Cita-cita Arkananta, Siswa SD Semarang Peraih TKA Peringkat 1 Nasional Ingin Jadi Polisi
raka f pujangga May 31, 2026 06:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di balik senyum polos M Arkananta Abdusalam, siswa kelas 6 SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang, tersimpan daya juang luar biasa yang berhasil mengantarkannya menjadi peraih peringkat pertama Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat nasional tahun 2026 dengan nilai sempurna 200.

Berkat ketekunan mengulas materi sulit selama enam bulan dan untaian doa dari kedua orang tuanya di rumah, bocah yang tinggal di Gayamsari ini tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga memuluskan langkah pertamanya demi meraih cita-cita masa depan menjadi seorang perwira polisi lewat Akademi Kepolisian.

Baca juga: Sosok Arkan, Bocah SD di Semarang Peraih Nilai TKA Terbaik Nasional 2026

Arkan mencatatkan nilai sempurna pada seluruh mata pelajaran yang diujikan.

Ia memperoleh nilai 100 untuk Bahasa Indonesia dan 100 untuk Matematika, sehingga mengumpulkan total nilai 200 dan menjadi peserta dengan capaian tertinggi secara nasional.

Seperti diketahui, TKA menjadi instrumen menjadi syarat baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027.

Arka mengaku tidak menyangka mampu menjadi peraih nilai terbaik tingkat nasional.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras selama kurang lebih enam bulan dalam mempersiapkan diri menghadapi TKA.

"Saya tidak menyangka kalau menjadi yang terbaik se-Indonesia. Kuncinya belajar lebih giat dan beribadah yang utama," ujar Arkan saat ditemui di Semarang, Minggu (31/5/2026).

Ia mengungkapkan selama proses persiapan, dirinya menghadapi tantangan berupa soal-soal yang tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding materi yang biasa dipelajari di sekolah.

"Tantangannya menghadapi soal yang lebih sulit dan belum ada di materi pelajaran," kata siswa kelas 6C di sekolahnya itu.

Selain belajar di sekolah, dia juga mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. 

Mereka mendampingi proses belajar, menyediakan berbagai kebutuhan belajar, hingga mengikutkan bimbingan belajar.

"Di rumah ayah dan ibu membantu untuk lebih memahami pelajaran dan memfasilitasi untuk belajar seperti buku dan lain-lain," ujarnya.

Siswa yang tinggal di kawasan Gayamsari, Kota Semarang itu juga telah menyiapkan langkah pendidikan berikutnya. 

Ia berencana melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 2 Semarang melalui jalur prestasi dengan memanfaatkan capaian TKA yang diraihnya.

Di masa depan, Arkananta bercita-cita menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia melalui Akademi Kepolisian (Akpol).

BERI PENGHARGAAN - Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI), KH Ahmad Daroji memberikan penghargaan bagi siswa SD Hj. Isriati Baiturrahman 1, M Arkananta Abdusalam yang berhasil meraih peringkat pertama Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat nasional tahun 2026, Minggu (31/5/2026).
BERI PENGHARGAAN - Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI), KH Ahmad Daroji memberikan penghargaan bagi siswa SD Hj. Isriati Baiturrahman 1, M Arkananta Abdusalam yang berhasil meraih peringkat pertama Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat nasional tahun 2026, Minggu (31/5/2026). (TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra)

Nilai Sempurna

Kepala SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang, Dr. Sri Lestari, S.Pd., M.Pd., mengatakan capaian tersebut merupakan prestasi luar biasa karena diraih pada level nasional dengan nilai sempurna di seluruh mata pelajaran yang diujikan.

"Atas nama sekolah, kami sangat bangga atas prestasi anak didik kami. Tidak hanya terbaik di tingkat kota atau provinsi, tetapi yang terbaik di level nasional dengan mencapai nilai 100 pada kedua mata pelajaran. Sangat sempurna," ujarnya.

Menurut Sri Lestari, sekolah telah melakukan berbagai langkah persiapan sejak pemerintah menetapkan pelaksanaan TKA. 

Mulai dari sosialisasi kepada guru dan siswa, penyelenggaraan try out internal, hingga menjalin komunikasi intensif dengan orang tua mengenai perkembangan belajar siswa.

"Kami segera melakukan rapat, sosialisasi kepada guru kelas enam, membuat try out internal sebelum try out kedinasan dimulai, dan terus melaporkan perkembangan anak kepada orang tua agar tercipta sinergi yang baik," katanya.

Sri Lestari berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus meningkatkan kemampuan akademik.

Terlebih hasil TKA kini juga menjadi salah satu indikator dalam rapor pendidikan dan akreditasi sekolah.

"Karena TKA digunakan sebagai rapor pendidikan dan akreditasi sekolah, tentu ke depan akan kami siapkan lebih baik lagi," katanya.

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI), KH Ahmad Daroji yang menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara sekolah, yayasan, guru, orang tua, dan siswa.

Baca juga: Hasil TKA SMP Batang Jadi Catatan Serius, Disdikbud Siapkan Strategi Baru

"Kita harus bersyukur karena prestasi ini bukan hanya tingkat kecamatan, kabupaten, atau provinsi, tetapi sudah tingkat nasional. Ini hasil kerja bersama antara yayasan, sekolah, guru, orang tua, dan anak-anak," ujarnya.

Menurut Daroji, prestasi tersebut harus menjadi pemicu bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melahirkan lebih banyak siswa berprestasi di masa mendatang.

"Kami berharap ke depan akan lebih banyak lagi prestasi yang bisa diraih. Ini menjadi bukti bahwa perhatian orang tua dan kerja sama dengan sekolah memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan anak," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.