Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Mantan narapidana teroris di Lampung mengikuti upacara bendera merah putih peringatan hari lahir Pancasila, di lapangan Korpri Lingkungan Pemprov Lampung, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Pangdam Kristomei Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan
Pangdam XXI Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjadi inspektur upacara peringatan hari lahir Pancasila 2026.
Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengenakan seragam lengkap loreng TNI memimpin peringatan upacara bendera merah putih peringatan hari lahir Pancasila.
Deretan para peserta upacara terdiri dari TNI, Polri, hingga PNS di lingkungan Pemprov Lampung.
Kemudian pada deretan lainnya yakni pada pojok kanan barusan terdapat ada belasan pria dengan berpeci, celana, sepatu serba hitam dan baju kemeja putih berdiri dengan tegaknya mengikuti upacara bendera merah putih.
Tiga baris pria berpeci hitam tersebut merupakan eks napiter hingga simpatisan teroris yang telah hijrah kembali ke NKRI.
Para eks teroris tersebut dengan saksama mengikuti upacara dengan khusyuk dan tegap setiap detik demi detik peringatan hari lahir Pancasila tersebut.
Perwakilan mantan teroris disampaikan oleh Suprihadi (66).
Eks Narapidana Teroris (Napiter) Jamaah Islamiyah (JI) Suprihadi (66) mengatakan, dirinya bersama belasan mantan teroris mengikuti upacara bendera dalam peringatan hari lahir Pancasila.
Suprihadi yang juga Ketua Yayasan Mangkubumi Putra Lampung ini menjelaskan pihaknya merasa bahagia sekali atas undangan yang diberikan kepadanya.
"Alhamdulillah saya merasa bahagia sekali atas undangan dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk menghadiri upacara bendera hari ini," kata Suprihadi saat diwawancarai di lapangan Korpri lingkungan Pemprov Lampung, Senin (1/6/2026).
"Kami menilai bahwa kami juga bagian anak bangsa, ikut bersama-sama untuk bersinergi dalam rangka sama-sama bela negara, membela satuan bangsa Republik Indonesia ini," terusnya,
Para eks teroris bersyukur merasakan renungan kembali nilai-nilai sejarah di masa lalu.
Suprihadi menjelaskan bahwa lahirnya Pancasila ini merupakan momentum yang bersejarah.
"Kita bagian daripada warga negara untuk sama-sama menjaga kesatuan Republik Indonesia. Jangan lupa dan ini sebagai pengingat kembali nilai-nilai sejarah di masa lalu, sebagai jas merah atau jangan melupakan sejarah," paparnya.
Pihaknya berharap mudah-mudahan Indonesia tetap damai, Indonesia tetap aman, dalam rangka untuk kesejahteraan Indonesia yang maju dan berkembang.
Harapannya ke depan tetap semangat menjaga keutuhan negara Indonesia.
"Jagalah Indonesia bahwa ini bagian dari negara kita yang kita cintai, yang penuh damai dan apapun permasalahan kita atasi semua," kata Suprihadi.
Semuanya dalam rangka untuk menjaga kesatuan negara Republik Indonesia dan salam Indonesia damai,
Kanit Idensos Satgaswil Lampung Densus Anti Teror (AT), Kompol Sumarna mengatakan, pihaknya bersyukur belasan mantan eks napiter dan simpatisan ISIS mengikuti upacara bendera dalam momentum hari lahir Pancasila 2026.
"Memang masih ada yang keras belum kooperatif dan belum ke NKRI dan mereka ada yang belum menerima NKRI. Akan tetapi tidak apa-apa dan itu membutuhkan proses, hari ini yang mengikuti upacara bendera merah putih mereka sudah hijau dan juga ada wadahnya yakni Yayasan Mangkubumi Putra Lampung," ucapnya.
"Dengan kegiatan tersebut hingga dilakukan pembinaan oleh Densus AT untuk tujuannya rasa cinta terhadap tanah air dan rasa nasionalis," kata Kompol Sumarna.
"Mereka dulu dengan Negara Indonesia bermusuhan atau berseberangan dengan ideologi mereka atau para teroris. Makanya dengan momen ini kami ajak kembali ke NKRI dengan mengikuti upacara bendera merah putih, kami sudah seringkali melakukan kegiatan seperti tersebut," terusnya.
Ia mengatakan, eks teroris yang mengikuti upacara totalnya ada 21 orang.
Selain eks napiter ada juga eks mantan Jamaah Islamiyah (JI) yang mana pada 2024 telah mendeklarasikan untuk membubarkan diri.
Para mantan teroris tersebut sangat antusiasnya dalam semangat nasionalismenya yang tinggi.
Meskipun ada peserta yang sakit, tapi tetap mengikuti upacara.
Para napiter tersebut dalam pembinaannya cukup baik dan telah berjalan dengan baik pembinaan.
Yayasan Mangkubumi Putra Lampung telah berdiri sejak beberapa tahun lalu dengan kegiatannya pemberdayaan para mantan-mantan teroris ke tengah masyarakat.
"Kemarin pada saat momentum hari idul adha 2026 mereka melakukan pemotongan kambing. Ada juga kegiatan merekan membantu pada korban bencana alam di Aceh, Sumut hingga Sumbar menggalang dana untuk disumbangkan kepada penerima," ungkap Sumarna.
Pihaknya berkordinasi kepada semua stakeholder serta semua komponen, baik dari Polda Lampung hingga Binda bersinergi.
"Semua kegiatan yang dilakukan tersebut dalam rangka deradikalisasi, karena tugas pencegahan paham radikalisme hingga teroris ini bukan saja tugas Densus 88 yang menangani. Akan tetapi semua harus turun kembali ke masyarakat dan menerima mereka dengan baik," kata Kompol Sumarna.
Masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma negatif kepada para eks teroris.
Karena mereka ingin merubah diri, bertaubat dan mengakui kesalahannya.
"Maka harus kita dampingi dan berikan ruang, jangan dijustice, mari merubah mainset bahwa mereka menjadi bagian negara kita," ucapnya.
Para mantan teroris yang hadir diantaranya Jamaah Ansharut Daulah (JAD), simpatisan ISIS hingga Jamaah Islamiyah (JI).
"Apalagi JI pada 30 Juni 2024 telah membubarkan diri," kata Kompol Sumarna.
Secara berkelanjutan akan terus dilakukan agar para teroris bisa kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
"Kami membina cukup banyak, diantaranya eks napiter tercatat ada 100 orang. Lalu eks JI di atas 700 orang serta lainnya," kata Sumarna.
Pihaknya bertahap secara kontinyu akan melakukan pendekatan hingga kembali ke NKRI.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)