Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Umum Garda Mawar, Fauka Noor Farid, menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah lama rutin menyalurkan hewan kurban menggunakan dana pribadi, bahkan jauh sebelum menjabat sebagai Presiden maupun Menteri Pertahanan.
Pernyataan itu disampaikan Fauka saat menanggapi polemik terkait pengadaan sapi kurban presiden yang belakangan dikaitkan dengan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Pak Prabowo sendiri secara pribadi, sebelum jadi presiden, sebelum jadi menhan, beliau masih ketua umum partai, itu mengeluarkan dana pribadi untuk kurban nilainya cukup banyak, hampir 100 ekor, dan itu setiap tahun dengan menggunakan kantong pribadi, termasuk tahun ini,” ujar Fauka, dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Fauka menegaskan dirinya mengetahui langsung kebiasaan tersebut karena telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Saya yang menyaksikan hal tersebut yang dilakukan Pak Prabowo setiap tahunnya,” ujarnya.
Baca juga: Gerindra Tegaskan Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN Sesuai Aturan, Sudah Ada Sejak Era SBY
Pria yang pernah ditugaskan langsung oleh Prabowo untuk memenangkan pasangan Mualem–Dek Fadh pada Pilkada Aceh itu menilai polemik yang berkembang tidak melihat persoalan secara utuh.
Menurutnya, bantuan hewan kurban dari presiden merupakan program yang telah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya.
Fauka mengatakan program bantuan kurban presiden sudah berjalan sejak era Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, bahkan telah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya.
Karena itu, ia menilai tidak tepat jika program tersebut diarahkan sebagai persoalan personal terhadap Prabowo.
Menurutnya, kebiasaan Prabowo berkurban dalam jumlah besar menggunakan dana pribadi justru menunjukkan konsistensi yang telah berlangsung lama dan tetap dilakukan hingga saat ini.
“Pasti ada aja agenda-agenda politik yang berusaha menjatuhkan Pak Prabowo,” kata Fauka.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti adanya kekeliruan pernyataan salah satu pembantu presiden yang kemudian dimanfaatkan untuk menyerang Prabowo secara pribadi.
Padahal, kata dia, bantuan kurban presiden merupakan program kelembagaan yang ditujukan untuk masyarakat dan akan tetap berjalan siapa pun presidennya.
“Siapapun presidennya, bantuan kurban itu tetap akan dijalankan untuk masyarakat,” tegasnya.
Fauka turut mengajak masyarakat lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial.
Ia menilai banyak narasi yang berkembang bersifat provokatif dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Dalam menghadapi geopolitik sekarang ini, persatuan lebih penting. Lebih baik kita melakukan kegiatan positif untuk masyarakat seperti yang Garda Mawar lakukan hari ini. Banyak masyarakat di bawah yang membutuhkan bantuan langsung dan manfaat nyata,” tutup Fauka.