BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengusung misi besar yang melampaui sekedar strategi di atas lapangan. Ia juga bertekad menyulap Jakarta khususnya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi ‘neraka' yang menakutkan bagi lawan-lawan skuad Garuda nantinya.
John Herdman memang resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia pada Januari 2026 dan ia baru mulai debutnya sebagai juru taktik pada Maret lalu.
Dalam laga debut menukangi Timnas Indonesia, ia berhasil membawa skuad Garuda keluar sebagai runner-up di FIFA Series Jakarta 2026.
Timnas Indonesia hanya keluar sebagai runner-up seusai mengalahkan Saint Kitts and Nevis 4-0 serta takluk tipis 0-1 dari Bulgaria.
John Herdman memang telah menunjukkan awal yang bagus bersama tim Merah Putih.
Namun, ini belum cukup karena kedatangannya diharapkan bisa membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.
Untuk itu, John Herdman pada Mei dan Juni 2026 ini memanggil setidaknya 44 pemain dalam skuad sementara untuk membangun tim terbaik.
Ini karena ia sekaligus mempersiapkan Timnas Indonesia untuk menghadapi ASEAN Championship 2026 dan juga FIFA Matchday Juni 2026.
Pelatih asal Inggris itu pun bicara blak-blakan terkait pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia pada Mei dan Juni 2026 ini.
Ia mengaku ada dua aspek yang dimatangkan yakni fondasi taktis dan juga kondisi fisik pemain.
Namun, tak hanya kekuatan ini, setelah memimpin dua pertandingan skuad Garuda, ia pun mulai paham potensi pendukung Indonesia.
Untuk itu, ia tak hanya berniat membangun tim yang menakutkan bagi di dalam lapangan hijau saja.
Akan tetapi, ia juga bertekad menghadirkan atmosfer menakutkan buat tim-tim lawan saat Timnas Indonesia main di kandang.
Menurutnya, dukungan suporter Timnas Indonesia saat bermain di Tanah Air selalu luar biasa, dan stadion selalu bergemuruh.
Untuk itu, ia ingin menciptakan kota yang menakutkan buat tim lawan.
Mantan pelatih Timnas Kanada ini menilai atmosfer stadion yang dipadati suporter militan Garuda hanyalah satu komponen.
Ia bertekad bisa menghadirkan kombinasi energi penonton dengan gaya bermain yang intimidatif, sehingga menciptakan kengerian bagi tim lawan setiap datang ke Jakarta.
“Kami juga merasa bisa menjadi yang terbaik dalam atmosfer pertandingan yang kami ciptakan di Jakarta,” ujar John Herdman sebagaimana dikutip BolaSport.com dari YouTube resmi Timnas Indonesia, Minggu (31/5/2026).
Pelatih berusia 50 tahun itu menargetkan agar Jakarta memiliki reputasi sebagai tempat di mana tim tamu tidak akan pernah merasa nyaman.
“Agar tempat ini (Stadion Utama Gelora Bung Karno) menjadi benteng bagi Indonesia bahwa kami tidak pernah kalah di sini,” kata John Herdman.
“Tidak ada yang ingin datang ke sini, kami ingin menciptakan kota yang menakutkan itu, negara yang menakutkan itu, dan itu bukan hanya atmosfer dan energinya,” ucapnya.
Menurutnya, suporter memang memberikan atmosfer luar biasa disetiap pertandingan.
Namun, ini juga harus diimbangi juga dengan skuad yang solid dan kuat apabila Timnas Indonesia ingin bisa menjadi yang terbaik di Asia.
Oleh karena itu, agar bisa menampilkan gaya main yang meneror selama 90 menit.
John Herdman saat ini mematangkan tim dalam fondasi taktis dan juga fisik.
Bahkan ia dan tim pelatih juga memberikan perhatian khusus kepada para pemain yang harus menempuh perjalanan udara hingga 20 jam dari Eropa.
Untuk itulah, sistem penanganan pemain bergaya Formula 1 atau F1 Pit Stop diterapkan.
Ini karena begitu pemain mendarat mereka langsung masuk ke sistem performa tinggi yang telah disiapkan tim medis dan sport science agar siap bertempur tanpa kendala kelelahan.
“Para pendukung yang membawanya, tetapi juga gaya bermain sepak bola yang kami tampilkan di sini yang membuat tim-tim AFC tidak ingin datang ke Indonesia dan kita bisa menjadi yang terbaik dalam ilmu olahraga,” tuturnya.