INNALILLAHI, KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia, Begini Suasana Rumah Duka di Buntet Pesantren
Dwi Yansetyo Nugroho June 01, 2026 03:11 PM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Suasana duka menyelimuti kawasan Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Senin (1/6/2026). 

Sejak kabar duka mencuat, para pelayat terus berdatangan ke kediaman almarhum KH Adib Rofiuddin Izza untuk menyampaikan belasungkawa dan doa terakhir kepada salah satu sesepuh pesantren paling berpengaruh di Indonesia itu.

Di halaman depan rumah duka, sebuah papan pengumuman berwarna putih berdiri tegak menyampaikan kabar wafatnya ulama kharismatik tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS- Sesepuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia


Di teras rumah, para kiai, santri, alumni dan masyarakat tampak duduk bersila dalam suasana hening. 

Puluhan pasang sandal dan sepatu memenuhi halaman, menjadi penanda silih bergantinya pelayat yang datang.

Tulisan pada papan pengumuman itu berbunyi, "Telah Wafat Sesepuh Pondok Buntet Pesantren K.H. Adib Rofiuddin Izza" dan "Insya Allah akan dimakamkan pada hari Senin, 01 Juni 2026 pukul 16.00 WIB."

Hingga siang hari, jenazah KH Adib masih dalam perjalanan dari Jakarta menuju Buntet Pesantren. 

Baca juga: BREAKING NEWS- Sesepuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia


Sejumlah kiai dari berbagai yayasan di lingkungan Buntet tampak hadir di rumah duka.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar bersama jajaran kepolisian juga terlihat datang untuk menyampaikan belasungkawa.

Di tengah suasana kehilangan itu, adik almarhum, Kiai Aris Ni'matullah mengaku, keluarga masih sulit percaya atas kepergian sosok yang selama ini menjadi panutan keluarga dan ribuan santri.

"Kita ya kaget semua, karena memang setelah Ramadan itu beliau sehat. Sehat sekali. Bahkan sudah olahraga, enggak ada apa-apa lagi. Dikontrol terus sama dokter juga rutin," ujar Kiai Aris, saat ditemui di rumah duka, Senin (1/6/2026).

Baca juga: BREAKING NEWS- Sesepuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia

Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon, KH Adib Rofiuddin Izza, meninggal dunia pada Senin (1/6/2026).
Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon, KH Adib Rofiuddin Izza, meninggal dunia pada Senin (1/6/2026). (Tribun Cirebon/TribunCirebon.com/ Eki Yulianto)


Menurut Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren itu, kondisi KH Adib sempat membaik setelah menjalani perawatan sejak sebelum Ramadan. 

Bahkan, sang kiai memilih pulang ke pesantren karena ingin menjalani bulan suci bersama para santri.

"Sebetulnya belum pulih, cuma pengen pulang karena pengen menyaksikan Ramadan di rumah dan bersama santri-santri," ucapnya.

Kiai Aris mengenang, beberapa hari sebelum wafat, sang kakak terlihat lebih sering menangis ketika beribadah.

Baca juga: BREAKING NEWS- Sesepuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia


Saat itu KH Adib terus mengingat keluarganya yang sedang berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.

"Di salat menangis enggak berhenti-berhenti. Dia ingat keluarganya yang ada di Saudi pada haji. Katanya, 'Ya, tua harusnya haji. Kenapa saya enggak bisa haji?' begitu," jelas dia.

Tak lama setelah itu, kondisi KH Adib mendadak menurun.

Saat berbincang santai di lingkungan pesantren, ia tiba-tiba pingsan tanpa menunjukkan gejala serius sebelumnya.

Baca juga: BREAKING NEWS- Sesepuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia


"Enggak ada tanda-tanda apa. Malahan santri ada yang disuruh beli pisang, ada yang disuruh beli rujak. Tiba-tiba kemudian pingsan," katanya.

KH Adib kemudian dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya dirujuk ke Jakarta.

Menurut Kiai Aris, keluarga merasa sang kakak seolah menunggu kepulangan istri dan anak-anaknya yang sedang menunaikan ibadah haji.

"Saya sih pikirannya Kiai itu nunggu anak-anaknya yang lagi haji. Semalam istrinya dan anak-anaknya pulang, paginya sekarang wafat," ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS- Sesepuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia


Keluarga pun telah menyiapkan lokasi pemakaman di kompleks makbarah keluarga yang berada di lingkungan pesantren.

Tempat itu merupakan lokasi yang sebelumnya telah dipilih sendiri oleh KH Adib.

"Nah, Kiai Adib itu sudah menunjuk, 'Saya nanti kalau enggak ada, pengen dipeluk sama Ibu'," ucap Kiai Aris, mengenang pesan sang kakak.

KH Adib diketahui merupakan anak pertama dari sembilan bersaudara.

Baca juga: BREAKING NEWS- Sesepuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia


Dari sembilan saudara tersebut, kini tersisa enam orang yang masih hidup.

Kepergian KH Adib meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Buntet Pesantren.

Apalagi, pesantren yang dipimpinnya selama ini menjadi rumah bagi ribuan santri dari berbagai daerah.

"Kalau Buntet semuanya hampir 6.000 santri yang menetap. Kalau di lingkungan pondok beliau, Al-Inaroh, sekitar 150 santri putra dan sekitar 400 santri putri," jelas dia.

Baca juga: BREAKING NEWS- Sesepuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia


Seperti diketahui, kabar wafatnya KH Adib pertama kali disampaikan oleh Akhmad Rofahan, putra salah satu pengasuh Buntet Pesantren, melalui pesan yang beredar di kalangan media.

"Innalillahi Wainna Ilaihirojiun. Telah wafat sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH Adib Rofiuddin Izza. Mohon ziyadah doa untuk beliau," tulisnya.

KH Adib mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

Bagi masyarakat Cirebon dan dunia pesantren, KH Adib dikenal bukan hanya sebagai pengasuh pesantren, tetapi juga penjaga tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan secara turun-temurun di Buntet Pesantren.

Baca juga: BREAKING NEWS- Sesepuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia


Selama puluhan tahun, ia mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah dan pembinaan umat.

Sore nanti, ribuan santri, alumni dan masyarakat diperkirakan akan mengantarkan KH Adib menuju peristirahatan terakhirnya.

Namun bagi mereka yang pernah belajar dan bersentuhan dengan pemikiran sang kiai, warisan ilmu dan keteladanannya diyakini akan tetap hidup jauh melampaui usia.

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.