Istora Jadi Suntikan Semangat, Alwi Farhan dan Fikri Bidik Gelar Indonesia Open 2026
Budi Sam Law Malau June 01, 2026 08:34 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Tidak banyak arena bulu tangkis di dunia yang mampu menghadirkan atmosfer seintens dan semagis Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Bagi para pebulutangkis Indonesia, Istora bukan sekadar venue pertandingan, melainkan panggung impian yang sarat sejarah, emosi, dan energi dari ribuan suporter yang tak pernah berhenti memberikan dukungan.

Menjelang bergulirnya Polytron Indonesia Open 2026, sejumlah atlet Pelatnas PBSI mengungkapkan makna Istora bagi perjalanan karier mereka.

Di saat yang sama, mereka juga memasang target tinggi untuk mempersembahkan prestasi terbaik di hadapan publik sendiri.

Turnamen level BWF World Tour Super 1000 itu menjadi salah satu ajang paling bergengsi dalam kalender bulu tangkis dunia.

Bermain di kandang sendiri membuat motivasi para wakil Merah Putih berlipat ganda untuk mengakhiri dahaga gelar di depan lautan pendukung Indonesia.

Baca juga: Pelatih Pasang Target Tinggi, Ganda Putra Indonesia Wajib Juara di Indonesia Open 2026

Istora Senayan, Arena Penuh Magis dan Sejarah

Setiap atlet memiliki cara berbeda dalam memaknai Istora.

Namun satu hal yang sama, arena legendaris tersebut selalu mampu membangkitkan semangat juang para pemain Indonesia.

Ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri, menyebut Istora sebagai simbol semangat yang tak pernah padam.

"Bagi saya, Istora adalah semangat," ujar Fikri saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Sementara itu, pasangan ganda putra Daniel Marthin melihat Istora sebagai lambang kebanggaan yang selalu membuat atlet Indonesia ingin tampil maksimal.

"Kalau saya, Istora adalah kebanggaan," kata Daniel.

Berbeda dengan keduanya, pebulu tangkis ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti menilai Istora sebagai venue ikonik yang memiliki aura berbeda dibanding arena lain di dunia.

Sedangkan tunggal putra muda Indonesia Alwi Farhan memilih satu kata sederhana namun penuh makna untuk menggambarkan Istora.

"Amazing," ucap Alwi.

Kata tersebut mewakili perasaan banyak atlet Indonesia yang tumbuh dengan mimpi suatu hari bisa tampil dan meraih kemenangan di arena yang telah melahirkan begitu banyak sejarah bulu tangkis nasional.

Baca juga: Putri KW Fokus Benahi Fisik, Bidik Podium di Singapore dan Indonesia Open 2026

Alwi Farhan Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Sorotan publik Indonesia pada Indonesia Open 2026 salah satunya tertuju kepada Alwi Farhan.

Pemain muda yang digadang-gadang menjadi masa depan tunggal putra Indonesia itu sedang menikmati periode terbaik dalam kariernya.

Sepanjang musim 2026, Alwi menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.

Ia sukses menjuarai Indonesia Masters 2026, kemudian membuat kejutan besar dengan menumbangkan pebulu tangkis nomor satu dunia asal China, Shi Yu Qi, di Singapore Open.

Tak hanya itu, Alwi juga berhasil mencatatkan pencapaian bersejarah dengan menembus semifinal turnamen level Super 750 untuk pertama kalinya.

Meski datang dengan modal prestasi yang menjanjikan, Alwi berusaha menjaga fokus dan tidak terbebani ekspektasi publik yang terus meningkat.

"Saya berharap dukungan penonton bisa lebih ramai lagi. Indonesia Open adalah turnamen yang sangat spesial," ujar Alwi.

Ia menyadari bahwa bermain di hadapan publik sendiri memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengendalikan emosi dan tekanan.

"Untuk saya pribadi, saya ingin bisa mengontrol emosi dan ekspektasi dari banyak orang. Saya ingin tampil semaksimal mungkin dan mengeluarkan semua kemampuan yang sudah saya latih," lanjutnya.

Fikri dan Fajar Berburu Gelar di Hadapan Publik Sendiri

Optimisme juga datang dari sektor ganda putra.

Muhammad Shohibul Fikri yang kembali berpasangan dengan Fajar Alfian mengaku semakin percaya diri setelah berhasil melangkah hingga partai final pada turnamen sebelumnya.

Meski harus puas menjadi runner-up, hasil tersebut dianggap sebagai bukti bahwa mereka masih mampu bersaing dengan pasangan elite dunia.

Menurut Fikri, performa yang ditunjukkan dalam beberapa pekan terakhir menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan sengit di Indonesia Open.

"Dengan hasil final kemarin, meskipun masih runner-up, saya merasa lebih percaya diri bahwa saya dan Fajar bisa bersaing," katanya.
Ia berharap dukungan publik Istora mampu menjadi energi tambahan yang membawa mereka meraih hasil lebih baik.

"Semoga di Indonesia Open kami bisa tampil lebih baik lagi dan harapannya tentu bisa menjadi juara," ujar Fikri.

Daniel Marthin dan Leo Rolly Carnando Kian Padu

Di sektor ganda putra lainnya, pasangan Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando juga datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menjuarai Thailand Open 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi sinyal bahwa duet yang sempat terpisah itu kembali menemukan chemistry terbaik mereka.

Menurut Daniel, komunikasi yang semakin matang menjadi faktor utama kebangkitan pasangan berjuluk "The Babies" tersebut.

"Kami bisa juara karena komunikasi berjalan lebih baik. Chemistry kami juga tidak terlalu canggung karena sebelumnya sudah lama berpasangan," jelas Daniel.

Meski memiliki target tinggi, Daniel menegaskan dirinya dan Leo tidak ingin terburu-buru memikirkan gelar juara.

"Kami tentu ingin menjadi juara, tetapi fokus kami sekarang adalah satu pertandingan ke pertandingan berikutnya," katanya.

Harapan Besar dari Lautan Merah Putih Istora

Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang menghadirkan tekanan sekaligus kebanggaan bagi para atlet tuan rumah.

Sorak-sorai puluhan ribu suporter yang memenuhi Istora kerap menjadi pembeda dibanding turnamen lain di dunia.

Bagi para wakil Indonesia, dukungan tersebut bukan sekadar suara dari tribun, melainkan sumber energi yang mampu membangkitkan semangat saat berada dalam situasi sulit di lapangan.

Kini harapan publik kembali tertuju pada para pebulutangkis terbaik Merah Putih.

Di tengah ketatnya persaingan dunia, Istora Senayan diharapkan menjadi saksi lahirnya prestasi baru dan kebangkitan bulu tangkis Indonesia di pentas internasional.

Dengan performa yang tengah menanjak, Alwi Farhan, Muhammad Shohibul Fikri, Daniel Marthin, Leo Rolly Carnando, hingga Siti Fadia Silva Ramadhanti siap mengerahkan kemampuan terbaik mereka.

Targetnya hanya satu: mengibarkan Merah Putih dan mempersembahkan gelar juara Indonesia Open 2026 di hadapan publik sendiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.