- Misteri kematian seorang perempuan paruh baya berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak pada Selasa (19/5), terus bergulir.
Keluarga korban menduga kematian A berkaitan dengan kiriman sate ayam misterius yang sempat disantapnya sebelum meninggal dunia.
Kakak kandung korban, Widodo (61), menyebut kecurigaan keluarga mengarah pada menantu korban berinisial P.
Menurutnya, hubungan antara korban dan P tidak harmonis, bahkan sering diwarnai permintaan uang dengan alasan yang tidak benar.
Widodo mengungkap bahwa P sering berbohong agar mendapat pinjaman uang. Ia juga dikenal sering berutang dan pecandu judi online.
Widodo menambahkan, bukan hanya korban yang meninggal setelah menyantap sate tersebut.
Lima ekor ayam peliharaan yang memakan sisa sate juga ditemukan mati. Satu ekor ayam kemudian diamankan sebagai barang bukti oleh penyidik.
Dalam hasil pemeriksaan terhadap P, dirinya mengaku tidak meracuni korban namun hanya memberikan jampi-jampi pada sate yang dikirim.
P menyebut bahwa tindakan itu ia lakukan agar korban mau meminjaminya utang kembali.
Dipihak yang sama, kuasa hukum keluarga, Wiwik Dwi Habsari, menjelaskan bahwa sate ayam dibeli di wilayah Pandean, Ngemplak, lalu dikirim ke rumah korban menggunakan jasa ojek online.
Pemesanan dilakukan dengan akun atas nama anak korban, Luriyanti. Namun Luriyanti menegaskan tidak pernah memesan sate tersebut.
Bahkan ia sempat meminta ibunya agar tidak memakan kiriman itu karena pengirimnya tidak jelas.
Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian. Makam korban telah dibongkar untuk kepentingan autopsi, sementara sejumlah barang bukti termasuk ayam yang mati diamankan.
Polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.