Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Komitmen meneguhkan nilai-nilai Ideologi Pancasila menjadi catatan berharga bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku Tengah.
Partai moncong putih itu menggelar Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di lapangan upacara halaman Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Jalan Banda, RT 04 Kelurahan Namaelo, Kota Masohi, Senin (1/6/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Maluku Tengah (Malteng), Zeth Latukarlutu.
Hadir dalam upacara, perwakilan pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Pengurus DPC PDI Perjuangan Malteng, Ketua dan Pengurus DPC PDI Perjuangan Seram Bagian Timur (SBT), Ketua dan perwakilan pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kota Masohi, Tehoru, Telutih, Amahai, Seram Utara, dan TNS.
Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila berlangsung khidmat. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta meneguhkan nilai-nilai ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni menjadi momen penting untuk mengenang lahirnya dasar negara yang digagas oleh Proklamator RI, Ir. Soekarno, sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 42 Pinandita dan Sarati Banten di Maluku
Baca juga: Warga Adat Maraina Malteng Desak Perda Adat dan Transparansi Batas Taman Nasional Manusela
Dalam amanatnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Malteng menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan diamalkan di tengah berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, semangat gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila harus menjadi landasan dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat persatuan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Telah terbukti bahwa Pancasila sebagai bintang penuntun adalah dengan diakuinya Pidato bung Karno tanggal 1 Juni 1945 dihadapan sidang BPUPKI oleh UNESCO dan ditetapkan menjadi memory of the world.
Disampaikan, Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh kader dan anggota Partai Demokrasi Inonesia Perjuangan, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup.
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” ingatnya.
Zeth Latukarlutu, mengajak kader, teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita, dan tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.
“Selama darah masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” ajaknya..
Ia juga mengajak seluruh kader partai untuk terus menjaga soliditas organisasi dan hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang berpihak kepada rakyat.
Upacara berlangsung dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Dedication Of Life serta doa bersama. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib hingga selesai.(*)