TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Konferensi Cabang (Konfercab) NU ke-XXIV telah selesai dilaksanakan di Ponpes Nurul Ulum, Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, pada Minggu (31/5/2026).
Terpilih sebagai Rais Syuriyah dengan mekanisme sistem AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi), yakni KH Abdul Qodir Syam yang merupakan Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso periode sebelumnya.
Kemudian, Ketua Tanfidziyah periode 2026-2031 yang terpilih yakni Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, M.Si.
Sekretaris PWNU Jawa Timur, Muhammad Faqih, menjelaskan bahwa dalam tata tertib pemilihan, jika tidak tercapai musyawarah mufakat, maka harus dilakukan pemungutan suara. Sistem pemilihan tersebut dibagi menjadi dua tahap.
Baca juga: Atasi Keresahan Pengusaha Tape Bondowoso, Diskoperindag Akan Berkoordinasi dengan Perbankan
Yang pertama, pengusulan para calon. Tahap kedua, pemilihan ketua.
Dalam pengusulan calon ini, (kandidat) harus memenuhi 30 persen dari jumlah MWC.
"Di Bondowoso ini ada 22 MWC, artinya syarat minimum dukungannya yakni tujuh MWC," ujarnya usai memimpin sidang pleno.
"Terus ditanyakan kepada hadirin, apakah bisa ditetapkan sebagai ketua? Ternyata bisa, maka ditetapkan sebagai calon ketua untuk mendapatkan persetujuan dari syuriyah terpilih," lanjutnya.
Ia menambahkan, karena syuriyah terpilih ternyata juga sudah menyetujui, maka Syaeful Bahar langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih.
Pantauan di lokasi, dalam tahap pengusulan calon ketua, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, M.Si. menang mutlak dengan mendominasi 19 suara. Sementara itu, Dr. KH Mas'ud Ali, M.Pd.I. hanya memperoleh tiga suara.
Setelah terpilihnya Syaeful Bahar, PWNU Jatim menitipkan pesan mengenai empat garapan utama yang sebenarnya harus dilakukan oleh setiap PCNU, di antaranya bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan.
Hal ini karena dalam menghadapi abad kedua, NU dituntut untuk lebih memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Menurut data survei yang dilakukan tahun 2023, ketika masyarakat ditanya apa yang mereka perlukan, jawabannya adalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi," terangnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso terpilih, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, M.Si., mengatakan bahwa setelah terpilih, pihaknya akan terus mempertahankan tradisi lama yang sudah baik, namun tidak akan menolak inovasi baru yang lebih baik.
Artinya, NU Bondowoso akan berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki, salah satunya melalui program kerja dengan pendekatan saintifik.
"Kita akan membaca potensi di NU, lalu memetakan persoalan yang ada di masyarakat seperti apa. Yang pasti, NU harus melayani," ujarnya.
Berkaitan dengan empat garapan dari PWNU Jatim, pria yang juga merupakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UINSA, tersebut menegaskan hal itu akan menjadi tanggung jawab yang diupayakan untuk dikejar.
Sebab, saat ini NU dinilai masih lebih dominan dalam memberikan pelayanan yang berkaitan dengan aspek ritual dan spiritual saja.
"Kita akan coba belajar bagaimana pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan itu bisa kita perbaiki secara lebih masif ke depannya," pungkasnya.
Baca juga: Dituding Halalkan Korupsi, Ketua DPRD Bondowoso Laporkan Dua Akun TikTok
(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)