SRIPOKU.COM - Menjelang pelaksanaan ujian Asesmen Sumatif Akhir Semester (SAS) Genap, penguasaan materi Sistem Ekskresi Manusia menjadi salah satu indikator utama penentu nilai rapor pada mata pelajaran Biologi kelas 11 SMA.
Soal-soal penalaran (HOTS) berbasis hasil uji laboratorium klinis sengaja disajikan untuk menguji daya analisis logis peserta didik.
Berikut disajikan 15 latihan soal pilihan ganda (A-E) versi terbaru edisi 2026 lengkap dengan kunci jawabannya.
Baca juga: 15 Soal SAS Sejarah Kelas 11 SMA Pergerakan Nasional Indonesia dan Peran Organisasi Awal Abad ke-20
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 1 dan 2!
Seorang pasien melakukan uji laboratorium klinis terhadap sampel urine miliknya karena sering merasa nyeri saat buang air kecil. Hasil uji laboratorium menunjukkan data sebagai berikut:
(1.) Berdasarkan data hasil uji laboratorium di atas, organ ekskresi bagian manakah yang mengalami kerusakan patologis dan apa nama gangguan yang dialami pasien tersebut?
A. Tubulus kontortus proksimal, mengalami diabetes melitus
B. Glomerulus, mengalami albuminuria
C. Lengkung Henle, mengalami diabetes insipidus
D. Tubulus kontortus distal, mengalami anuria
E. Kantong kemih, mengalami hematuria
Kunci Jawaban : B. Glomerulus, mengalami albuminuria
(2.) Mengapa perubahan warna menjadi ungu pada uji Biuret di atas dapat terjadi secara logis dalam sistem filtrasi ginjal?
A. Karena ginjal gagal mereabsorpsi molekul glukosa terlarut di tubulus proksimal.
B. Karena selaput filtrasi glomerulus rusak sehingga molekul protein yang berukuran besar lolos ke dalam urine.
C. Karena terjadi pengendapan kristal kalsium karbonat di dalam saluran ureter.
D. Karena hormon antidiuretik (ADH) gagal mengontrol penyerapan kembali molekul air.
E. Karena adanya infeksi bakteri Escherichia coli yang merombak sel darah merah.
Kunci Jawaban : B. Karena selaput filtrasi glomerulus rusak sehingga molekul protein yang berukuran besar lolos ke dalam urine.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 3!
Seseorang yang tersesat di padang pasir selama 12 jam tanpa cairan minum yang cukup akan mengalami perubahan fisiologis pada tubuhnya. Saat diperiksa, volume urine yang dikeluarkannya sangat sedikit (pekat) dan berwarna kuning tua. Kondisi ini terjadi karena otak merespons dehidrasi dengan memerintahkan kelenjar hipofisis untuk melepaskan suatu hormon ke dalam darah.
(3.) Mekanisme umpan balik hormon yang terjadi untuk mempertahankan homeostasis cairan tubuh pada orang yang mengalami dehidrasi tersebut adalah ....
A. Penurunan sekresi insulin oleh pankreas untuk mempercepat filtrasi zat sisa.
B. Peningkatan sekresi hormon ADH untuk meningkatkan permeabilitas air di tubulus kolektivus.
C. Penurunan sekresi aldosteron untuk menghambat penyerapan kembali ion natrium.
D. Peningkatan sekresi adrenalin untuk memacu filtrasi glomerulus secara massal.
E. Penurunan sekresi ADH sehingga dinding tubulus menjadi kedap air.
Kunci Jawaban : B. Peningkatan sekresi hormon ADH untuk meningkatkan permeabilitas air di tubulus kolektivus.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 4!
Perhatikan beberapa zat sisa berikut:
(4.) Zat sisa hasil proses metabolisme seluler yang pengeluarannya murni dikategorikan ke dalam sistem ekskresi manusia ditunjukkan oleh nomor ....
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 3, dan 4
C. 2, 4, dan 5
D. 2, 3, dan 5
E. 3, 4, dan 5
Kunci Jawaban : B. 1, 3, dan 4
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 5!
Sel darah merah (eritrosit) yang telah tua dan rusak (berumur sekitar 120 hari) akan dirombak di dalam hati. Proses perombakan hemoglobin dari eritrosit tua ini menghasilkan beberapa zat, di antaranya zat besi, globin, dan hemin. Hemin kemudian diubah menjadi zat warna empedu yang berfungsi memberi warna pada feses dan urine.
