Update Kakak Beradik Terseret Ombak Pantai Seruni Payangan Jember, Baru 10 Hari Pulang Kampung
Sudarma Adi June 01, 2026 01:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Korban terseret ombak Pantai Seruni Payangan merupakan pekerja di Bali.

Keduanya, Barokatul Hidayat (28) dan Rifki (22) baru tiba di Jember menjelang perayaan Idul Adha.

Keduanya tiba di rumah di Desa Suci Kecamatan Panti, Jember, Rabu (20/5/2026) malam.

Baca juga: Update Pencarian Kakak Beradik yang Terseret Ombak di Pantai Seruni Payangan Jember, Gunakan Drone

"Malam Kamis sebelum Hari Raya Idul Adha itu sudah nyampe sini. Baru 10 hari di rumah," ujar Musrihatul Hasanah, istri Barokatul Hidayat, Minggu (31/5/2026).

Barok, demikian panggilan akrab Barokatul, dan sang adik Rifki merupakan kakak beradik asal Desa Suci yang sehari-hari bekerja di Bali.

Secara berkala, Barok pulang ke Jember untuk menjenguk istri dan anaknya.

Termasuk sepekan sebelum Idul Adha, Barok dan Rifki juga pulang kampung.

Hingga akhirnya Sabtu (30/5/2026), Barok mengajak sang istri untuk berlibur ke pantai.

"Mas Barok maksa ngajak ke pantai. Saya sudah melarang, saya bilang 'bahaya main di pantai', tetapi tetap ngajak," ujar Musrihatul.

Dia pun menuruti keinginan sang suami. Barok berboncengan dengan istri dan anaknya yang masih usia 6 tahun.

Dia pun mengajak sang ayah, Imam Syafii dan adiknya Rifki.

Keduanya berangkat sekitar Pukul 10.30 Wib, setelah sang anak pulang sekolah TK.

Ketika di pantai, satu keluarga itu main air dan mandi di laut.

Baca juga: Kakak Beradik di Jember yang Terseret Ombak Ternyata Baru Pertama Kali ke Pantai Seruni Payangan

"Awalnya Rifki yang keseret ombak adiknya, Rifki. Suami saya meluk dia (berusaha menolong)," imbuh Musrihatul.

Rupanya arus yang keras menyeret kakak beradik tersebut.

Peristiwa yang terjadi di depan mata Musrihatul itu membuatnya syok.

"Terjadi di depan mata saya. Karenanya saya juga mau ikut njebur ke pantai, saya mau nolong suami," ujarnya sambil tergugu.

Ditemui di rumah sederhana sang bulik, Musrihatul masih kerap menangis dan kondisinya lemas.

Setiap menemui tamu, dia tak kuasa menahan air mata.

Musrihatul dan Barok berasal dari keluarga sederhana. Sang suami adalah tulang punggung keluarga.

"Mas Barok itu apa saja dikasih buat keluarga, orang baik. Kerja untuk keluarga," lanjutnya.

Sejumlah saudara mengakui keluarga itu merupakan keluarga pekerja keras.

Untuk memperbaiki ekonomi keluarga, Barok bekerja di Bali. Beberapa bulan lalu, dia bisa merenovasi rumah yang ditempati istri dan anaknya.

Pencarian

Sampai Minggu (31/5/2026) siang, pencarian pada dua wisatawan terseret ombak masih dilakukan.

Pencarian yang dilakukan sejak kemarin sore, masih belum membuahkan hasil.

Pencarian melibatkan tim gabungan dari Pos SAR Jember, BPBD Jember, juga relawan Rimba Laut. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.