Kompleks Pasar Berguncang Hebat, 5 Korban Dikabarkan Tewas, Diduga Bom Perang Dunia II Meledak
M.Risman Noor June 01, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ledakan diduga dari bom Perang Dunia II mengguncang Kompleks Pasar Ikan Biak, Papua.

Ledakan terjadi pada Minggu (31/5/2026) mengakibatkan 5 orang tewas dan 3 orang hilang.

Tak hanya itu, sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan akibat ledakan di siang bolong.

Tak dalam rekaman tersiar di media sosial, ledakan terjadi cukup dahsyat.

Baca juga: 7 Fakta Kasus Meninggalnya Mantan Polisi Tembak Warga di Kalteng, Sempat Hendak Kabur dari Lapas

Baca juga: Kini Tewas, Ini Drama Kaburnya Polisi yang Tembak Mati Warga Banjarmasin dari Penjara, Todong Sipir

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan padat penduduk di sekitar Kompleks Pasar Ikan Biak, Papua, pada Minggu (31/5/2026).

Peristiwa yang menggegerkan warga tersebut terekam dalam video amatir dan kini viral di berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman berdurasi 13 detik yang beredar luas, terlihat kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi disertai kobaran api yang mencapai lebih dari enam meter ke udara.

Kekuatan ledakan juga tampak melontarkan puing-puing bangunan ke berbagai arah, memicu kepanikan warga sekitar.

Berdasarkan dugaan sementara, ledakan tersebut dipicu oleh bom aktif sisa peninggalan Perang Dunia II. Meski demikian, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Sejumlah informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan ledakan kemungkinan berkaitan dengan aktivitas pembuatan bom ikan.

Kawasan tersebut diketahui selama ini kerap dikaitkan dengan praktik perakitan bom ikan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan mesiu dari bom militer bekas peninggalan perang.

Rumah Warga Rusak Parah

Dampak ledakan dilaporkan cukup parah. Dalam video lanjutan yang beredar, sejumlah rumah di sekitar lokasi kejadian tampak mengalami kerusakan berat.

Beberapa bangunan bahkan terlihat miring dan bergeser dari posisi semula akibat kuatnya gelombang kejut yang ditimbulkan ledakan.

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung berhamburan keluar rumah setelah mendengar suara dentuman keras yang mengguncang lingkungan permukiman.

Jajaran personel TNI dan Polri masih melakukan evakuasi, pencarian korban, serta pendataan kerusakan rumah pasca-ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan pesisir Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026) sore.

Tewaskan 5 Warga, 3 Korban Masih Dicari

Korban tewas akibat ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus bertambah.

Hingga Minggu (31/5/2026) malam, ledakan tersebut dilaporkan menewaskan lima warga dan menyebabkan tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi atau Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, empat dari lima warga yang meninggal dunia telah dievakuasi ke RSUD Biak dan satu korban lainnya ke RSAL Biak.

“Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan, yang terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” kata Kombes Pol Cahyo Sukarnito dalam siaran pers tertulis, Minggu (31/5/2026) malam

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan berat pada sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Cahyo, sedikitnya enam unit rumah mengalami kerusakan berat akibat kuatnya gelombang ledakan yang mengguncang kawasan permukiman tersebut.

“Petugas saat ini masih melakukan pendataan dan asesmen lebih lanjut, terhadap dampak material yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut,” ucapnya.

Pihak kepolisian bersama TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait masih melakukan pengamanan lokasi, pendataan korban, dan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.

Katanya, berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lapangan, ledakan terjadi di sekitar area bawah salah satu rumah panggung di kompleks tersebut.

Tim gabungan hingga kini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledakan guna mencari korban yang belum ditemukan sekaligus mengumpulkan berbagai barang bukti yang dapat membantu proses penyelidikan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel Senin 1 Juni 2026, Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah saat Siang Hari

Polisi Masih Selidiki Penyebab Ledakan

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan pihaknya masih melakukan identifikasi terhadap korban yang ditemukan di lokasi ledakan.

Namun hingga saat ini, jumlah pasti korban maupun identitas seluruh korban masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh tim yang berwenang.

Sementara itu, korban yang telah ditemukan langsung dievakuasi guna mendapatkan penanganan lebih lanjut serta menjalani proses identifikasi sesuai prosedur.

Untuk kepentingan penyelidikan, Tim Identifikasi Forensik (Inafis) bersama unit teknis lainnya melakukan Treatment Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dengan mengumpulkan berbagai barang bukti guna mengungkap penyebab ledakan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan sumber maupun pemicu ledakan karena proses investigasi masih berlangsung.

“Kami sudah melakukan sterlisasi TKP dan identifikasi bersama dengan seluruh aparat. Ada beberapa rumah yang kondisinya rusak dan kami juga mengidentifikasi beberapa korban. Tentunya kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya, nanti akan kami laporkan lebih lengkap setelah hasil laboratorium dan penyelidikan keluar,” paparnya.

Kapolres menjelaskan, sesaat setelah menerima laporan adanya ledakan, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.

“Kami mendapat laporan dan juga mendengar adanya suara ledakan, sehingga kami langsung menuju ke TKP. Setibanya di lokasi, kami mengonfirmasi bahwa memang telah terjadi sebuah ledakan,” ujar Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan awal, ledakan tersebut menyebabkan kerusakan material pada sejumlah rumah warga yang berada di sekitar titik kejadian. Besarnya gelombang kejut mengakibatkan beberapa bangunan mengalami kerusakan berat, sementara aparat masih berupaya memastikan penyebab pasti insiden yang menggemparkan warga Biak tersebut.

Aparat kepolisian meminta masyarakat untuk tidak mendekati lokasi ledakan dahsyat yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026).

Langkah tersebut dilakukan guna menjamin keselamatan warga sekaligus mendukung proses penyelidikan yang masih berlangsung di lokasi kejadian. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajarannya telah melakukan sterilisasi area dan memasang pengamanan di sekitar titik ledakan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat sekitar wilayah ataupun area tersebut agar tidak mendekati lokasi terlebih dahulu. Kami masih melakukan proses TPTKP dan sterilisasi setelah pengamanan TKP,” imbuhnya.

Kapolres juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, setiap perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara resmi kepada publik.

Sementara itu, korban yang ditemukan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan dan proses identifikasi sesuai prosedur yang berlaku.

Aparat gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap empat warga yang dilaporkan hilang pasca-ledakan, sembari mengungkap penyebab pasti insiden yang mengguncang kawasan permukiman pesisir tersebut.

( Tribun-Papua.com /banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.