- Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di perdagangan awal Asia, setelah konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat memicu kepanikan pasar global.
Pada perdagangan Kamis (28/5/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,06 persen dan diperdagangkan di level 90,51 dolar AS per barel.
Sementara itu, mengutip dari CNA harga minyak mentah Brent melonjak 2,17 persen menjadi 96,34 dolar AS per barel.
Kenaikan ini terjadi hanya beberapa hari setelah harga minyak dunia sempat anjlok lebih dari 7 persen akibat munculnya optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran akan segera mencapai kesepakatan damai yang dapat memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Namun harapan tersebut langsung berubah menjadi kepanikan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan balasan terhadap pangkalan udara militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat langsung mengguncang pasar energi global karena berkaitan erat dengan Selat Hormuz.
Selat sempit ini merupakan jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak bumi dan gas alam cair global melewati kawasan tersebut setiap hari.
Setiap ancaman militer di sekitar Selat Hormuz hampir selalu memicu lonjakan harga minyak karena investor khawatir distribusi energi dunia terganggu.
Saat konflik meningkat, banyak kapal tanker dan perusahaan pelayaran internasional mulai meningkatkan kewaspadaan. Beberapa operator bahkan mempertimbangkan perubahan jalur pengiriman demi menghindari resiko serangan.
Kondisi inilah yang membuat pasar global langsung bereaksi cepat dengan mendorong harga minyak naik tajam.
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana
#viory #HargaMinyakDunia #IranSerangAS #KrisisEnergiGlobal #GeopolitikTimurTengah #InfoInternasional #MinyakMentah #KonflikMiliter #PasarSahamPanik #SelatHormuz #AmerikaIran #Mei2026 #BreakingNews