Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Ada kisah perjuangan yang dilalui para bhikku peserta tradisi Thudong.
Sebanyak 14 bhikku menempuh rute panjang dalam perjalanan spiritual mereka.
Pada Sabtu (30/5/2026) sore, mereka tiba di Klaten sekitar pukul 16.00 WIB.
Di Jawa Tengah, para bhikku melintasi Candi Sima, Kabupaten Jepara, pada 20 Mei 2026 lalu.
Perjalanan mereka kemudian berakhir di Candi Sewu, Kompleks Candi Prambanan, Klaten, Sabtu (30/5/2026) sore, sehari menjelang perayaan Waisak 2026.
Kedatangan rombongan disambut umat Buddha yang sejak siang menunggu di sekitar kawasan candi.
Baca juga: H-1 Waisak, 14 Bhikku Thudong yang Jalan Kaki dari Jepara Akhirnya Tiba di Candi Sewu Klaten
Rombongan bhikku tiba sekitar pukul 16.00 WIB bersama umat, relawan, serta tim pengamanan yang mendampingi perjalanan spiritual tersebut.
Setelah tiba, para bhikku langsung memasuki area Candi Sewu untuk melaksanakan ibadah bersama umat.
Panitia Thudong, Sundoko, mengatakan perjalanan dimulai dari Candi Sima.
Perjalanan panjang itu memang ditargetkan berakhir di Candi Sewu sehari sebelum Waisak.
"Iya, memang itu sesuai dengan target yang kami rencanakan," ujarnya kepada TribunSolo.com.
Ia menjelaskan, rute perjalanan yang ditempuh melintasi sejumlah daerah di Jawa Tengah, mulai dari Jepara, Demak, Semarang, Salatiga, Ampel, Boyolali, hingga akhirnya tiba di Klaten.
Menurut Sundoko, tradisi Thudong tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak 2026.
"Ya, ini memang termasuk salah satu momen. Jadi thudong yang kita laksanakan dalam rangka menyongsong Hari Raya Waisak tahun ini," jelasnya.
Baca juga: Bawa Misi Perdamaian, Ini Potret Bhikku Thudong Mancanegara yang Kunjungi Candi di Klaten
Pantauan TribunSolo.com di lokasi, para bhikku tampak berdoa bersama umat yang hadir di kawasan Candi Sewu.
Perayaan Waisak sendiri dijadwalkan berlangsung di Candi Sewu dan Candi Plaosan pada Minggu (31/5/2026).