SMAN 2 Siak Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan dan Siap Tambah Rombel Jika Peminat SPMB 2026 Membludak
Sesri June 01, 2026 04:20 PM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Menjelang pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027, SMAN 2 Siak memastikan seluruh proses penerimaan siswa baru akan dilaksanakan secara transparan.

Pelaksanaan sesuai petunjuk teknis dari Pemerintah Provinsi Riau, serta bebas dari praktik titip-menitip maupun intervensi pihak mana pun.

Kepala SMAN 2 Siak, Supri Yanto, menegaskan sekolah telah siap melaksanakan SPMB sesuai jadwal yang ditetapkan dalam Petunjuk Teknis Penerimaan Murid Baru Tahun 2026.

“Semua tahapan sudah kami persiapkan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat dan kesiapan panitia untuk membantu calon siswa yang mengalami kendala saat pendaftaran online,” kata Supri Yanto, Senin (1/6/2026).

SMAN 2 Siak tahun ini membuka enam rombongan belajar (Rombel), sama seperti tahun sebelumnya.

Dengan ketentuan maksimal 36 siswa per kelas sesuai Juknis, sekolah berpotensi menerima hingga 216 siswa baru.

Menurut Supri, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Siak terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu pihak sekolah berharap seluruh kuota enam Rombel dapat terpenuhi.

Baca juga: SPMB Riau 2026 Dibuka 8 Juni, Ini Jadwal Lengkap dan Kuota Empat Jalur Masuk SMA-SMK Negeri

Baca juga: Akhirnya, Bupati Siak Ubah Jadwal WFH ASN dari Hari Rabu ke Jumat

“Harapan kami tahun ini enam rombel bisa terpenuhi. Bahkan kalau peminat lebih banyak lagi, kami siap mengusulkan penambahan hingga empat rombel tambahan apabila memungkinkan dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Untuk memastikan informasi penerimaan sampai kepada masyarakat, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah SMP, memanfaatkan media sosial, menyebarkan brosur dan poster, serta berkoordinasi dengan para penghulu kampung agar informasi SPMB dapat diteruskan kepada warga.

Upaya itu dilakukan karena salah satu perubahan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini adalah kewajiban sekolah melakukan sosialisasi secara aktif. Bahkan sekolah wajib melaporkannya kepada Dinas Pendidikan.

“Tujuannya agar semua calon siswa mengetahui bahwa pendaftaran dilakukan secara online dan memahami prosedurnya,” jelas Supri.

Dalam pelaksanaan SPMB 2026, SMAN 2 Siak membuka empat jalur penerimaan, yakni jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 8–20 Juni 2026, seleksi 21 Juni, pengumuman hasil seleksi 22 Juni, daftar ulang 23–26 Juni, dan hari pertama masuk sekolah pada 6 Juli 2026.

Supri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku mampu meloloskan calon siswa melalui jalur belakang.

Menurutnya, seluruh proses seleksi dilakukan berdasarkan sistem dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam juknis.

“Tidak ada istilah beking atau titip-menitip. Dasar kami adalah Juknis yang berlaku. Siapa pun orangnya, kami tidak bisa melakukan sesuatu di luar aturan. Semua calon siswa diproses sesuai mekanisme yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Ia mengimbau para orang tua dan calon siswa untuk mendaftar melalui jalur resmi serta tidak menggunakan perantara. Jika mengalami kesulitan saat proses pendaftaran online, sekolah telah menyiapkan panitia khusus yang siap memberikan pendampingan.

“Kalau ragu atau ada kendala, langsung datang ke sekolah dan temui panitia. Jangan melalui perantara. Jika ada masalah jaringan atau kesulitan mengakses sistem dari rumah, sekolah siap membantu. Kami sudah menyiapkan panitia untuk menanggapi setiap keluhan orang tua maupun calon siswa,” tutupnya.

Berdasarkan Petunjuk Teknis Penerimaan Murid Baru Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2026/2027, kuota penerimaan SMA negeri terdiri dari jalur domisili 30 persen, afirmasi 30 persen, prestasi 35 persen, dan mutasi 5 persen.

Seluruh proses seleksi dilakukan secara daring dengan mengutamakan prinsip objektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan.

(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.