(5.) Nama zat warna hasil sekresi hati yang memberikan warna kekuningan pada urine dan feses secara berturut-turut adalah ....
A. Biliverdin dan bilirubin
B. Urobilin dan sterkobilin
C. Globin dan bilirubin
D. Hemin dan urobilin
E. Histamin dan biliverdin
Kunci Jawaban : B. Urobilin dan sterkobilin
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 6!
Seorang atlet lari maraton berlari di bawah terik matahari siang hari. Selama berlari, tubuhnya mengeluarkan keringat yang sangat banyak melalui kulit untuk menurunkan suhu tubuh. Namun, atlet tersebut menyadari bahwa frekuensi buang air kecilnya menurun drastis dibandingkan saat ia berada di ruangan ber-AC.
(6.) Hubungan fungsional yang tepat antara aktivitas kulit dan ginjal dalam menjaga kestabilan cairan tubuh berdasarkan ilustrasi di atas adalah ....
A. Kecepatan filtrasi ginjal meningkat tajam saat kulit memproduksi banyak keringat.
B. Saat pengeluaran air lewat keringat tinggi, ginjal akan meningkatkan reabsorpsi air agar tubuh tidak dehidrasi.
C. Kulit dan ginjal bekerja sama mensekresikan hormon ADH secara bergantian ke target organ.
D. Keringat memicu pengeluaran urine yang mengandung kadar protein lebih pekat dari biasanya.
E. Kulit mengambil alih seluruh fungsi pembuangan zat urea tubuh dari nefron ginjal.
Kunci Jawaban : B. Saat pengeluaran air lewat keringat tinggi, ginjal akan meningkatkan reabsorpsi air agar tubuh tidak dehidrasi.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 7!
Ketika kita bernapas di depan sebuah kaca atau cermin, permukaan cermin tersebut akan menjadi buram dan basah oleh titik-titik cairan. Hal ini membuktikan bahwa paru-paru bukan hanya organ pernapasan, melainkan juga organ ekskresi.
(7.) Paru-paru dikategorikan sebagai organ ekskresi karena berfungsi membuang zat sisa hasil respirasi sel berupa ....
A. Gas nitrogen dan oksigen bebas
B. Uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO2)
C. Asam laktat dan gas amonia
D. Karbon monoksida (CO) dan glukosa cair
E. Oksigen cair dan senyawa karbohidrat
Kunci Jawaban : B. Uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO2)
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 8!
Perhatikan tabel proses pembentukan urine di nefron berikut:
(8.) Jika zat yang diuji di laboratorium mengandung asam amino dan glukosa dalam kadar tinggi pada bagian tubulus kontortus distal, maka bagian proses manakah yang mengalami kegagalan fungsi?
A. Proses I, karena tidak mampu menyaring sel darah merah.
B. Proses II, karena gagal menyerap kembali zat-zat yang masih berguna bagi tubuh.
C. Proses III, karena gagal menambahkan zat sisa beracun ke saluran kemih.
D. Proses I dan III mengalami eror penyerapan secara bersamaan.
E. Seluruh proses nefron berfungsi normal tanpa ada kelainan klinis.
Kunci Jawaban : B. Proses II, karena gagal menyerap kembali zat-zat yang masih berguna bagi tubuh.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 9!
Seorang pasien didiagnosis menderita diabetes melitus. Ketika urine pasien tersebut diuji menggunakan larutan Benedict dan dipanaskan, larutan yang awalnya biru berubah warna menjadi merah bata secara pekat.
(9.) Keberadaan zat apakah yang terindikasi di dalam urine pasien tersebut dan apa penyebab biologisnya?
A. Mengandung protein karena kerusakan pembuluh kapiler glomerulus.
B. Mengandung glukosa karena kekurangan hormon insulin yang mengatur kadar gula darah.
C. Mengandung sel darah merah karena infeksi akut pada saluran ureter.
D. Mengandung kristal kalsium karena terlalu banyak mengonsumsi suplemen vitamin.
E. Mengandung zat urea pekat akibat malafungsi kelenjar empedu di hati.
Kunci Jawaban : B. Mengandung glukosa karena kekurangan hormon insulin yang mengatur kadar gula darah.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 10!
Struktur kulit manusia terdiri atas beberapa lapisan, salah satunya adalah dermis (kulit jangat). Di dalam lapisan dermis ini terdapat berbagai struktur penting yang mendukung fungsi ekskresi kulit.
