Memasuki Hari Ketiga, Pencarian Guru yang Hanyut Saat Pasang Pukek di Solok Selatan Masih Nihil
Rezi Azwar June 01, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan hanyut dan terseret arus sungai di Jorong Sinuek, Nagari Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Korban diketahui bernama Sutrisno (58), warga Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi pencarian pada Senin (1/6/2026) memasuki hari ketiga sejak korban dilaporkan hilang.

"Tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian sesuai rencana operasi pada hari ketiga dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Namun hingga sore hari korban belum berhasil ditemukan," kata Abdul Malik melalui keterangan resminya.

Korban Hanyut Saat Memasang Pukat

PENCARIAN ORANG HANYUT- Petugas gabungan melakukan pencarian terhadap Sutrisno (58) yang hanyut terseret arus Sungai Batanghari, Kabupaten Solok Selatan, Minggu (31/5/2026).
PENCARIAN ORANG HANYUT- Petugas gabungan melakukan pencarian terhadap Sutrisno (58) yang hanyut terseret arus sungai di Kabupaten Solok Selatan, Minggu (31/5/2026). (Dokumentasi/Kantor SAR Padang)

Berdasarkan informasi yang diterima Kantor SAR Padang dari saksi bernama Jon, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.59 WIB.

Saat itu, korban sedang memasang pukat di aliran sungai. Namun nahas, korban terseret arus sungai yang cukup deras.

Baca juga: Polisi Sita 10 Ton Biosolar Subsidi dalam Penggerebekan di Lubuk Kilangan, Kerugian Capai Rp100 Juta

Saksi sempat berusaha memberikan pertolongan kepada korban. Akan tetapi upaya tersebut tidak berhasil dan korban akhirnya hanyut terbawa arus.

Setelah kejadian, warga setempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Namun korban belum ditemukan hingga laporan diterima pihak SAR.

Dua Tim Dikerahkan Menyisir Sungai

Abdul Malik menjelaskan, pada hari ketiga operasi, area pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai dengan radius sekitar 6 kilometer dari lokasi kejadian.

SRU 1 melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu rafting.

Sementara itu, SRU 2 melakukan pencarian sepanjang sekitar 3 kilometer dari titik lokasi korban diduga hanyut menuju titik pencarian berikutnya menggunakan Landing Craft Rubber (LCR).

Baca juga: Usai Melapor ke Polisi, Mahkamah Adat Minangkabau Minta Abu Janda Disidang di Sumbar

"Operasi SAR hari ketiga dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB. Hasil pencarian masih nihil dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (2/6/2026) pagi," ujarnya.

Arus Deras dan Tidak Ada Sinyal Jadi Kendala

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR gabungan menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya rescue carrier, perahu motor, perahu rafting, peralatan mountaineering, peralatan evakuasi, peralatan medis, peralatan komunikasi serta perlengkapan pendukung lainnya.

Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, perangkat nagari, unsur kecamatan dan masyarakat setempat.

Abdul Malik menyebut terdapat sejumlah kendala selama pelaksanaan pencarian, yakni kondisi arus sungai yang deras serta minimnya jaringan komunikasi di lokasi.

"Faktor penghambat di lapangan adalah tidak adanya sinyal komunikasi dan kondisi arus sungai yang cukup deras. Meski demikian, pencarian akan terus dilanjutkan sesuai prosedur operasi SAR," katanya.

Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan.

Guru di Solok Selatan Hanyut Terseret Arus Sungai Batanghari

Nasib malang menimpa seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berprofesi sebagai guru di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat.

Korban dilaporkan hanyut dan hilang terseret derasnya arus Sungai Batanghari. Peristiwa memilukan ini terjadi di kawasan Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, identitas korban yang terseret arus tersebut diketahui bernama Sutrisno. Pria paruh baya ini merupakan warga setempat yang sehari-hari mengabdi sebagai seorang tenaga pendidik.

Baca juga: Mahkamah Adat Minangkabau: Menyebut Sumbar Barbar Sama Saja Mengatakan Kami Tak Beradat

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan membenarkan adanya laporan mengenai kondisi membahayakan manusia (KMM) di wilayah tugas mereka. Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh petugas di lapangan.

Baca juga: Usai Degradasi, Semen Padang FC Target Langsung Promosi ke Liga 1 Musim Depan

Sekretaris BPBD Solok Selatan, Sonni Patrisia, mengonfirmasi kejadian tersebut saat dihubungi pada Minggu (31/5/2026).

Ia menyampaikan informasi awal terkait hilangnya salah seorang warga di aliran Sungai Batanghari.

"Memang benar ada warga kami yang dilaporkan hanyut di daerah Dusun Tangah. Berdasarkan laporan, korban awalnya pergi ke area sungai untuk memancing ikan," ujar Sonni Patrisia saat memberikan keterangan.

Sonni menjelaskan bahwa peristiwa naas itu bermula ketika korban hendak menyalurkan hobinya. Namun, situasi di lapangan berubah menjadi petaka dalam waktu yang sangat singkat.

Mengenai kronologi kejadian, peristiwa ini bermula ketika Sutrisno berniat untuk memasang pukek (alat penangkap ikan sejenis jaring) di salah satu sudut aliran Sungai Batanghari. Kegiatan ini dilakukan korban pada Sabtu sore.

Baca juga: Lonjakan Wisatawan Saat Long Weekend, Satpol PP Padang Perketat Pengawasan di Pantai

Nahas, saat sedang memasang jaring penangkap ikan tersebut, tubuh korban justru terseret dan hanyut hingga ke bagian tengah sungai. Kuatnya arus sungai membuat korban kesulitan untuk menyelamatkan diri ke tepi.

Melihat korban yang mulai tenggelam dan terseret arus, seorang saksi mata di lokasi kejadian yang diketahui bernama Jon langsung berupaya memberikan pertolongan.

Saksi mencoba menjangkau tubuh korban yang terus terbawa arus. Saksi sempat berusaha sekuat tenaga untuk menarik korban agar bisa kembali ke daratan.

Namun sayang, takdir berkata lain karena kondisi arus sungai pada saat itu terbilang cukup kuat dan berbahaya.

"Korban sempat ditolong oleh saksi bernama Jon. Akan tetapi, tubuh korban justru tertarik oleh pusaran arus yang deras hingga akhirnya hanyut dan hilang dari pandangan," urai Sonni.

Berdasarkan catatan waktu dari pihak berwenang, insiden kecelakaan air ini diperkirakan terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.59 WIB, tepat beberapa menit sebelum waktu magrib tiba.

Pihak BPBD Solok Selatan bersama tim SAR gabungan, relawan, dan masyarakat setempat langsung berkoordinasi untuk melakukan tindakan darurat.

Upaya penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batanghari langsung dipersiapkan guna menemukan keberadaan guru PNS tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.