TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, tetap percaya diri dengan keputusannya mempertahankan Neymar Jr di skuad Piala Dunia 2026.
Meski sang bintang tengah berjuang melawan cedera betis, Ancelotti menegaskan tidak akan memanggil pemain pengganti untuk menggantikan posisi Neymar.
Keputusan ini menjadi sorotan mengingat Neymar baru saja mengalami masalah cedera.
Pemain berusia 34 tahun itu dikabarkan mengalami pembengkakan di betis sejak 17 Mei 2026 saat membela Santos.
Meski demikian, Ancelotti tetap memasukkan nama Neymar dalam daftar 26 pemain yang diumumkan untuk turnamen bergengsi tersebut.
"Saya tidak akan melakukan perubahan. 26 pemain yang dipilih adalah yang akan main di Piala Dunia," tegas Ancelotti, dikutip dari ESPN.
Ancelotti menjelaskan bahwa keputusan memanggil Neymar sudah diambil sejak awal.
Ia optimistis Neymar akan pulih tepat waktu untuk berkontribusi di Piala Dunia.
"Sejak saya memutuskan skuadnya, Neymar sudah ada di antara 26 nama. Kami berpikir dia mungkin fit untuk pertandingan pertama Piala Dunia," tegasnya.
"Kalau dia tidak fit untuk pertandingan pertama, dia akan fit untuk yang kedua. Jadi kami tidak ragu soal itu," lanjutnya.
Hal ini menunjukkan kepercayaan tinggi Ancelotti terhadap Neymar sebagai ikon Timnas Brasil. Meski sempat diragukan banyak pihak, pelatih asal Italia itu tetap kukuh dengan pilihannya.
Neymar sendiri sempat menangis haru saat mengetahui namanya tetap masuk skuad.
Cedera yang dialaminya membuatnya absen dari latihan perdana Timnas Brasil.
Sementara itu tim medis Santos sempat optimistis Neymar bisa pulih dalam waktu singkat, namun pemeriksaan lebih lanjut di timnas menunjukkan pemulihan memerlukan waktu dua hingga tiga pekan.
Brasil akan memulai petualangan mereka di Piala Dunia 2026 melawan Maroko pada 13 Juni 2026. Neymar diragukan bisa tampil di laga pembuka tersebut.
Namun, Ancelotti yakin sang kapten bisa kembali fit untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya, mengaku menjagokan skuad Brasil Piala Dunia 2026.
Alumnus Universitas Negeri Makassar (UNM) itu menyebut sudah menjagokan Brasil sejak Piala Dunia 1998.
Herawan kepincut dengan permainan Jogo Bonito ala tim Samba itu.
Permainan cantik kaki ke kaki, serta keindahan skill membekas dibenaknya.
"Sejak 1998 sampai sampai sekarang, saya unggulkan Brasil. Apalagi Neymar dipanggil kembali oleh pelatih Carlo Ancelotti," ucap Herawan Raditya, dikutip dari Tribun Timur, pada Senin (1/6/2026).
Masuknya mantan pemain Barcelona dan Paris Saint Germain itu ke dalam skuad Brasil akan menjadi pembeda.
Selain skill, Neymar ia anggap sebagai pemain sarat pengalaman yang sudah malang melintang di persepakbolaan eropa.
Terlebih lagi pemain bernomor punggung 10 di Brasil itu didorong oleh tekad kuat setelah absen sebanyak tiga kali di ajang Piala Dunia karena terkena badai cidera berkepanjangan.
"Neymar dengan Jogo Bonitonya buat saya optimis Tim Samba akan berbicara banyak pada FIFA World Cup 2026 kali ini," bebernya.
Selain itu, penampilan impresif Matheus Cunha bersama Manchester United di Liga Inggris dinilai Herawan akan berdampak pada tim favoritnya itu.
"Matheus Cunha juga bisa menjadi pembeda, penampilannya di Manchester United cukup menjanjikan," tambahnya.
Herawan mengaku tak asal dalam mendukung negara jagoannya.
Brasil ia sebut merupakan negara dengan pencapaian tersukses dalam sejarah Piala Dunia.
"Ditambah Brasil selaku pemegang gelar terbanyak juga salah satu faktor," tambah Herawan.
Herawan tak menampik, sejumlah nama tim besar akan menjadi lawan berat Brasil kelak.
Tapi ia yakin, Carlo Ancelotti dan anak asuhnya akan melaju hingga final.
"Saya berharap akan final dengan Spanyol," tandasnya.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (Tribun-Timur.com/Muh Sauki Maulana)