswa sekolah seperti yang selama ini banyak dipahami masyarakat.

Menurut Sony Sonjaya, kelompok yang menjadi prioritas utama program tersebut justru ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita yang berada dalam masa krusial pertumbuhan dan perkembangan.

Saat ini Sony Sonjaya juga dipercaya memimpin Tim Verifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas mengawal pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Dalam berbagai kegiatan konsolidasi bersama pelaksana program, Sony Sonjaya mengaku terus mengingatkan pentingnya memahami sasaran utama MBG agar pelaksanaannya tidak melenceng dari tujuan awal yang telah ditetapkan pemerintah.

"Setiap kali melakukan konsolidasi di daerah, saya selalu menegaskan bahwa penerima manfaat utama program ini adalah kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berada pada fase 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu baru menjangkau peserta didik," kata Sony Sonjaya dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Menurut dia, masih ditemukan sejumlah yayasan maupun mitra pelaksana yang belum memahami secara utuh arah kebijakan program tersebut.

Baca juga: Mendadak Penerbangan Presiden Prabowo ke Roma Berstatus Dibatalkan, Ada Apa?

Baca juga: Dandhy Laksono Beri Respons Menohok ke Mama Yasinta Usai Laporkan Film Pesta Babi ke Polisi

Sebagian besar masih menganggap MBG identik dengan program makan untuk siswa sekolah sehingga fokus pelaksanaan lebih banyak diarahkan ke lingkungan pendidikan.

Sony menilai persepsi itu kemungkinan muncul akibat istilah school meal yang sering dikaitkan dengan program serupa di berbagai negara.

Akibatnya, sejumlah mitra lebih dulu membangun kerja sama dengan sekolah tanpa memahami kelompok prioritas yang menjadi sasaran utama pemerintah.

Padahal, kata Sony, perhatian terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

Kelompok tersebut dinilai membutuhkan intervensi gizi yang memadai untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan, termasuk stunting dan gangguan tumbuh kembang anak.

"Fokus pada kelompok rentan adalah inti dari Program MBG. Ini merupakan investasi besar bangsa untuk menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan," ujarnya.

Karena itu, Sony meminta seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan MBG, mulai dari SPPG, yayasan, mitra pelaksana hingga satuan tugas di daerah, menjalankan program sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyimpang dari sasaran utama program hanya karena mengejar target atau kepentingan tertentu.

"Mengutamakan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita harus menjadi semangat bersama seluruh pelaksana. Jangan sampai tujuan utama program ini bergeser," tegasnya.

Lebih lanjut, Sony mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk saling mengawasi dan mengingatkan agar implementasi Program MBG tetap berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Kita harus menjaga program ini dengan baik karena merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.