TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG — Sukacita keberhasilan merengkuh takhta juara Super League 2025/2026 kian lengkap bagi Persib seiring hadirnya sebuah penghargaan bernilai monumental.
Otoritas tertinggi sepak bola sejagat, FIFA, melayangkan apresiasi secara langsung atas pencapaian gemilang yang diraih skuad berjuluk Maung Bandung tersebut.
Melalui sepucuk surat formal yang ditandatangani oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, organisasi dunia tersebut mengirimkan ucapan selamat atas keberhasilan Persib mengunci gelar tertinggi pada kompetisi domestik musim ini.
Dokumen resmi tersebut dilayangkan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dengan penegasan khusus berupa pengakuan terhadap Persib sebagai jawara utama sepak bola tanah air.
Dalam surat yang dikirim dari Zurich pada tanggal 28 Mei 2026 itu, FIFA menggarisbawahi bahwa prestasi yang direngguk Persib merupakan hasil nyata dari ketekunan, performa stabil, dan totalitas yang terpelihara sepanjang jalannya kompetisi.
Selain itu, federasi global tersebut turut memberikan ucapan selamat bagi seluruh jajaran skuad dan internal manajemen atas raihan trofi itu.
"Melalui surat ini, saya dengan senang hati menyampaikan ucapan selamat atas penobatan juara Indonesia, Persib!
Kerja keras yang konsisten serta hasil yang diraih sepanjang musim akhirnya membuahkan hasil berupa gelar bergengsi ini. Selamat kepada setiap anggota tim dan seluruh elemen klub atas pencapaian luar biasa tersebut.
Sambil menyampaikan terima kasih kepada Anda dan Asosiasi atas dukungan, kerja keras, serta dedikasi yang terus diberikan demi perkembangan sepak bola di negara Anda, saya berharap dapat segera bertemu kembali dengan Anda, Ketua Umum." tulis Gianni Infantino kepada Erick Thohir.
Dilansir laman klub, Persib menyatakan dokumen tertulis itu memiliki makna yang jauh lebih mendalam ketimbang korespondensi formal biasa.
Adanya legitimasi dari badan tertinggi sepak bola internasional ini menjadi pembuktian sahih bahwa dinamika perjuangan yang dilalui tim sepanjang satu musim kompetisi penuh berhasil memantik perhatian di level dunia.
Keberhasilan mengamankan trofi Super League 2025/2026 sekaligus memperpanjang rekam jejak prestisius yang diukir Persib dalam beberapa musim ke belakang.
Di tengah atmosfer kompetisi sepak bola nasional yang kian ketat, Maung Bandung sukses membuktikan kapasitas mereka dalam menjaga stabilitas permainan, menampilkan mentalitas pemenang, serta mendongkrak standar pengelolaan klub secara profesional dari tahun ke tahun.
Kendati demikian, manajemen Persib memandang pencapaian besar ini tidak melulu soal urusan memajang trofi di lemari juara. Keberhasilan memenangi liga domestik merupakan produk akhir dari sinergi kolektif yang mengikat banyak elemen, mulai dari barisan pemain, jajaran tim pelatih, direksi manajemen, staf internal, mitra komersial, hingga sokongan tanpa henti dari jutaan Bobotoh yang mengawal langkah tim di setiap laga.
"Pengakuan internasional ini juga menjadi motivasi bagi Persib untuk terus berkembang sebagai klub profesional yang tidak hanya berprestasi di dalam lapangan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri sepak bola Indonesia," tulis siaran resmi di laman klub, 1 Juni 2026.
Surat dari FIFA ini juga menjadi refleksi bersama mengenai kekuatan sepak bola dalam merekatkan berbagai kalangan melalui kesamaan gairah, pengorbanan, dan impian.
Fondasi keberhasilan yang dipetik Persib saat ini bersumber dari rantai proses panjang yang dikonstruksi bersama-sama, bermula dari lapangan latihan, riuh tribun stadion, ruang ganti pemain, hingga gaung dukungan Bobotoh yang tersebar di pelbagai belahan dunia.
Legitimitasi di panggung internasional ini dipastikan menjadi suntikan moral baru bagi Persib untuk terus mentransformasikan diri menjadi klub profesional. Targetnya tidak hanya sekadar mengincar prestasi di lapangan hijau, melainkan juga memberikan dampak simultan yang positif bagi pertumbuhan ekosistem industri sepak bola di Indonesia.
Melalui sikap santun dan rasa syukur yang mendalam, Persib menyambut apresiasi tersebut sebagai sebuah penghormatan kolektif bagi seluruh elemen yang berada di bawah naungan klub.
Surat dari markas FIFA tersebut menjadi indikator valid bahwa setiap kebijakan, cucuran keringat, dan determinasi yang dipertontonkan sepanjang musim telah mendapat tempat serta pengakuan di level global.
"Karena pada akhirnya, gelar juara bukanlah garis akhir. Ia adalah pijakan untuk terus melangkah lebih jauh, membawa nama Bandung, Jawa Barat, dan Indonesia dengan kebanggaan yang sama ke level yang lebih tinggi," tulis Persib.