Tragedi Kemah Terjadi Lagi, Gadis Remaja Tewas Saat Hendak Berenang di Laut
Noval Andriansyah June 01, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Kendari - Niat hati ingin menikmati segarnya air laut pagi hari, seorang gadis remaja justru tewas di depan teman-temannya.

Baca juga: Sekeluarga Tewas dalam Tenda Camping, 4 Keranda Berjejer di Rumah Duka

Tragedi kemah berdarah kembali terjadi dan menimpa sekelompok remaja asal Kota Kendari yang tengah menghabiskan liburan akhir pekan mereka di destinasi wisata Pulau Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Remaja berusia 18 tahun berinisial GF, dilaporkan tewas mengenaskan setelah tersengat aliran listrik dari kabel lampu hias yang terkelupas pada Minggu (31/5/2026) pagi.

Isak tangis histeris dari rekan-rekan korban langsung memecah keheningan pulau wisata tersebut sesaat setelah petaka itu terjadi sekitar pukul 06.00 Wita.

Dikutip dari TribunnewsSultra.com, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, liburan ini awalnya direncanakan penuh suka cita. 

Korban bersama 11 orang rekannya tiba di Pulau Bokori pada Sabtu (30/5/2026) malam sekitar pukul 18.50 Wita untuk berkemah dan berekreasi melepas penat.

Mereka sempat menghabiskan malam dengan ceria, mendirikan tenda bersama, dan membakar ikan di samping Resto Motaha.

Namun, kegembiraan itu berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam esok paginya.

Saat matahari baru saja terbit, korban bersama dua rekannya, RP (16) dan APP (16), berjalan menuju tepi pantai bersiap untuk berenang.

Nahas, saat hendak masuk ke air laut yang berada tepat di samping bangunan resto, tangan korban tanpa sengaja menyentuh seutas potongan kabel lampu hias yang menggantung bebas.

"Posisi kaki korban saat itu masih berada di dalam air laut. Ketika tangannya memegang potongan kabel tersebut, korban langsung tersengat listrik hingga tangannya lengket pada kabel dan tubuhnya terjatuh membentur tanggul penahan ombak," ujar Kapolsek Soropia, IPDA Firman Akbar.

Melihat korban mendadak kaku dan terjatuh, rekan-rekan korban langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar.

Mereka bergegas mengevakuasi tubuh korban yang sudah terkulai lemas ke daratan.

Namun sayang, takdir berkata lain. Nyawa pelajar yang berdomisili di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Mata, Kota Kendari ini sudah tidak dapat tertolong lagi sebelum sempat mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan pemeriksaan luar sementara yang dilakukan petugas, ditemukan bukti klinis yang menguatkan bahwa korban tewas akibat sengatan listrik bertegangan tinggi.

"Ditemukan adanya luka melepuh akibat sengatan listrik pada telapak tangan sebelah kiri korban. Selain itu, terdapat luka goresan di bagian kepala depan sebelah kiri yang diduga akibat benturan saat korban terjatuh," jelas Firman.

Sekitar pukul 08.30 Wita, suasana haru menyelimuti proses evakuasi jenazah korban yang dibawa menyeberangi pulau menggunakan kapal milik Dinas Pariwisata.

Selanjutnya, jenazah dilarikan menggunakan mobil ambulans Puskesmas Soropia menuju Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari untuk menjalani visum et repertum demi kepentingan penyelidikan.

Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polsek Soropia bersama Tim Identifikasi Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari telah bergerak cepat mengamankan lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Garis polisi pun telah dipasang di sekitar area resto.

Tim penyidik juga tengah sibuk mengumpulkan bahan keterangan dari para rekan korban dan saksi mata yang ada di sekitar lokasi kejadian saat peristiwa memilukan itu berlangsung.

Meski dugaan kuat mengarah pada kecelakaan murni akibat sengatan listrik dari kabel telanjang yang dibiarkan menggantung teledor, pihak kepolisian menegaskan tetap akan mengusut tuntas kasus ini secara hukum.

"Unit Reskrim akan segera melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk mendalami apakah ada unsur kelalaian pengelola dalam pemeliharaan fasilitas listrik di area wisata tersebut, atau adanya faktor lain," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.