Abaikan Larangan Anak, Lansia di Boyolali Tewas Seusai Makan Sate Misterius
Noval Andriansyah June 01, 2026 01:25 AM

Tribunlampung.co.id, Boyolali - Firasat seorang anak yang meminta orang tuanya untuk tidak menyentuh makanan kiriman misterius berakhir menjadi duka yang teramat mendalam.

Baca juga: Bos Sate Boyolali Tak Kuasa Saksikan Jenazah Putri Tercinta Masuk Liang Lahat

Seorang lansia berinisial A (57), warga Dukuh Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya pada Selasa (19/5/2026) pagi, setelah nekat menyantap sate ayam yang diantar oleh ojek online.

Kematian tragis yang mendadak ini langsung memicu kegemparan luar biasa di tengah masyarakat. Kini, aparat kepolisian tengah bekerja keras menyelidiki dugaan kasus keracunan maut yang merenggut nyawa korban dengan cara yang begitu memilukan.

Dikutip dari TribunSolo.com, cerita kelam ini bermula pada Senin (18/5/2026) sore, ketika sebuah paket sate ayam tiba di rumah korban.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, makanan tersebut awalnya disebut-sebut dikirim oleh anak menantu korban sendiri yang berinisial P, yang berdomisili di Kartasura.

Kejanggalan demi kejanggalan pun mulai bermunculan malam harinya. P ternyata sempat datang langsung berkunjung ke rumah korban untuk menjenguk mertuanya itu sambil membawa oleh-oleh roti.

Sebelum sate ayam itu telanjur disantap, korban sebenarnya sempat menelepon anaknya yang lain untuk memberi tahu soal kiriman makanan tersebut.

Saat mendengar cerita itu, sang anak seketika merasa tidak enak hati dan langsung melarang keras orang tuanya memakan sate itu, karena asal-usul pengirimnya belum benar-benar jelas.

Namun sayang, peringatan dan kekhawatiran sang anak diabaikan. Keesokan harinya, petaka yang ditakutkan benar-benar terjadi.

Korban ditemukan sudah terbujur kaku tak bernyawa dengan kondisi pakaian yang dipenuhi muntahan sisa makanan.

Tanda-tanda bahwa korban tewas akibat racun mematikan terlihat sangat jelas pada jasadnya.

Selain mulut yang mengeluarkan busa, pihak keluarga dirundung kengerian setelah melihat kondisi fisik korban, di mana area mulut dan daun telinganya tampak berubah warna menjadi biru pekat.

Digerogoti rasa curiga yang teramat besar atas kematian yang tidak wajar ini, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi dengan Polsek Ngemplak pada Kamis (21/5/2026).

Setelah mengumpulkan tekad, kasus dugaan pembunuhan lewat makanan ini resmi dilaporkan ke Polres Boyolali pada Senin (25/5/2026).

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan demi mengungkap tabir gelap di balik sate maut ini.

Sejumlah saksi diperiksa intensif dan barang bukti di lokasi kejadian langsung diamankan. Hingga saat ini, sudah ada tiga orang saksi yang dimintai keterangan secara maraton.

Puncaknya, demi mencari keadilan bagi korban dan menemukan zat beracun yang merenggut nyawanya, tim Dokkes Polda Jawa Tengah bersama Polres Boyolali terpaksa melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban pada Sabtu (30/5/2026).

Di tengah suasana haru keluarga, tim dokter forensik langsung melakukan otopsi terhadap jenazah di tempat pemakaman umum setempat guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.