(10.) Kelenjar yang berperan langsung dalam memproduksi keringat yang mengandung air, garam, dan sedikit urea, serta saluran yang membawanya ke permukaan kulit adalah ....
A. Kelenjar sebasea (minyak)
B. Kelenjar sudorifera (keringat)
C. Kelenjar adrenal
D. Kelenjar pituitari
E. Kelenjar limfa
Kunci Jawaban : B. Kelenjar sudorifera (keringat)
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 11!
Sirosis hati adalah kondisi penyakit kronis di mana sel-sel hati yang sehat perlahan rusak dan digantikan oleh jaringan parut. Akibatnya, fungsi hati sebagai organ ekskresi dan detoksifikasi menurun drastis.
(11.) Dampak buruk yang terjadi pada sistem ekskresi tubuh akibat kegagalan hati dalam merombak gugus amina dari asam amino yang beracun menjadi zat yang aman adalah ....
A. Menurunnya kadar asam urat secara drastis di dalam darah.
B. Penumpukan zat amonia beracun di dalam tubuh yang dapat merusak sel otak.
C. Terhentinya produksi sel darah putih secara total di sumsum tulang.
D. Meningkatnya volume urine yang dikeluarkan oleh kantong kemih.
E. Kegagalan kulit dalam memproduksi minyak alami (sebum).
Kunci Jawaban : B. Penumpukan zat amonia beracun di dalam tubuh yang dapat merusak sel otak.
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 12!
Seseorang mengeluhkan gejala sering buang air kecil dalam jumlah yang sangat masif (bisa mencapai 20 liter per hari) sehingga ia terus-menerus merasa haus yang ekstrem (polidipsia). Dokter menyatakan bahwa urine orang tersebut sangat encer dan tidak mengandung glukosa.
(12.) Berdasarkan gejala klinis di atas, pasien tersebut mengalami gangguan ekskresi berupa ....
A. Diabetes Melitus akibat hiposekresi insulin
B. Diabetes Insipidus akibat kekurangan hormon ADH
C. Gagal Ginjal Akut akibat endapan batu kapur
D. Nefritis akibat infeksi bakteri Streptococcus
E. Albuminuria akibat kerusakan filtrasi kapsul Bowman
Kunci Jawaban : B. Diabetes Insipidus akibat kekurangan hormon ADH
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 13!
Di dalam ginjal, setelah urine primer melewati tubulus kontortus proksimal, cairan tersebut akan menuju saluran berbentuk huruf 'U' yang masuk jauh ke dalam bagian medula ginjal, sebelum akhirnya kembali naik menuju korteks. Saluran ini berperan penting dalam mengatur kepekatan urine melalui mekanisme lawan arus (countercurrent).
(13.) Nama bagian saluran berbentuk huruf 'U' pada nefron ginjal tersebut adalah ....
A. Glomerulus
B. Tubulus Kolektivus
C. Lengkung Henle (Ansa Henle)
D. Tubulus Kontortus Distal
E. Kapsul Bowman
Kunci Jawaban : C. Lengkung Henle (Ansa Henle)
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 14!
Nefritis adalah penyakit kerusakan pada nefron yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus. Infeksi ini menyebabkan kerusakan parah pada glomerulus sehingga mengganggu proses filtrasi darah.
(14.) Akibat jangka panjang dari penyakit nefritis yang tidak segera diobati adalah terjadinya akumulasi zat sisa urine masuk kembali ke dalam sirkulasi darah yang beracun, kondisi ini dikenal medis sebagai ....
A. Hematuria
B. Uremia
C. Anuria
D. Glukosuria
E. Nefrolitiasis
Kunci Jawaban : B. Uremia
Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 15!
Kebiasaan kurang minum air putih dan sering menahan buang air kecil dapat memicu pengendapan garam kalsium fosfat atau kalsium oksalat di dalam rongga ginjal maupun saluran kemih. Endapan ini lama-kelamaan akan mengeras seperti kerikil.
(15.) Gangguan ekskresi yang ditandai dengan terbentuknya endapan keras garam kalsium di dalam ginjal sehingga menimbulkan rasa nyeri hebat saat berkemih dinamakan ....
A. Gagal Ginjal
B. Batu Ginjal (Kencing Batu/Nefrolitiasis)
C. Albuminuria Kronis
D. Diabetes Insipidus
E. Nefritis Akut
Kunci Jawaban : B. Batu Ginjal (Kencing Batu/Nefrolitiasis)