Ritual Yadnya Kasada Gunung Bromo 2026: Intip Pengukuhan Dukun Pandita hingga Larung Sesaji
Sarah Elnyora Rumaropen June 01, 2026 08:35 AM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Ahsan Faradisi

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Rangkaian ritual sakral Yadnya Kasada 1948 Saka atau tahun 2026 di kawasan Gunung Bromo resmi dimulai.

Salah satu agendanya ditandai dengan pengukuhan tiga Dukun Pandita baru di Pura Luhur Poten, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Tiga pemimpin spiritual umat Hindu Tengger tersebut, dikukuhkan setelah dinyatakan lulus melewati serangkaian ujian adat, sebelum nantinya memimpin jalannya puncak prosesi larung sesaji ke kawah Gunung Bromo.

Asal-usul Tiga Dukun Pandita Baru

Pengukuhan tiga Dukun Pandita baru dalam rangkaian Yadnya Kasada berasal dari tiga wilayah berbeda, yakni dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura; Desa Pandansari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo; dan Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto mengatakan, jika pengukuhan Dukun Pandita merupakan salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan Yadnya Kasada.

Baca juga: 3 Pelaku Ditangkap Polres Probolinggo Terkait Pencurian Koper Turis Thailand saat Liburan di Bromo

"Rangkaian Yadnya Kasada diawali dengan berbagai tahapan ritual, termasuk ujian calon Dukun Pandita kawasan Tengger. Setelah dinyatakan memenuhi syarat," kata Bambang, Senin (1/6/2026).

"Setelah memenuhi syarat, mereka kemudian dikukuhkan untuk menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada umat," imbuhnya.

Keberadaan Dukun Pandita, lanjut Bambang, memiliki peran strategis dalam menjaga kelangsungan tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai spiritual masyarakat Tengger.

"Mereka bertugas memimpin berbagai ritual keagamaan dan menjadi pengayom umat dalam kehidupan sehari-hari," jelas Bambang.

Puncak Ritual di Kawah Gunung Bromo

Setelah prosesi pengukuhan, menurut Bambang, rangkaian Yadnya Kasada dilanjutkan dengan pelayanan kepada umat yang akan melaksanakan ritual labuh sesaji.

"Puncak perayaan ditandai dengan prosesi menuju kawah Gunung Bromo untuk melarung hasil bumi, ternak, dan berbagai persembahan sebagai ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi atas berkah yang telah diberikan dalam satu tahun," ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Jatim Lakukan Ground Breaking Penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger di Gunung Bromo

Tradisi larung sesaji ini menjadi simbol pengorbanan, rasa syukur, serta penghormatan masyarakat Tengger terhadap leluhur dan alam semesta.

Seluruh rangkaian kegiatan Yadnya Kasada kemudian ditutup pada keesokan harinya dengan doa bersama.

"Melalui Yadnya Kasada dan pengukuhan Dukun Pandita ini, keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam dapat terus terjaga," pungkasnya.

Pengukuhan 10 Tokoh Penting

Selain pengukuhan pemimpin spiritual, sebanyak 10 tokoh dikukuhkan dalam perayaan malam resepsi Yadnya Kasada 2026.

Dari 10 tokoh itu dikokohkan sebagai tamu kehormatan warga suku Tengger, Minggu (31/5/2026).

Tamu kehormatan itu di antaranya, Dandim 0820 Letkol Arh Peppy Ribut Yudo Apriyanto beserta Istri, Dan Yon TP 836 / Brama Yodha beserta istri, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri beserta Istri, lalu Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif beserta Istri, Kajari Probolinggo Mohammad Anggidigdo, serta Ketua dan Wakil TP PKK Kabupaten Probolinggo.

Baca juga: Jalur Bromo Via Malang Rawan Kecelakaan, Satlantas Polres Malang Pasang Puluhan Banner Imbauan

Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Dukun Pandita Romo Sutomo, didampingi Kepala Desa Ngadisari Sunaryono beserta Istri di Gedung Pendopo Agung, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif mengutarakan rasa terima kasih dan bangganya atas terpilihnya menjadi Tokoh Kehormatan warga Tengger.

"Karena terpilih sebagai tokoh kehormatan, ini artinya menambah beban tanggung jawab lebih bagi kami. kami harus turut menjaga agar wilayah Tengger aman dan tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan menarik," kata AKBP Latif.

Harapan Keterlibatan Wisatawan di Masa Depan

Sementara itu, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan, jika momentum Yadnya Kasada memang ditunggu oleh para wisatawan Gunung Bromo dan bahkan ritual dalam perayaannya juga sudah dikenal luas.

"Besar harapan kami nanti kedepannya, kita sedang mencari cara bagaimana wisatawan bisa turut untuk menyaksikan dan mengikuti ritual Yadnya Kasada," ujar Gus Haris, sapaan akrab Bupati Probolinggo.

"Terkhusus bagi 10 tokoh yang dikukuhkan sebagai tamu kehormatan, kami berharap sinergitas untuk menjaga keamanan, kelestarian dan kondusifitas wilayah Gunung Bromo makin lebih terjalin," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.