Warga Lintas Agama Dusun Thekelan Sampaikan Selamat Waisak 
M Syofri Kurniawan June 02, 2026 06:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pelukan hangat dan jabat tangan antarwarga mewarnai perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Di tengah perbedaan keyakinan, warga Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha di Dusun Thekelan hidup saling cinta damai dan menjaga keharmonisan. 

Sejak pagi, Minggu (31/5) lalu, jalan menuju Vihara Buddha Bhumika, Dusun Thekelan, dipenuhi umat lintas agama.

Umat Buddha yang mengenakan pakaian serbaputih berdiri berjejer rapi di kiri dan kanan jalan menuju Vihara Buddha Bhumika untuk menyambut kedatangan warga.

Sementara, warga Muslim, Kristen, Katolik menyapa, bersalaman dan memberikan ucapan selamat kepada umat Buddha yang merayakan Waisak. 

Suasana haru dan penuh keakraban terlihat dari senyum di wajah para umat yang bertemu.

Bahkan, pelukan hangat menciptakan kekeluargaan yang begitu akrab. 

Ketua Vihara Buddha Bhumika, Suroyo mengatakan, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata toleransi yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat Thekelan.

"Kami berkumpul, warga mengucapkan selamat Hari Waisak. Kami ingin terwujud toleransi beragama, ketenteraman dan kedamaian di Thekelan," ungkap Suroyo kepada Tribun Jateng.

Menurut Suroyo, tradisi saling mengunjungi dan memberikan ucapan selamat saat hari besar keagamaan telah berlangsung selama puluhan tahun.

Awalnya hanya dilakukan secara sederhana oleh sebagian warga, namun seiring waktu berkembang menjadi budaya yang mengakar di masyarakat.

"Dulu kecil, sedikit demi sedikit ada pertumbuhan perkembangan sampai sekarang," ucapnya. 

Suroyo mengatakan, momentum kehangatan ini tidak hanya terjadi saat perayaan Waisak.

Setiap momentum hari besar keagamaan, suasana hangat selalu menyelimuti Dusun Thekelan dengan saling memberikan selamat perayaan.

"Tiap ada momentum perayaan, di vihara, masjid, gereja, pasti kami melaksanakan kegiatan tersebut karena ini naluri dan dirasa itu paling enak dan nyaman," ungkapnya. 

Saling mengunjungi

Kepala Dusun Thekelan, Supriyo menambahkan, tradisi saling mengunjungi dan memberikan ucapan selamat saat hari besar keagamaan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Tradisi tersebut tidak hanya dilakukan saat perayaan Waisak, tetapi juga pada Idulfitri maupun Natal. 

Menurut Supriyo, keberagaman menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Dusun Thekelan.

Saat ini, di Thekelan terdapat sekitar 95 kepala keluarga (KK) umat Buddha, 87 KK umat Islam, serta sekitar 40 KK umat Kristen dan Katolik yang hidup berdampingan dalam suasana rukun.

Dia menambahkan, tradisi saling memberi ucapan saat hari raya keagamaan menjadi wujud cinta kasih dan kepedulian seluruh warga Thekelan terhadap kampungnya.

Melalui kebersamaan yang terus dirawat, masyarakat berharap dapat menjaga kerukunan, ketenteraman, dan kenyamanan lingkungan.

"Ini wujud bentuk cinta kasih kami terhadap dusun kami dan kepedulian semua warga agar kami busa menjaga kentraman, kenyamanan di kampung ini," imbuhnya. (Eka Yulianti Fajlin)

 

TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN 

BERI SELAMAT - Warga lintas agama di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang memberikan ucapan selamat kepada umat Buddha yang merayakan Waisak di sepamjang jalan menuju Vihara Buddha Bhumika, Minggu (31/5). 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.