TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Nama Bung Karno tak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Presiden pertama Republik Indonesia itu lahir pada 6 Juni 1901 dan menjadi tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Tak banyak yang tahu, rumah tempat kelahiran sang Proklamator hingga kini masih berdiri di kawasan Peneleh, Surabaya, Jawa Timur.
Bangunan sederhana di Jalan Pandean Gang IV Nomor 40 tersebut menyimpan banyak cerita sejarah, mulai dari perpindahan keluarga Bung Karno dari Bali hingga sempat hilangnya jejak rumah tersebut selama bertahun-tahun.
Dirangkum dari Disbudporapar Kota Surabaya dan Tribun Jatim Network, berikut 5 fakta menarik rumah kelahiran Bung Karno, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Skuad Timnas Aljazair untuk Piala Dunia 2026, Luca Zidane Masuk Meski Cedera, Mahrez Jadi Andalan
Rumah di kawasan Peneleh ini menjadi salah satu bukti sejarah bahwa Bung Karno lahir di Kota Surabaya pada 6 Juni 1901.
Dalam biografi yang ditulis Cindy Adams, Bung Karno secara tegas menyebut dirinya lahir di Surabaya.
Keterangan tersebut sekaligus membantah anggapan yang sempat berkembang bahwa Presiden pertama RI itu lahir di Blitar.
Baca juga: Awal Musim Tanam Tembakau di Sumenep Dihantui Maling Pompa Air, 10 Unit Dilaporkan Hilang
Sebelum menetap di Surabaya, ayah Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, bertugas sebagai guru di Bali.
Raden Soekemi menikahi Ida Ayu Nyoman Rai pada 1897.
Setelah menghadapi sejumlah persoalan keluarga di Bali, ia mengajukan perpindahan tugas ke Jawa dan kemudian menetap di Surabaya bersama keluarganya.
Beberapa tahun setelah kepindahan tersebut, Bung Karno lahir di rumah yang kini dikenal sebagai rumah kelahirannya di kawasan Peneleh, Surabaya.
Baca juga: Mengenal Pondok Pesantren Jhegeteh Bondowoso, Berdiri sejak 1769 dan Simpan Beduk Berusia 2,5 Abad
Rumah kelahiran Bung Karno berada di Kampung Peneleh yang merupakan salah satu kawasan permukiman tua di Surabaya.
Pada awal abad ke-20, wilayah ini sudah menjadi kawasan padat penduduk.
Hingga kini suasana kampung bersejarah tersebut masih dapat ditemukan di sekitar lokasi rumah kelahiran Bung Karno.
Baca juga: Viral di TikTok, Apa Arti Kata Syududu? Ini Penjelasan Lengkap dan Fakta di Baliknya
Meski lahir di rumah tersebut, Bung Karno tidak menghabiskan seluruh masa kecilnya di Peneleh.
Keluarganya kemudian pindah ke rumah kontrakan di Surabaya sebelum Raden Soekemi mendapat tugas baru di Mojokerto pada 1907. Saat itu usia Bung Karno baru sekitar enam tahun.
Setelah itu, Bung Karno juga sempat tinggal bersama neneknya di Tulungagung.
Baca juga: Madura Terpopuler: Wabup Bangkalan Jagokan Brasil sampai Dapur SPPG di Sumenep Dihentikan Sementara
Salah satu fakta menarik lainnya adalah rumah ini pernah kehilangan identitas sejarahnya.
Setelah ditinggalkan keluarga Soekemi, bangunan tersebut beberapa kali berganti pemilik hingga keberadaannya sebagai rumah kelahiran Bung Karno sempat tidak terlacak.
Baru pada 2007, rumah itu berhasil ditelusuri kembali oleh Peter A Rohi, pendiri Lembaga Institut Sukarno.
Kini bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui SK Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/321/436.1.2/2013 dan pada 2020 diserahkan ahli waris kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk dilestarikan.
Baca juga: Mengenal Kuliner Khas Tuban yang Unik dan Menggugah Selera, Dari Ampo hingga Nasi Goreng Jagung