Umat Buddha Tulungagung Antusias Beri Derma ke Bikku saat  Pindapata, Jelang Puncak Tri Suci Waisak
Rendy Nicko May 31, 2026 04:47 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Umat Buddha Kabupaten Tulungagung menggelar tradisi Pindapata menjelang puncak Tri Suci Waisak, Minggu (31/5/2026). 

Pindapata adalah tradisi memberi derma kepada bhikku yang turun ke tengah masyarakat.

Pindapata dimulai dari Wihara Buddha Loka Tulungagung di Jalan Mayjen Sungkono, Teuku Umar Gang 3 lewat ke wihara lama, simpang empat kemuning, dan kembali ke wihara.

Sepanjang perjalanan umat memberikan derma berupa makanan maupun uang. Derma ini kemudian dimasukkan ke dalam pata atau mangkok.

"Dalam Pindapata ini umat  memberikan  dukungan makanan, karena makanan adalah daya upaya untuk kehidupan tetap sehat," ujar Sugianto Gandika, pembimbing rohani di Wihara Buddha Loka Tulungagung. 

Baca juga: Bukit Tunggangan Trenggalek Tembus 3.000 Pengunjung, Alternatif Wisata Sunrise dan Paralayang

Harapannya, para bhikku tetap bisa menjaga agama Buddha dan membimbing umat ke dalam jalan kebenaran.

Tri Suci Waisak tahun 2026 ini Wihara Buddha Loka Tulungagung hanya mendapatkan 1 bhikku pembina dari Jawa Timur untuk melakukan pindapata. 

Selama perjalanan Pindapata ini tidak hanya umat Buddha, namun juga banyak umat dari agama lain ikut memberikan derma.

"Harapannya dengan derma ini mereka mendapatkan keyakinan, ketekunan dan mendapatkan kebajikan di kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang," sambung Sugianto. 

Puncak puja bakti Tri Suci Waisak dilaksanakan pada detik-detik purnama penuh, pada pukul 15.44 WIB lebih 44 detik. Umat Buddha akan melakukan ritual pembacaan Tripitaka. 

Pada puncak purnama penuh ini umat Buddha akan menggelar meditasi. 

"Puncaknya kami melakukan meditasi di saat purnama penuh,"  tegasnya.

Umat Buddha Tulungagung akan melakukan Attami puja pada Minggu (7/6/2026) di Candi Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu.

Baca juga: Elf Rombongan dari Madura ke Blitar Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, 18 Penumpang Terluka

Attami puja adalah peringatan 7 hari meninggalnya sang Buddha, saat beliau dikremasi. 

Secara administrasi kependudukan, umah Umat Buddha Tulungagung sekitar 750 orang.

Namun jumlah ini tidak valid, karena banyak yang sesuai dengan kolom agama di KTP. 

"Kalau dari KTP, banyak umat yang tidak mencantumkan agama Buddha tapi beribadah di sini. Jumlahnya cukup banyak," tandas Sugianto. 

(David Yohanes/TribunMataraman.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.