Peta Persaingan Piala Dunia 2026: Jerman Diunggulkan, Belanda dan Prancis Hadapi Tantangan Berat
Aurora Nightingale June 01, 2026 04:20 AM

Peta kekuatan dan persaingan negara-negara peserta Piala Dunia 2026 mulai terlihat, dengan masing-masing tim menghadapi tingkat kesulitan yang berbeda. Beberapa negara diprediksi bakal menjalani fase grup yang berat, sementara lainnya berpotensi melenggang lebih mudah.

Pengamat sepak bola Jerman, Adrian, dari Spieltag Indonesia, menilai bahwa persaingan paling ketat akan terjadi di Grup I.

Grup ini diisi oleh Prancis, yang dalam dua edisi Piala Dunia terakhir selalu mencapai partai final, termasuk sekali menjadi juara. Selain itu, ada Senegal, tim kuat Afrika yang diperkuat oleh Sadio Mane dan berstatus juara Piala Afrika tahun ini, yang menjadi modal berharga menjelang Piala Dunia 2026.

Norwegia juga turut memperkuat grup ini. Tim asal Skandinavia tersebut kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun dan kini diperkuat oleh generasi emas mereka, termasuk Martin Odegaard dan Erling Haaland, yang diharapkan menjadi tumpuan utama di turnamen nanti.

Norwegia bahkan menjadi penyebab kegagalan timnas Italia tampil di Piala Dunia 2026 untuk ketiga kalinya secara beruntun, setelah menang telak di San Siro tahun lalu dan finis sebagai pemuncak klasemen kualifikasi. Italia yang hanya menjadi runner-up harus melalui babak play-off, namun akhirnya tersingkir setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina.

“Kalau bicara grup paling berat, saya pilih Grup I yang berisikan Prancis, Senegal, Norwegia, dan Irak,” ujar Adrian dalam podcast Tribunnews pada Minggu (31/5/2026).

“Kita tahu Prancis dalam dua edisi terakhir selalu melaju ke final, satu kali juara dan satu kali runner-up. Performa mereka luar biasa, baik di Euro maupun Piala Dunia, jadi mereka tetap jadi favorit. Tapi di grup ini mereka bertemu Senegal yang baru saja juara Piala Afrika 2026,” lanjutnya.

“Norwegia dengan generasi emasnya bisa menjadi ancaman serius, apalagi ini Piala Dunia pertama bagi mereka. Jadi pasti tampil habis-habisan. Ditambah lagi ada Irak yang berhasil lolos lewat jalur play-off,” tambah Adrian.

Menurutnya, meskipun Prancis menjadi unggulan utama, mereka tetap harus waspada terhadap potensi kejutan dari Senegal dan Norwegia. Kedua tim tersebut bisa menjadi batu sandungan bagi Les Bleus, sementara Irak akan tampil tanpa tekanan karena sudah mencatat sejarah dengan lolos ke turnamen ini.

“Unsur kejutan bisa hadir dari grup ini. Prancis dengan skuad bintangnya tidak boleh meremehkan Senegal dan Norwegia. Bahkan Irak pun bisa tampil lepas karena mereka sudah mencapai tahap bersejarah,” jelasnya.

Adrian menilai bahwa Grup I merupakan grup tersulit di antara semuanya. Namun, di sisi lain, ada pula grup yang relatif lebih mudah, yakni Grup E yang diisi oleh Jerman, Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi kejutan dari Grup F, yang berisikan Belanda, Jepang, Swedia, dan Tunisia.

“Belanda di bawah Ronald Koeman tampil sangat stabil. Dari lini belakang, kiper, bek, hingga gelandang, kualitasnya merata, hanya lini depan yang masih agak kurang,” ujar Adrian.

“Jepang di dua Piala Dunia terakhir tampil luar biasa. Mereka memiliki generasi emas seperti Norwegia dan konsistensi di bawah Hajime Moriyasu. Permainan mereka bahkan sudah setara, bahkan bisa melampaui beberapa tim Eropa,” lanjutnya.

“Grup ini lengkap. Belanda sebagai tim besar yang selalu konsisten di turnamen besar, ditambah Jepang dan Swedia sebagai kuda hitam,” tambahnya.

Adrian pun memprediksi bahwa meskipun Grup F cukup ketat, Belanda tetap berpeluang besar untuk keluar sebagai juara grup.

“Saya melihat Belanda akan menjuarai Grup F,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.