TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tekad kuat ditunjukkan oleh seorang pesepeda asal Klaten yang akrab disapa Mbah Purgi.
Di usianya yang tidak lagi muda, ia memantapkan langkah untuk menempuh perjalanan luar biasa dengan bersepeda dari Klaten, Jawa Tengah, menuju Mekkah, Arab Saudi.
Perjalanan yang akan menempuh ribuan kilometer tersebut sontak menarik perhatian masyarakat, khususnya para pecinta olahraga gowes.
Keberanian dan semangat Mbah Purgi dalam mewujudkan impiannya pun menuai banyak apresiasi.
Momen keberangkatan Mbah Purgi terlihat dalam unggahan akun Instagram @beny_kimpling_erdeve pada 31 Mei 2026.
Dalam video yang beredar, suasana haru sekaligus penuh semangat tampak mengiringi langkah awal perjalanan panjang tersebut.
Sebelum memulai petualangan menuju Tanah Suci, Mbah Purgi terlebih dahulu mendapatkan dukungan dari sesama pesepeda di Klaten.
Baca juga: Masih Ingat Yuni Utami Eks Polwan Viral, Lama Tak Muncul Kini Buat Ulah Lagi di Sulawesi Tengah
Sejumlah goweser tampak hadir untuk melepas keberangkatannya di kawasan Alun-alun Klaten.
Kehadiran para pesepeda tersebut menjadi bukti bahwa perjalanan Mbah Purgi bukan hanya perjalanan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang yang menyaksikannya.
Dalam kesempatan itu, Mbah Purgi dan rombongan pesepeda sempat berkumpul serta menikmati makan bersama di sebuah warung soto.
Momen sederhana tersebut menjadi ajang kebersamaan sebelum Mbah Purgi memulai perjalanan yang diperkirakan akan berlangsung selama berbulan-bulan.
Perjalanan dari Klaten menuju Mekkah bukanlah perjalanan singkat. Berdasarkan perkiraan, waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan diperkirakan mencapai sekitar delapan bulan.
Artinya, selama lebih dari setengah tahun ke depan, Mbah Purgi akan menghadapi berbagai tantangan di perjalanan.
Mulai dari perubahan cuaca, kondisi jalan yang berbeda-beda, hingga kelelahan fisik yang tentu tidak mudah dihadapi.
Namun, dengan tekad yang kuat dan persiapan yang matang, Mbah Purgi tetap optimistis dapat menyelesaikan misinya hingga tiba di Tanah Suci.
Baca juga: Sosok Kiai di Ponpes Pekalongan yang Santrinya Hamil, Ditangkap Kasus Pelecehan, Beraksi Sejak 2008
Dalam video yang beredar, Mbah Purgi terlihat mengandalkan sepeda kesayangannya sebagai teman setia perjalanan.
Kendaraan roda dua itulah yang akan membawanya melintasi berbagai daerah, negara, hingga akhirnya mencapai Mekkah.
Tak hanya menyiapkan sepeda, Mbah Purgi juga memperhatikan aspek keselamatan selama perjalanan.
Ia tampak membawa sejumlah perlengkapan pendukung, termasuk alat pelindung diri berupa rompi keselamatan atau safety vest berwarna hijau terang.
Rompi tersebut direncanakan akan dikenakan sepanjang perjalanan.
Selain membuat dirinya lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain, perlengkapan itu juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan selama menempuh perjalanan jarak jauh.
Kisah Mbah Purgi pun menjadi inspirasi tersendiri bagi masyarakat.
Di tengah keterbatasan usia yang kerap dianggap sebagai penghalang untuk melakukan perjalanan berat, ia justru membuktikan bahwa tekad dan semangat dapat menjadi modal utama untuk mewujudkan impian besar.
Perjalanan gowes menuju Mekkah yang akan ditempuh selama kurang lebih delapan bulan itu kini menjadi perhatian banyak orang.
Tak sedikit warganet yang memberikan doa dan dukungan agar Mbah Purgi selalu diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran hingga tiba di tujuan.
Dengan semangat yang tak pernah padam, Mbah Purgi kini memulai babak baru dalam hidupnya.
Sebuah perjalanan panjang yang bukan hanya menguji fisik, tetapi juga menjadi simbol kegigihan, keberanian, dan keyakinan dalam mengejar cita-cita hingga ke Tanah Suci.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)