Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 dengan penuh khidmat.
Upacara yang menjadi agenda nasional ini dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.
Kegiatan yang berlangsung tepat pukul 07.30 WIT diikuti jajaran pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan ASN dan tokoh masyarakat.
Baca juga: Ledakan Bom di Biak: Kronologi, Daftar Identitas Korban, hingga Dugaan Masih Adanya Bom di Lokasi
Suasana upacara tampak tertib, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi ruh dari Pancasila itu sendiri.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan pidato yang sarat akan pesan kebangsaan.
Dia menegaskan, 1 Juni bukanlah sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi mendalam agar api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.
"Tema peringatan tahun ini adalah Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Ini adalah pernyataan tegas bahwa, nilai-nilai luhur kita tidak hanya menjaga keutuhan dalam negeri, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan dunia akan perdamaian yang abadi," kata Meki Nawipa dalam sambutannya, Senin, (1/6/2026).
Baca juga: Eks Bintang Persipura Titus Bonai Jagokan Argentina di Piala Dunia, Sampai Bikin Tato Lionel Messi
Meki menekankan, di tengah ketidakpastian global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila berperan sebagai jangkar moral, dan bintang penuntun.
Menurut dia, Indonesia telah membuktikan diri sebagai contoh keberagaman yang berhasil disatukan.
Lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik di Indonesia membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk mencapai kemajuan.
Meki juga menyoroti tanggung jawab konstitusional Indonesia dalam kancah internasional.
Sesuai amanat UUD 1945, Indonesia berkomitmen menjaga ketertiban dunia melalui kebijakan luar negeri yang bebas aktif.
Baca juga: Lima Korban Ledakan Bom di Biak Dimakamkan Satu Lubang di Pemakaman Inggiri
"Kontribusi pasukan perdamaian kita di bawah bendera PBB dan peran dalam mediasi konflik adalah pengejawantahan nyata dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," ujarnya.
Dalam pesannya kepada para kepala daerah dan aparatur sipil negara, Gubernur menegaskan agar Pancasila diwujudkan dalam setiap kebijakan publik yang lahir.
Dia menginstruksikan agar setiap kebijakan harus memberikan rasa keadilan, menjamin hak masyarakat kecil, dan memastikan tidak ada warga yang merasa ditinggalkan oleh negara.
"Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi pajangan di dinding kantor. Saya mengajak seluruh elemen, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan melawan segala bentuk intoleransi serta radikalisme yang dapat memecah belah bangsa," tegas Meki.
Baca juga: SK Caretaker KNPI Biak Numfor Kadaluwarsa, Kelompok Cipayung Desak KNPI Papua Bertindak Cepat
Dengan semangat kebangsaan yang tinggi, Meki berharap, peringatan ini mampu memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan kontribusi nyata daerah dalam mensukseskan visi Indonesia emas di masa depan.
"Selamat Hari Lahir Pancasila, Jayalah Indonesiaku, Merdeka," pungkasnya. (*)